Cara Mengatasi Tembok Lembab Sesuai Penyebabnya

Cara Mengatasi Tembok Lembab Sesuai Penyebabnya
cara mengatasi tembok lembab (©Ilustrasi dibuat AI)

Kapanlagi.com - Cara mengatasi tembok lembab dimulai dari mencari sumber airnya, lalu menghentikannya. Setelah itu, jamur dibersihkan dan dinding dikeringkan sebelum dicat ulang.

Kalau tembok lembab tidak ditangani sampai ke sumbernya, cat baru biasanya akan mengelupas lagi. Karena itu, cara mengatasi tembok lembab perlu disesuaikan dengan penyebabnya, entah kondensasi, rembesan air hujan, atau air tanah yang naik.

Ada tiga penyebab utama dinding lembab. Kelembapan pada dinding bisa disebabkan oleh kondensasi, rising damp (air tanah yang naik), atau penetrating damp (rembesan dari luar), dan sebelum memperbaikinya kamu perlu mengenali serta menangani penyebabnya lebih dulu.

1. 1. Kenali Jenis Kelembapan pada Tembok

Langkah pertama dalam cara mengatasi tembok lembab adalah tahu jenis lembabnya. Kalau penyebabnya salah ditebak, uang dan tenaga untuk perbaikan bisa sia-sia.

  1. Periksa seluruh bagian bangunan: Cek atap, talang, pipa, retakan di lantai dan dinding, saluran pembuangan AC, sampai tanaman yang tumbuh menempel di dinding.

  2. Lakukan tes aluminium foil: Mengacu pada panduan Permagard, tempelkan selembar aluminium foil di dinding dan biarkan selama sehari. Jika sisi luar foil yang basah, masalahnya kondensasi. Jika sisi yang menempel ke dinding yang basah, berarti ada rembesan atau air tanah yang naik.

  3. Perhatikan pola noda: Kalau dinding makin lembab setelah hujan, kemungkinan besar penyebabnya rembesan dari luar. Kalau muncul jamur hitam yang menyebar tanpa garis bekas air, kemungkinan besar penyebabnya kondensasi.

  4. Ukur kelembapan: Pakai alat pengukur seperti protimeter atau hygrometer. Kelembapan udara di dalam ruangan idealnya sekitar 40-60 persen.

2. 2. Hentikan Sumber Air dan Atasi Kondensasi

Setelah penyebabnya ketahuan, cara mengatasi tembok lembab yang paling penting adalah menghentikan air yang masuk. Cat sebagus apa pun tidak akan bertahan kalau dindingnya terus basah.

  1. Perbaiki kebocoran: Tambal retakan di dinding luar, bersihkan talang, perbaiki pipa yang bocor, dan pastikan atap tidak rembes.

  2. Atur sirkulasi udara: Rajin buka jendela, terutama saat ada sinar matahari. Sebagaimana disampaikan Dewan Kota Hounslow, cara terbaik adalah membuka jendela di sisi rumah yang saling berhadapan selama sekitar 10 menit. Tips lain bisa kamu baca di panduan mengurangi kelembaban ruangan.

  3. Kurangi uap air dari aktivitas harian: Pasang exhaust fan di dapur dan kamar mandi, tutup panci saat memasak, dan hindari menjemur pakaian di dalam ruangan.

  4. Gunakan dehumidifier: Alat ini cocok untuk ruangan yang sirkulasinya kurang baik atau daerah yang sering hujan.

  5. Beri jarak antara perabot dan dinding: Geser lemari sedikit menjauh dari tembok supaya udara bisa mengalir di belakangnya.

Hudson Lambert, pakar jamur di Dryzone, dikutip dari Saga, mengatakan, "Sebagian besar kelembapan di rumah disebabkan oleh penghuni dan aktivitasnya. Bernapas, memasak, dan mengeringkan pakaian saja sudah menghasilkan uap air dalam jumlah tinggi. Satu orang menambahkan sekitar enam liter uap air per hari ke dalam rumah."

Douglas Kent, surveyor bangunan bersertifikat, dikutip dari Homebuilding, menyatakan, "Kondensasi bisa diatasi dengan menurunkan kelembapan udara atau menjaga permukaan tetap di atas suhu titik embun. Kelembapan diturunkan dengan mengurangi jumlah uap air atau meningkatkan ventilasi."

3. 3. Bersihkan Jamur dan Cat Ulang dengan Pelapis Anti Air

Kalau sumber airnya sudah teratasi, saatnya memperbaiki permukaan dinding. Bagian ini adalah penutup dari cara mengatasi tembok lembab, jadi jangan buru-buru.

  1. Kupas cat yang rusak: Keruk cat yang menggelembung atau mengelupas, lalu amplas permukaannya sampai halus.

  2. Basmi jamur: Semprotkan cairan anti jamur (fungisida) atau campuran cuka dan air, lalu lap sampai bersih.

  3. Keringkan dinding sepenuhnya: Jangan mengecat tembok yang masih lembab, karena cat baru bisa kehilangan daya rekat dan menggelembung lagi.

  4. Tambal dan ganti plester bila perlu: Plester lama yang sudah mengandung garam akan terus menyerap uap air. Untuk kasus air tanah yang naik, biasanya diperlukan injeksi lapisan kedap air (DPC) oleh tenaga profesional, lalu diplester ulang.

  5. Aplikasikan cat dasar dan cat waterproof: Gunakan primer anti alkali, lalu cat anti jamur atau cat waterproof sebanyak dua lapis. Panduan lengkapnya bisa kamu lihat di cara menggunakan cat pelapis anti bocor.

Tips: hindari mengecat saat hujan atau cuaca sedang lembab, supaya cat bisa kering dengan baik.

4. Bahaya Tembok Lembab yang Dibiarkan

Tembok lembab bukan cuma masalah tampilan rumah. Alan Bernau Jr, pemilik Alan's Factory Outlet, dikutip dari Tom's Guide, mengatakan, "Rumah yang lembab adalah salah satu ancaman yang paling diremehkan karena sering menggerogoti rumah dari dalam."

  • Masalah pernapasan: Spora jamur yang beterbangan di udara bisa memicu alergi dan memperparah asma.

  • Cat mengelupas: Lapisan cat kehilangan daya rekat, lalu menggelembung.

  • Plester keropos: Lama-lama plester rapuh dan retak.

  • Bau apek: Ruangan terasa pengap dan tidak nyaman.

  • Perabot ikut rusak: Lemari, kasur, dan pakaian yang menempel di dinding bisa ikut berjamur.

  • Mengundang hama: Ruangan yang lembab lebih mudah didatangi serangga.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tembok Lembab

Apakah tembok lembab cukup diatasi dengan cat waterproof?

Tidak selalu. Kalau sumber air seperti kebocoran atau air tanah yang naik belum dihentikan, cat waterproof biasanya akan rusak lagi.

Apakah membuka jendela benar-benar membantu?

Membantu, terutama kalau penyebabnya kondensasi. Udara segar dan sinar matahari mempercepat dinding mengering.

Kapan perlu memanggil tukang profesional?

Panggil tenaga profesional kalau dinding tetap lembab setelah dicat ulang beberapa kali, ada garis bekas air di bagian bawah dinding, atau plesternya sudah keropos.

Daftar Referensi

  1. Permagard. Treating Dampness In Walls. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.permagard.co.uk/advice/treating-dampness-in-walls
  2. Saga. Beat condensation and damp with our expert advice for a mould-free home. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.saga.co.uk/magazine/homes/mould-free-home-beat-condensation-and-damp
  3. Homebuilding and Renovating. Damp: Your complete guide to causes, cures and prevention. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.homebuilding.co.uk/advice/damp
  4. Tom's Guide. What are the hidden risks of damp? Experts reveal all and tips to combat them. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.tomsguide.com/home/what-are-the-hidden-risks-of-dampness-experts-reveal-all-and-tips-to-combat-them
  5. Hounslow Council. Healthy Homes: A Guide to Managing Your Home to Prevent Damp and Mould. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.hounslow.gov.uk/downloads/file/10661/healthy-homes-a-guide-to-managing-your-home-to-prevent-damp-and-mould

(kpl/ums)

Rekomendasi

Trending