Cara Membuat Pupuk dari Sisa Buah di Dapur, Mudah dan Ramah Lingkungan

Cara Membuat Pupuk dari Sisa Buah di Dapur, Mudah dan Ramah Lingkungan
Pupuk dari Sisa Buah. (AI Generated)

Kapanlagi.com - Cara membuat pupuk dari sisa buah di dapur menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menyuburkan tanaman tanpa harus membeli pupuk kimia. Kulit pisang, kulit apel, hingga sisa semangka yang biasanya langsung dibuang ke tempat sampah ternyata masih menyimpan banyak nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman.

Membuat pupuk sendiri dari sisa buah juga menjadi langkah kecil yang berdampak besar untuk mengurangi sampah rumah tangga. Alih-alih menumpuk di tempat sampah dan berakhir di TPA, sisa buah bisa diolah menjadi pupuk cair yang menyuburkan tanah, memperkuat akar, hingga meningkatkan hasil bunga dan buah.

Prosesnya pun tidak rumit dan bisa dilakukan dengan peralatan sederhana yang sudah ada di rumah. Berikut Kapanlagi.com merangkum dari berbagai sumber cara membuat pupuk dari sisa buah di dapur, lengkap dengan bahan yang cocok dipakai dan tips agar hasilnya maksimal.

1. Kenapa Sisa Buah Bisa Dijadikan Pupuk?

Sisa Buah Bisa Dijadikan Pupuk. (AI Generated)

Sisa buah seperti kulit dan ampasnya masih mengandung unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman, terutama kalium dan fosfor. Kulit pisang misalnya, dikenal kaya kalium yang membantu memperkuat batang dan melindungi tanaman dari penyakit, sekaligus mengandung fosfor yang mendukung perkembangan akar agar tanaman bisa menyerap nutrisi tanah secara maksimal.

Selain kulit pisang, kulit jeruk dan buah sitrus lainnya juga menyumbang kalium dan fosfor dalam jumlah kecil, sekaligus punya manfaat tambahan sebagai penangkal hama seperti semut dan kutu daun. Dengan kandungan tersebut, sisa buah yang difermentasi atau direndam air bisa menjadi alternatif pupuk organik yang murah dan mudah didapat.

2. Bahan Sisa Buah yang Cocok Dijadikan Pupuk

Kulit Pisang. (Gambar: Louis Hansel/Unsplash)

Tidak semua sisa buah punya manfaat yang sama untuk tanaman. Berikut beberapa bahan yang paling direkomendasikan:

  • Kulit pisang — sumber kalium dan fosfor terbaik untuk mendukung pembungaan dan pembuahan.
  • Kulit apel dan sisa apel — mengandung mineral yang baik untuk kesuburan tanah.
  • Kulit jeruk dan buah sitrus — kaya kalium, sekaligus berfungsi mengusir hama kecil di sekitar tanaman.
  • Sisa semangka — kandungan airnya tinggi dan cocok dipadukan dengan bahan lain saat fermentasi.
  • Buah yang sudah terlalu matang atau rusak — masih bisa dimanfaatkan selama belum berjamur atau membusuk parah.

Sebaiknya hindari sisa buah yang sudah berjamur, karena berpotensi menyebarkan spora jamur ke tanaman saat pupuk diaplikasikan.

3. Cara Membuat Pupuk Cair dari Sisa Buah dengan Fermentasi

Pupuk Cair dari Sisa Buah dengan Fermentasi. (AI Generated)

Metode fermentasi cocok untuk yang menginginkan pupuk dengan kandungan nutrisi lebih pekat dan tahan lama. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kumpulkan sisa buah yang masih segar, lalu potong kecil-kecil agar proses fermentasi lebih cepat.
  2. Campurkan sisa buah dengan gula dan air dengan perbandingan yang cukup untuk merendam seluruh bahan.
  3. Tutup wadah dengan rapat, tapi sesekali dibuka untuk melepaskan gas hasil fermentasi.
  4. Simpan di tempat yang hangat selama 30 hingga 60 hari hingga proses fermentasi selesai.
  5. Saring cairannya, lalu encerkan dengan air sebelum digunakan sebagai pupuk.

Hasil fermentasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pupuk, tapi juga dipercaya membantu mengusir hama secara alami karena aroma fermentasinya.

4. Cara Membuat Pupuk Cepat dari Sisa Buah tanpa Fermentasi Panjang

Bagi yang tidak ingin menunggu lama, ada metode rendaman sederhana yang hasilnya bisa dipakai dalam waktu singkat:

  1. Potong sisa buah menjadi bagian-bagian kecil agar nutrisinya lebih mudah larut ke air.
  2. Masukkan ke dalam toples atau ember, lalu tuangkan air hingga seluruh bahan terendam.
  3. Aduk sesekali dan biarkan terendam selama 24 hingga 48 jam.
  4. Saring cairannya dan pisahkan dari ampas buah.
  5. Gunakan langsung dengan cara diencerkan terlebih dahulu sebelum disiramkan ke tanaman.

Metode ini lebih cocok untuk kebutuhan pupuk cair yang mendesak, meski kandungan nutrisinya tidak sepekat hasil fermentasi jangka panjang.

5. Cara Menggunakan Pupuk Sisa Buah untuk Tanaman

Pupuk cair dari sisa buah sebaiknya tidak langsung disiramkan dalam kondisi pekat karena berisiko membakar akar tanaman. Encerkan terlebih dahulu dengan perbandingan sekitar 1:5 hingga 1:10 dengan air bersih, tergantung sepekat apa hasil fermentasi atau rendaman yang dibuat.

Setelah diencerkan, pupuk bisa disiramkan langsung ke area sekitar akar tanaman, satu hingga dua kali dalam seminggu. Ampas sisa buah yang sudah disaring pun jangan langsung dibuang, karena masih bisa dimanfaatkan lagi sebagai bahan kompos atau dikubur di sekitar tanaman untuk menambah nutrisi tanah secara perlahan.

6. Tips agar Pupuk dari Sisa Buah Tidak Berbau dan Hasilnya Maksimal

Pupuk dari Sisa Buah. (AI Generated)

Agar proses pembuatan pupuk berjalan lancar tanpa menimbulkan bau menyengat di rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan air bebas klorin, seperti air hujan atau air keran yang sudah didiamkan semalaman, karena klorin bisa mematikan mikroorganisme baik dalam proses fermentasi.
  • Beri sirkulasi udara dengan sesekali membuka tutup wadah, terutama untuk metode fermentasi yang menghasilkan gas.
  • Aduk secara berkala agar proses penguraian merata dan tidak menimbulkan endapan yang menyebabkan bau busuk.
  • Hindari mencampur sisa buah dengan daging, susu, atau minyak, karena bahan tersebut justru mengundang hama dan mempercepat pembusukan yang tidak diinginkan.
  • Simpan di tempat yang teduh dan berventilasi, bukan di ruang tertutup rapat tanpa aliran udara.

7. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pupuk dari Sisa Buah

1. Sisa buah apa saja yang bagus dijadikan pupuk?

Kulit pisang, kulit apel, kulit jeruk, dan sisa semangka termasuk yang paling sering dipakai karena kaya kalium dan fosfor.

2. Berapa lama proses fermentasi pupuk sisa buah?

Metode fermentasi dengan gula membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 hari, sedangkan rendaman sederhana hanya butuh 24 hingga 48 jam.

3. Apakah pupuk sisa buah perlu diencerkan sebelum dipakai?

Ya, pupuk cair sisa buah sebaiknya diencerkan dengan perbandingan sekitar 1:5 hingga 1:10 dengan air bersih sebelum disiramkan ke tanaman.

4. Kenapa pupuk sisa buah bisa berbau tidak sedap?

Bau tidak sedap biasanya muncul karena wadah tertutup rapat tanpa sirkulasi udara atau air yang dipakai mengandung klorin dari keran.

5. Seberapa sering pupuk sisa buah bisa disiramkan ke tanaman?

Pupuk cair dari sisa buah umumnya bisa disiramkan satu hingga dua kali dalam seminggu, tergantung kebutuhan tanaman.

(kpl/rao)

Rekomendasi

Trending