Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari sampai Tuntas dari Akarnya
cara menghilangkan bau apek di lemari (h)
Kapanlagi.com - Cara menghilangkan bau apek di lemari yang paling efektif bukan menyemprot pengharum lebih banyak, melainkan mengeluarkan seluruh isi lalu mengelap permukaannya dengan larutan cuka putih dan air. Setelah itu, pastikan lemari benar-benar kering sebelum pakaian dimasukkan kembali.
Langkah lanjutannya adalah menaruh penyerap bau alami seperti baking soda, arang, atau kopi, sekaligus menjaga sirkulasi udara agar kelembapan tidak menumpuk. Dengan urutan itulah cara menghilangkan bau apek di lemari bekerja dari sumbernya, bukan sekadar menutupinya.
Perlu dipahami bahwa aroma apek pada dasarnya adalah gas yang dilepaskan jamur dan lumut saat tumbuh, yang dikenal sebagai senyawa organik volatil mikroba. Selama kelembapan dan sirkulasi udara belum dibenahi, bau ini akan terus muncul meskipun pakaian sudah dicuci hingga wangi.
Advertisement
1. Membersihkan dan Mengeringkan Lemari sampai Benar-benar Kering
Fondasi paling menentukan dalam cara menghilangkan bau apek di lemari adalah membersihkan seluruh permukaan lalu mengeringkannya total. Jamur dan bakteri penyebab bau hidup di tempat lembap, sehingga proses "reset" ini wajib dilakukan lebih dulu sebelum langkah apa pun.
Para ahli kebersihan menyebut jamur bisa mulai tumbuh di area lembap hanya dalam waktu sekitar 24 hingga 48 jam. Menunda pembersihan hanya memperparah aroma sekaligus berisiko merusak serat pakaian yang tersimpan.
Kosongkan lemari sepenuhnya: Keluarkan semua pakaian, termasuk barang di rak atas dan laci. Cium satu per satu; pakaian yang sudah ikut apek sebaiknya langsung dicuci ulang agar baunya tidak kembali menyebar.
Periksa sumber bau: Setelah kosong, cek sudut dan bagian belakang lemari. Cari bercak jamur hitam (black mold), noda air, kotoran cicak, atau area yang terasa lembap sebagai titik yang paling perlu ditangani.
Sedot debu dan kotoran: Gunakan penyedot debu untuk membersihkan dasar, sudut, dan celah laci. Debu yang menumpuk menahan kelembapan dan menjadi salah satu pemicu aroma tua di dalam lemari.
Lap dengan larutan cuka putih: Campur cuka putih dan air hangat dengan perbandingan 1:1 atau 1:3, lalu lap seluruh permukaan dengan kain yang diperas hingga hanya lembap. Bahan alami seperti cuka putih mampu menetralkan bau dan menembus pori kayu untuk membunuh spora jamur ringan.
Tangani noda jamur membandel: Untuk jamur yang menempel, semprot langsung dengan cuka putih, diamkan sekitar 30 menit, sikat perlahan, lalu keringkan. Cara serupa juga umum dipakai untuk menghilangkan jamur pada kain seperti mukena dan pakaian tersimpan.
Keringkan 100 persen sebelum diisi ulang: Ini langkah yang paling sering dilewatkan. Arahkan kipas angin atau dehumidifier ke dalam lemari dan biarkan pintu terbuka minimal 24 jam. Memasukkan pakaian ke lemari yang masih lembap membuat jamur cepat kembali.
Untuk pakaian yang terlanjur apek, cuci ulang menjadi pilihan paling aman. Noda jamur dan bau membandel bisa diatasi dengan oxygen bleach, misalnya dengan merendam pakaian dalam larutan sodium percarbonate yang melepaskan oksigen aktif untuk membunuh spora. Setelah dicuci, jika memakai mesin pengering, segera keluarkan pakaian dari mesin agar tidak kembali beraroma tak sedap.
2. Menaruh Bahan Penyerap Bau Alami di Dalam Lemari
Setelah lemari bersih dan kering, giliran bahan penyerap bau bekerja. Bahan-bahan dapur murah ternyata menjadi salah satu andalan cara menghilangkan bau apek di lemari karena menyerap kelembapan sekaligus menetralkan molekul bau secara alami.
Sebagaimana dilaporkan Homes & Gardens, baking soda efektif menurunkan kelembapan yang kerap menjadi pemicu bau apek di dalam lemari. Karena itu, penyerap bau sebaiknya ditempatkan sebagai perawatan rutin, bukan hanya saat bau sudah parah.
Baking soda atau soda kue: Letakkan baking soda untuk menetralkan bau di dalam wadah terbuka, lalu taruh di sudut lemari atau rak. Ganti setiap 6 sampai 8 minggu, atau lebih cepat bila lemari sangat lembap.
Arang aktif atau arang kayu: Simpan satu blok arang dalam wadah atau kantong kain. Arang menyerap bau apek dengan baik; jemur di bawah matahari sehari, lalu bisa dipakai lagi berulang kali.
Ampas atau bubuk kopi: Masukkan kopi ke wadah, beri beberapa lubang pada tutupnya, lalu simpan di dalam lemari. Selain menyerap bau, aroma khas kopi memberi wangi lembut; ganti kira-kira sebulan sekali.
Silica gel atau kalsium klorida: Kedua penyerap kelembapan ini sangat cocok untuk lemari kecil dan tertutup. Ganti silica gel saat sudah jenuh, dan buang cairan pada penyerap kalsium klorida bila wadahnya penuh.
Kapur tulis biasa: Beberapa batang kapur tulis yang diikat lalu digantung juga membantu menarik kelembapan di ruang sempit, menjadikannya alternatif sederhana ketika penyerap lain belum tersedia.
Bahan penyerap ini bekerja optimal hanya jika kelembapan dasarnya sudah dikendalikan. Bila lemari tetap basah, penyerap akan cepat jenuh dan bau kembali dalam hitungan hari, jadi jangan jadikan penyerap sebagai satu-satunya solusi.
3. Menjaga Sirkulasi Udara dan Mengontrol Kelembapan
Cara menghilangkan bau apek di lemari tidak akan bertahan lama jika kelembapan dibiarkan menumpuk. Udara yang terperangkap di ruang gelap dan rapat adalah bahan bakar utama pertumbuhan jamur.
Merujuk UGA Extension, jamur umumnya mulai tumbuh ketika kelembapan relatif bertahan di angka 60 persen dengan suhu sekitar 60 derajat Fahrenheit atau lebih. Karena itu, menurunkan kelembapan menjadi kunci agar aroma apek tidak terus berulang.
Andy Fox, spesialis filtrasi dan kualitas udara di 3M, dikutip dari Martha Stewart, menyatakan, "Biarkan pintu lemari tetap terbuka untuk memperbaiki sirkulasi udara."
Buka pintu lemari secara berkala: Sesekali biarkan pintu terbuka dan arahkan kipas angin ke dalamnya. Aliran udara segar membantu mengusir udara pengap yang terkurung terlalu lama.
Beri jarak antar pakaian: Jangan menjejalkan lemari sampai penuh. Sisakan ruang antar gantungan dan tumpukan agar udara bisa bergerak dan tidak terbentuk kantong lembap tempat spora berkembang.
Jauhkan lemari dari dinding: Beri jarak sekitar 5 cm antara lemari dan dinding, terutama dinding luar atau yang dekat kamar mandi. Ini mencegah kondensasi yang membuat bagian belakang lemari terus lembap.
Gunakan pengontrol kelembapan: Manfaatkan dehumidifier di dalam ruangan, atau letakkan penyerap kelembapan di dasar lemari. Panduan praktis untuk mengurangi kelembapan ruangan bisa membantu menjaga angka kelembapan tetap aman.
Pasang ventilasi tambahan: Untuk lemari tertanam tanpa colokan listrik, lubang angin dua arah di bagian atas pintu membantu udara masuk dan keluar. Jaga kelembapan seluruh rumah dengan menyalakan exhaust fan saat memasak dan mandi.
Jangan simpan barang lembap: Handuk basah, jaket setengah kering, atau pakaian olahraga berkeringat tidak boleh masuk lemari. Kelembapan dari barang seperti ini sering menjadi penyebab bau apek yang paling cepat menyebar.
4. Memberi Aroma Segar dan Mencegah Bau Kembali
Setelah sumber apek ditangani, barulah tahap memberi aroma menjadi relevan dalam cara menghilangkan bau apek di lemari. Aroma sebaiknya diperlakukan sebagai sentuhan akhir, ditemani kebiasaan penyimpanan yang benar supaya bau tidak balik lagi.
Nicole Kent, pemilik Hubbard's Maid Service, dikutip dari AOL, menyatakan, "Cukup letakkan wadah terbuka berisi baking soda di rak lemari untuk menyerap kelembapan dan bau."
Kapas beraroma minyak esensial: Teteskan minyak esensial (essential oil) seperti lavender atau tea tree pada kapas, lalu selipkan di sudut rak. Ganti setiap dua sampai tiga bulan agar wanginya tetap terjaga.
Sachet atau pengharum lemari: Gantungkan sachet pewangi pada rel gantungan. Anda bisa menaruh sachet pewangi di dalam lemari atau memakai pengharum lemari pakaian siap pakai, pilih yang berbahan lembut agar tidak menyengat.
Kayu cedar dan lavender: Balok cedar dan kantong aroma lavender tidak hanya menyegarkan, tetapi juga alami mengusir ngengat perusak pakaian, sehingga cocok untuk penyimpanan jangka panjang.
Dryer sheet dan sabun batang: Gantungkan lembar pengharum pengering (dryer sheet) pada hanger untuk penyegar cepat, atau letakkan sabun batang wangi yang dibungkus kain tipis di dalam laci untuk aroma yang bertahan lama.
Semprot pewangi secukupnya: Jika memakai pewangi pakaian, semprot tipis dari jarak aman ke kain yang sudah kering, jangan langsung menutup rapat lemari setelahnya agar kain tidak menjadi lembap.
Simpan hanya pakaian bersih dan kering: Kebiasaan menyimpan pakaian di tempat kering dan berventilasi adalah pertahanan terbaik. Pakaian lembap akan cepat berbau apek walau sudah diberi pewangi.
Untuk pakaian kering yang sudah telanjur apek namun tidak bisa sering dicuci, ada trik sederhana: masukkan ke kantong plastik, lalu simpan di dalam freezer selama beberapa jam. Suhu dingin membantu mengurangi bau tanpa perlu pencucian ulang.
5. Penyebab Lemari Berbau Apek yang Sering Luput Diperhatikan
Memahami pemicunya membuat cara menghilangkan bau apek di lemari menjadi jauh lebih tepat sasaran. Bau apek yang membandel biasanya berakar dari kelembapan, dan beberapa sumbernya sering tidak disadari.
Salah satu yang jarang diketahui, serat alami seperti wol bersifat higroskopis sehingga menyerap dan menahan kelembapan lebih lama dibanding serat sintetis. Akibatnya, pakaian dari bahan alami lebih mudah menyimpan aroma apek meski lemari terlihat bersih.
Kondensasi di dinding dingin: Lemari yang menempel ke dinding luar atau dekat kamar mandi rentan mengalami kondensasi, sehingga bagian belakangnya terus lembap sepanjang musim hujan.
Pakaian dan handuk belum kering: Menyimpan kain yang masih lembap adalah penyebab paling cepat munculnya bau, karena kelembapannya langsung terkunci di ruang tertutup.
Isi lemari terlalu padat: Menjejalkan terlalu banyak pakaian menghambat aliran udara dan menciptakan kantong pengap tempat jamur berkembang.
Sepatu dan pakaian kotor: Sepatu berkeringat serta baju bekas pakai yang digantung kembali menebarkan bau badan yang lama-lama menyatu dengan aroma lemari.
Hanger kawat dan material tua: Gantungan kawat yang berkarat serta kayu atau pelapis lama bisa menahan lembap; mengganti hanger kawat dengan hanger kayu sering membantu.
Sisa proses cuci yang belum tuntas: Mesin cuci kotor atau residu deterjen membuat pakaian sudah membawa bau sejak awal. Menerapkan cara mencuci baju agar wangi tahan lama sekaligus rutin membersihkan mesin cuci sangat membantu.
Faktor musim hujan: Saat kelembapan udara tinggi, pakaian sulit kering sempurna. Mengikuti tips agar cucian cepat kering saat musim hujan mencegah bau apek berpindah ke lemari.
Jarang terkena sinar matahari: Pakaian yang lama tersimpan tanpa diangin-anginkan mudah beraroma tua. Sesekali menjemur di bawah sinar matahari membantu membunuh bakteri penyebab bau.
Untuk perawatan bulanan, sesekali taburkan baking soda pada dasar lemari berkarpet, diamkan sebentar, lalu sedot. Kombinasi pembersihan rutin, kontrol kelembapan, dan penyimpanan yang rapi jauh lebih ampuh daripada sekadar mengandalkan wewangian.
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bau Apek di Lemari
Kenapa lemari pakaian bisa berbau apek?
Bau apek muncul karena kelembapan yang terperangkap sehingga jamur dan bakteri tumbuh di dalam lemari. Pemicunya bisa berupa sirkulasi udara yang buruk, pakaian atau handuk yang belum kering, lemari yang menempel ke dinding lembap, atau isi lemari yang terlalu padat.
Apakah baking soda ampuh menghilangkan bau apek di lemari?
Ya, baking soda bekerja dengan menyerap kelembapan sekaligus menetralkan molekul bau, bukan sekadar menutupinya. Cukup letakkan dalam wadah terbuka di rak lemari dan ganti secara berkala; hasilnya paling optimal bila lemari sudah dibersihkan dan dikeringkan lebih dulu.
Bagaimana agar lemari tidak kembali berbau apek?
Kunci utamanya adalah mengendalikan kelembapan dan menjaga sirkulasi udara. Simpan hanya pakaian yang benar-benar bersih dan kering, beri jarak antar pakaian, sesekali buka pintu lemari, serta tambahkan penyerap kelembapan atau pengharum alami sebagai perawatan rutin.
Pada akhirnya, mengatasi lemari apek adalah soal urutan yang benar: temukan sumbernya, bersihkan, keringkan sampai tuntas, lalu jaga agar kelembapan tidak kembali. Selama pakaian yang masuk selalu bersih dan kering serta udara tetap bisa bergerak, lemari akan terasa segar jauh lebih lama dan aroma pakaian pun ikut terjaga.
Daftar Referensi
- Homes & Gardens. This Simple Baking Soda Hack Is an Easy Way to Refresh Your Closet and Banish Odors. Diakses pada 27 Juli 2026, dari https://www.homesandgardens.com/solved/baking-soda-hack-for-closet
- UGA Extension. UGA Extension Provides Tips on Removing and Preventing Mold and Mildew. Diakses pada 27 Juli 2026, dari https://newswire.caes.uga.edu/story/5359/mold-and-mildew.html
- Martha Stewart Living. How to Get Rid of Musty Smells in Your Closet, According to an Air Quality Expert. Diakses pada 27 Juli 2026, dari https://www.aol.com/rid-musty-smells-closet-according-210100124.html
- AOL. 7 Ways To Prevent Musty Smells In Your Closet. Diakses pada 27 Juli 2026, dari https://www.aol.com/articles/7-ways-prevent-musty-smells-180000030.html
(kpl/kiy)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
-
Dangdut Indonesia Fahri Labuan Batu Tersenggol dari Top 31 Group 5, Tetap Tegar
