Cara Menggunakan Barcode Pertamina untuk Beli BBM Subsidi di SPBU
cara menggunakan barcode pertamina (h)
Kapanlagi.com - Barcode Pertamina adalah sistem identifikasi digital berbentuk QR Code yang digunakan dalam program Subsidi Tepat untuk memastikan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar disalurkan kepada konsumen yang berhak.[2] Memahami cara menggunakan barcode Pertamina kini menjadi kebutuhan wajib bagi setiap pemilik kendaraan roda empat yang ingin mengisi BBM bersubsidi di SPBU.
Proses penggunaannya cukup sederhana: cukup tunjukkan QR Code dari aplikasi MyPertamina atau cetakan (print out) kepada petugas SPBU, lalu petugas akan memindai kode tersebut untuk verifikasi kendaraan.[4] Setelah pemindaian berhasil dan data kendaraan terverifikasi, pengisian BBM subsidi dapat dilakukan seperti biasa dan pembayaran tetap bisa menggunakan uang tunai.
Sebelum dapat menggunakan barcode tersebut, tentu Anda perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftaran barcode Pertamina bisa dilakukan melalui website Subsidi Tepat, aplikasi MyPertamina, maupun langsung di booth SPBU.[8] Panduan lengkap cara menggunakan barcode Pertamina berikut ini akan membantu Anda mulai dari proses pendaftaran hingga penggunaan di SPBU.
Advertisement
Menurut Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, "Seluruh proses bisnis terlihat sehingga operasi selalu terjaga. Bahkan dari sisi distribusi, kami dapat memproses sekitar 15 juta data transaksi BBM subsidi per hari dan dengan digitalisasi, pengolahan data dapat tepat sasaran."[5]
1. 1. Cara Menggunakan Barcode Pertamina Saat Isi BBM di SPBU
Cara menggunakan barcode Pertamina saat mengisi BBM di SPBU dirancang agar praktis dan cepat. QR Code yang telah terdaftar berfungsi sebagai identitas digital kendaraan, sehingga petugas SPBU dapat memverifikasi kelayakan kendaraan Anda untuk membeli BBM bersubsidi secara otomatis.[9] Berikut langkah-langkahnya.
Siapkan QR Code kendaraan: Buka aplikasi MyPertamina di ponsel Anda, lalu akses menu Subsidi Tepat dan masukkan PIN Klaim untuk menampilkan QR Code.[8]
Datang ke SPBU terdekat: Kunjungi SPBU Pertamina yang telah menerapkan sistem Subsidi Tepat dan antre seperti biasa di jalur pengisian BBM subsidi.
Tunjukkan QR Code kepada petugas: Saat tiba giliran pengisian, perlihatkan tampilan QR Code di layar ponsel kepada operator SPBU.[4]
Petugas memindai barcode: Operator akan men-scan QR Code menggunakan perangkat pemindai untuk memverifikasi data kendaraan Anda dalam sistem.[4]
Pengisian BBM dilakukan: Jika data sesuai, pengisian BBM subsidi berjalan seperti biasa sesuai kuota yang berlaku.
Lakukan pembayaran: Pembayaran masih bisa dilakukan dengan uang tunai maupun metode pembayaran digital lainnya yang tersedia.
Perlu diingat bahwa barcode ini tidak bisa dipindahtangankan ke kendaraan lain karena terikat langsung dengan nomor polisi dan identitas kendaraan yang terdaftar.[8]
2. 2. Cara Menggunakan Barcode Pertamina Tanpa Ponsel
Tidak semua orang selalu membawa ponsel atau memiliki ponsel pintar. Pertamina memberikan solusi agar masyarakat tetap bisa menggunakan barcode Pertamina tanpa harus mengandalkan perangkat digital. Berikut cara menggunakan barcode Pertamina melalui cetakan QR Code.
Login ke akun Subsidi Tepat: Akses website subsiditepat.mypertamina.id dari komputer atau ponsel milik orang lain, lalu masuk menggunakan NIK dan kata sandi.[8]
Unduh QR Code: Setelah login, masukkan PIN Klaim untuk menampilkan QR Code, kemudian unduh atau simpan gambar QR Code tersebut.
Cetak QR Code: Print gambar QR Code pada kertas dengan kualitas cetak yang jelas agar mudah dipindai oleh petugas SPBU.[8]
Bawa cetakan ke SPBU: Saat hendak mengisi BBM, siapkan print out QR Code kendaraan yang sudah terdaftar.
Serahkan kepada operator SPBU: Berikan cetakan QR Code tersebut kepada petugas untuk dipindai dan diverifikasi.
Pengisian dan pembayaran: Setelah verifikasi berhasil, pengisian BBM subsidi dilakukan seperti biasa dan pembayaran tetap bisa secara tunai.
Baca juga: Langkah Mudah Membuat Barcode My Pertamina untuk Beli Pertalite
3. 3. Cara Mendaftarkan Barcode Pertamina Melalui Website Subsidi Tepat
Sebelum Anda bisa mempraktikkan cara menggunakan barcode Pertamina di SPBU, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendaftarkan kendaraan. Pendaftaran melalui website merupakan metode yang paling umum digunakan. Berikut tahapan lengkapnya berdasarkan informasi dari Kapanlagi.com.[8]
Akses situs resmi: Buka browser dan kunjungi laman subsiditepat.mypertamina.id. Pastikan menggunakan situs resmi untuk menghindari penipuan.[8]
Daftar akun baru: Klik menu "Daftar Akun Baru", baca persyaratan, centang kotak persetujuan, lalu klik "Daftar Sekarang".
Isi formulir pendaftaran: Masukkan nama lengkap, NIK, nomor ponsel, alamat email, dan buat kata sandi.[8]
Aktivasi akun via email: Cek inbox email (termasuk folder spam) untuk tautan aktivasi yang dikirim maksimal 24 jam setelah pendaftaran.
Login dan verifikasi data diri: Masuk menggunakan NIK dan kata sandi, input kode OTP yang dikirim, lalu lengkapi data diri sesuai KTP dan unggah foto KTP.
Daftarkan kendaraan: Pilih menu "BBM", klik "Unit Subsidi" dan "Tambah Unit", lalu masukkan nomor polisi, unggah foto STNK dan foto kendaraan.[8]
Buat PIN Klaim: Buat PIN yang mudah diingat karena akan digunakan setiap kali membuka QR Code di SPBU.
Tunggu verifikasi: Proses verifikasi kendaraan membutuhkan waktu 7 hingga 14 hari kerja. Pantau email secara rutin untuk notifikasi hasil verifikasi.[8]
Unduh QR Code: Jika pendaftaran disetujui, login ke akun, masukkan PIN Klaim, dan QR Code akan muncul untuk diunduh atau dicetak.
Menurut Kapanlagi.com, pendaftaran barcode Pertamina sepenuhnya gratis tanpa biaya administrasi. Jika ada pihak yang memungut biaya, segera laporkan ke layanan pelanggan Pertamina di nomor 135.[8]
4. 4. Cara Membuat Barcode Pertamina Lewat Aplikasi MyPertamina
Selain melalui website, Anda juga bisa mendaftar melalui aplikasi MyPertamina. Cara menggunakan barcode Pertamina akan lebih praktis jika barcode tersimpan langsung di aplikasi ponsel tanpa perlu dicetak. Berikut langkah pendaftarannya.
Unduh aplikasi MyPertamina: Dapatkan aplikasi dari Google Play Store (Android) atau App Store (iOS), lalu instal di ponsel Anda.[8]
Registrasi akun: Buka aplikasi, pilih menu "Daftar", masukkan nomor HP, dan buat PIN 6 digit sebagai kunci keamanan akun.
Verifikasi nomor HP: Masukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS untuk menyelesaikan verifikasi identitas.[8]
Pilih menu Subsidi Tepat: Setelah login, cari dan pilih menu "Subsidi Tepat" atau "Daftar dan Transaksi" dalam aplikasi.
Lengkapi data dan unggah dokumen: Masukkan data pribadi serta unggah dokumen seperti KTP, STNK, foto kendaraan, dan foto plat nomor.[8]
Pilih metode pembayaran: Hubungkan akun dengan e-wallet seperti LinkAja, OVO, atau GoPay untuk kemudahan transaksi digital.
Tunggu verifikasi: Proses verifikasi melalui aplikasi umumnya lebih cepat, sekitar 1 hingga 3 hari kerja.[8]
Akses barcode: Setelah disetujui, barcode akan langsung muncul di aplikasi dan siap digunakan saat membeli BBM bersubsidi di SPBU.
Keunggulan metode ini adalah barcode tersimpan otomatis di aplikasi tanpa perlu cetak manual. Aplikasi MyPertamina juga menyediakan fitur tambahan seperti pencarian SPBU terdekat, riwayat transaksi, pengumpulan poin reward, dan informasi harga BBM terkini.[9]
5. 5. Cara Daftar Barcode Pertamina Langsung di Booth SPBU
Bagi masyarakat yang kurang familiar dengan teknologi digital, Pertamina menyediakan opsi pendaftaran langsung di SPBU. Cara menggunakan barcode Pertamina setelah pendaftaran offline ini sama seperti metode lainnya. Berikut langkah-langkahnya.[8]
Siapkan dokumen asli: Bawa KTP, STNK, dan kendaraan Anda ke SPBU untuk keperluan foto dan verifikasi langsung.
Kunjungi SPBU yang menyediakan layanan: Datangi SPBU Pertamina terdekat yang memiliki booth pendaftaran Subsidi Tepat. Tidak semua SPBU memiliki fasilitas ini.[8]
Temui petugas di booth: Informasikan kepada petugas bahwa Anda ingin mendaftar untuk QR Code BBM subsidi.
Serahkan dokumen: Petugas akan membantu memverifikasi dokumen, mengisi formulir pendaftaran, dan mengunggah data ke sistem.[8]
Ikuti arahan petugas: Proses akan dipandu langsung termasuk pembuatan PIN Klaim dan pengambilan foto kendaraan jika diperlukan.
Tunggu proses verifikasi: Setelah data terkirim, proses verifikasi tetap memakan waktu maksimal 14 hari kerja.[8]
Heppy Wulansari, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, menyatakan: "Saat ini, pendaftaran Program Subsidi Tepat masih dibuka. Konsumen perlu menyiapkan dokumen yang nantinya akan diunggah di website."[3]
Baca juga: Panduan Daftar Barcode BBM Subsidi secara Offline
6. 6. Cara Mengecek Status Pendaftaran Barcode Pertamina
Setelah menyelesaikan pendaftaran, penting untuk memantau status verifikasi secara berkala. Mengetahui cara cek barcode Pertamina memastikan Anda siap saat hendak mengisi BBM subsidi. Berikut langkah-langkahnya.
Buka halaman cek status: Kunjungi laman subsiditepat.mypertamina.id/cekstatus/home/ melalui browser di ponsel atau komputer.[9]
Masukkan data identifikasi: Isi kolom yang tersedia dengan nomor polisi kendaraan, nomor HP yang terdaftar, dan NIK Anda.
Klik tombol Cari: Tekan tombol pencarian untuk melanjutkan proses pengecekan.
Lihat hasil di layar: Sistem akan menampilkan status pendaftaran secara real-time, apakah sedang diproses, disetujui, atau ditolak.[9]
Cek notifikasi email: Selain melalui website, pantau juga email terdaftar untuk mendapatkan pemberitahuan langsung dari tim verifikasi.
Jika status menunjukkan penolakan, biasanya disertai penjelasan penyebabnya seperti dokumen kurang jelas atau data tidak valid. Anda dapat memperbaiki dan mengajukan ulang pendaftaran.[9]
7. 7. Cara Mengatasi Pendaftaran Barcode Pertamina yang Ditolak
Penolakan pendaftaran barcode adalah hal yang cukup umum terjadi dan bukan berarti Anda tidak bisa lagi mendaftar. Dengan memahami cara menggunakan barcode Pertamina yang tepat sejak awal proses pendaftaran, masalah ini dapat diminimalkan. Berikut langkah penanganannya.
Periksa alasan penolakan: Cek email atau notifikasi di aplikasi untuk mengetahui alasan spesifik mengapa pendaftaran ditolak.
Perbaiki kualitas foto dokumen: Penyebab paling umum adalah foto dokumen yang buram, tidak jelas, atau terpotong. Ambil ulang foto dengan pencahayaan cukup dan tanpa efek.[8]
Pastikan data sesuai: Cocokkan nama di KTP dengan data di STNK. Ketidaksesuaian data merupakan alasan penolakan yang sering terjadi.
Ajukan ulang pendaftaran: Setelah memperbaiki dokumen, lakukan proses pengajuan ulang melalui website atau aplikasi.
Ajukan banding untuk kendaraan bekas: Jika nomor polisi sudah terdaftar atas nama pemilik sebelumnya, lampirkan foto BPKB, STNK, dan kendaraan untuk banding.[8]
Hubungi layanan pelanggan: Jika masalah berlanjut, hubungi Call Center MyPertamina di nomor 135 atau kirim email ke mypertamina@@pertamina.com.[8]
Baca juga: Panduan Lengkap Daftar Barcode Mobil untuk QR Code BBM Subsidi
8. Syarat dan Dokumen Wajib untuk Mendapatkan Barcode Pertamina
Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan semua dokumen tersedia dalam format digital yang jelas. Menurut Kapanlagi.com, setiap jenis kendaraan memiliki persyaratan dokumen yang berbeda.[8] Berikut rincian dokumen yang perlu disiapkan berdasarkan kategori kendaraan.
Foto KTP pemilik kendaraan: KTP asli yang masih berlaku, foto harus jelas dan semua informasi terbaca. Pastikan alamat di KTP sesuai dengan data pengguna.[8]
Foto STNK kendaraan: Sertakan foto STNK bagian depan dan belakang yang masih berlaku. Buka plastik laminasi agar tidak silau saat difoto.
Foto kendaraan: Ambil gambar kendaraan dari sudut depan agak menyamping (sekitar 45 derajat) agar nomor polisi dan jumlah roda terlihat jelas.
Foto KIR (untuk kendaraan komersial): Khusus kendaraan angkutan umum atau barang, sertakan foto KIR sebagai bukti kelayakan kendaraan.[8]
Surat rekomendasi (untuk kategori khusus): Diperlukan bagi kendaraan usaha perikanan, pertanian, atau layanan umum yang membutuhkan verifikasi dari instansi terkait (SKPD).
Foto diri tanpa aksesoris: Beberapa kategori pendaftaran memerlukan swafoto pemilik kendaraan tanpa kacamata atau masker.
Pastikan semua foto berformat JPG, JPEG, atau PNG dengan ukuran maksimal 30 MB. Gunakan hasil jepretan langsung dari dokumen asli, bukan hasil scan atau foto dari layar perangkat lain.
9. Kategori Kendaraan Penerima BBM Subsidi Berdasarkan Regulasi
Tidak semua kendaraan otomatis berhak mendapatkan barcode untuk BBM subsidi. Program Subsidi Tepat didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang mengatur kriteria penerima BBM bersubsidi secara ketat.[10] Menurut Kapanlagi.com, berikut kategori kendaraan yang berhak menerima subsidi Pertalite dan Solar.
Kendaraan pribadi roda empat: Untuk Pertalite, kapasitas mesin maksimal 1.400 cc. Untuk Solar subsidi, kapasitas maksimal 2.000 cc.[8]
Kendaraan umum berplat kuning: Angkutan penumpang umum yang terdaftar resmi berhak mendapatkan Solar subsidi.
Kendaraan angkutan barang: Kendaraan roda empat pengangkut barang, kecuali yang digunakan untuk pertambangan dan perkebunan besar.
Kendaraan layanan umum: Termasuk ambulans, mobil jenazah, truk sampah, dan pemadam kebakaran.
Transportasi air: Perahu bermotor tempel, kapal ASDP, dan pelayaran rakyat berbendera Indonesia dengan rekomendasi dari SKPD.
Usaha perikanan: Nelayan dengan kapal berukuran kurang dari atau sama dengan 30 GT yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan.[10]
Usaha pertanian: Petani atau kelompok tani dengan luas lahan maksimal 2 hektar, disertai rekomendasi dari SKPD.
Usaha mikro dan industri rumahan: Pelaku usaha mikro yang telah diverifikasi dan direkomendasikan oleh SKPD setempat.
Baca juga: Panduan Daftar Barcode Solar untuk QR Code MyPertamina
10. Tips Aman Menyimpan dan Menggunakan Barcode Pertamina
Keamanan QR Code adalah hal yang sangat penting karena barcode tersebut terhubung langsung dengan data pribadi dan kendaraan Anda. Menurut Kapanlagi.com, barcode MyPertamina juga berperan penting dalam mencegah penyalahgunaan subsidi BBM.[9] Berikut tips menjaga keamanan barcode agar cara menggunakan barcode Pertamina tetap aman.
Simpan di aplikasi MyPertamina: Metode paling aman adalah menyimpan barcode langsung di aplikasi, bukan hanya tangkapan layar yang bisa tersebar.[9]
Buat cadangan di cloud storage: Simpan juga screenshot barcode di cloud storage atau email pribadi sebagai cadangan jika ponsel hilang atau rusak.[9]
Jangan bagikan ke orang lain: Perlakukan QR Code seperti kata sandi. Jangan pernah membagikannya di media sosial atau kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.[8]
Aktifkan keamanan tambahan: Gunakan fitur PIN atau fingerprint pada aplikasi MyPertamina untuk lapisan keamanan ekstra.[9]
Jangan tempel di kendaraan: Hindari mencetak dan menempel barcode pada bodi kendaraan karena rawan disalahgunakan.
Periksa struk transaksi: Selalu cek struk setelah mengisi BBM untuk memastikan jumlah dan harga sesuai.
Laporkan aktivitas mencurigakan: Jika menemukan transaksi yang tidak dikenali, segera hubungi customer service Pertamina di nomor 135.[8]
11. Batas Kuota Pembelian BBM Subsidi dengan Barcode
Setelah berhasil mendaftarkan barcode, penting untuk memahami batasan kuota yang berlaku. Sistem ini dirancang untuk mencegah penimbunan BBM dan memastikan distribusi yang merata kepada seluruh masyarakat yang berhak.
Untuk Solar subsidi, kendaraan pribadi roda empat dibatasi maksimal 60 liter per hari, sementara kendaraan umum memiliki kuota yang lebih tinggi tergantung pada kategori dan kebutuhan operasional. Batas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengontrol konsumsi BBM bersubsidi agar sesuai dengan kuota nasional yang telah ditetapkan.
Menurut Kapanlagi.com, implementasi penuh QR Code telah membuat distribusi Pertalite lebih terkendali, dengan tingkat konsumsi berada di bawah 10 persen dari kuota yang ditetapkan.[10] Hal ini menunjukkan efektivitas sistem barcode dalam mengendalikan distribusi BBM subsidi secara nasional.
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap stabil meskipun harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian. Ini menjadi alasan pentingnya memiliki barcode agar tetap bisa menikmati harga terjangkau.
12. Perbandingan Sistem QR Code Subsidi BBM di Berbagai Negara
Indonesia bukan satu-satunya negara yang menggunakan sistem QR Code untuk mengelola distribusi bahan bakar. Pendekatan digital ini telah diadopsi oleh beberapa negara lain dengan berbagai model implementasi yang bisa menjadi perbandingan menarik.
Sri Lanka merupakan salah satu contoh yang paling menonjol. Menurut laporan AWS Public Sector Blog, negara tersebut menerapkan sistem National Fuel Pass berbasis QR Code pada 2022 saat menghadapi krisis ekonomi terburuk. Sistem ini "secara otomatis menghubungkan transaksi dengan pengemudi dan registrasi kendaraan mereka, yang menghilangkan ruang untuk transaksi curang, mencegah penimbunan, dan mengekang aktivitas pasar gelap."[1] Sistem tersebut bahkan berkontribusi dalam menekan biaya impor bahan bakar dari $500 juta menjadi $240 juta per bulan.[1]
Sementara itu, menurut analisis Global Data Justice, beberapa negara tetangga seperti Malaysia menggunakan pendekatan berbeda. Malaysia menjalankan Subsidised Diesel Control System (SDCS) di mana pengemudi truk yang memenuhi syarat mendapat kartu armada berbasis chip, tanpa memerlukan ponsel pintar atau swafoto.[2] Pendekatan ini menunjukkan bahwa kontrol kuota bisa dicapai melalui berbagai metode, tidak harus sepenuhnya bergantung pada teknologi smartphone.
Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci kinerja perusahaan. "Kami telah mulai menggunakan AI untuk memproses dan menganalisis data dengan lebih cepat, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang akurat," ujarnya.[5]
13. Peran Digitalisasi Pertamina dalam Distribusi BBM Subsidi
Program Subsidi Tepat merupakan bagian dari transformasi digital yang lebih luas di Pertamina. Sistem barcode tidak hanya berfungsi untuk verifikasi kendaraan, tetapi juga menjadi tulang punggung pengelolaan data distribusi BBM secara nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Pertamina telah mengembangkan Pertamina Digital Hub, yang sebelumnya dikenal sebagai Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC). Melalui pusat digital ini, seluruh proses distribusi energi dari hulu hingga hilir dapat dipantau secara efektif dan real-time.[5] Sistem ini mampu memproses jutaan data transaksi BBM subsidi per hari untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Fajriyah Usman, mantan VP Corporate Communication Pertamina, menyatakan: "Di sektor hilir, kami sangat berkomitmen untuk melayani energi nasional dengan lebih baik melalui digitalisasi SPBU dan terminal BBM. Sehingga kami dapat memantau ketersediaan dan ketahanan pasokan BBM di setiap wilayah."[7]
Menurut International Institute for Sustainable Development (IISD), subsidi bahan bakar dan kompensasi pembayaran kepada PT Pertamina mencakup sekitar 80 persen dari total subsidi minyak dan gas yang telah dikuantifikasi.[6] Dengan adanya sistem digital, pengelolaan anggaran subsidi yang sangat besar ini menjadi lebih transparan dan akuntabel, sekaligus melindungi keuangan negara dari kebocoran distribusi.
Baca juga: Cara Menggunakan Voucher Pertamina untuk Isi BBM dengan Mudah
14. FAQ
Apakah barcode Pertamina bisa digunakan di semua SPBU?
Barcode yang telah aktif dapat digunakan di seluruh SPBU Pertamina yang menjual BBM bersubsidi dan terdaftar dalam sistem MyPertamina di seluruh Indonesia. Namun, pastikan SPBU yang Anda kunjungi sudah menerapkan sistem Subsidi Tepat karena implementasi bisa berbeda di setiap wilayah.[8]
Berapa biaya untuk mendaftarkan barcode Pertamina?
Pendaftaran barcode Pertamina untuk membeli BBM subsidi sepenuhnya gratis tanpa biaya administrasi, baik melalui website, aplikasi MyPertamina, maupun booth SPBU. Jika ada pihak yang memungut biaya, segera laporkan ke layanan pelanggan Pertamina di nomor 135.[8]
Berapa lama proses verifikasi setelah mendaftar barcode?
Waktu verifikasi bervariasi tergantung metode pendaftaran. Melalui aplikasi MyPertamina, prosesnya memakan waktu 1 hingga 3 hari kerja. Sementara pendaftaran melalui website membutuhkan 7 hingga 14 hari kerja. Pastikan semua dokumen lengkap dan jelas agar verifikasi lebih cepat diproses.[8]
Bagaimana cara menggunakan barcode Pertamina jika ponsel mati?
Jika ponsel tidak bisa digunakan, Anda tetap bisa membeli BBM subsidi dengan menunjukkan print out QR Code yang sudah dicetak sebelumnya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu menyimpan cadangan cetakan barcode di dalam kendaraan sebagai antisipasi.
Apakah satu akun MyPertamina bisa untuk beberapa kendaraan?
Satu akun yang terdaftar dengan satu NIK dapat digunakan untuk mendaftarkan beberapa kendaraan yang memenuhi syarat. Setiap kendaraan akan mendapatkan QR Code yang berbeda dan bersifat unik sehingga tidak dapat saling dipertukarkan.
Apa yang terjadi jika barcode hilang atau disalahgunakan?
Jika barcode hilang atau Anda mencurigai penyalahgunaan, segera lakukan reset melalui akun Subsidi Tepat MyPertamina. Reset barcode bisa dilakukan maksimal sekali sehari. Penyalahgunaan barcode milik orang lain dapat berujung pada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah motor juga wajib memiliki barcode Pertamina?
Saat ini, kendaraan roda dua dan tiga belum diwajibkan memiliki QR Code untuk membeli BBM bersubsidi. Program Subsidi Tepat dengan barcode saat ini lebih difokuskan kepada kendaraan roda empat sesuai kebijakan pemerintah yang berlaku.
Daftar Referensi
- AWS Public Sector Blog. Sri Lanka's National Fuel Pass System: Tackling an Economic Crisis with Digital Public Infrastructure. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://aws.amazon.com/blogs/publicsector/sri-lankas-national-fuel-pass-system-tackling-an-economic-crisis-with-digital-public-infrastructure/
- Global Data Justice. When the Safety Net Becomes a Paywall: The Argument for Reforming Indonesia's Fuel Subsidy System. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://globaldatajustice.org/gdj/3108/
- Pertamina.com. Pertamina Patra Niaga Ready to Distribute Subsidized Fuels According to Government Quotas. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.pertamina.com/en/news-room/news-release/pertamina-patra-niaga-ready-to-distribute-subsidized-fuels-according-to-government-quotas
- The Bali Media. Bali's QR Code Revolution: Transforming Fuel Subsidy Distribution. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://thebalimedia.com/balis-qr-code-pertalite/
- Indo-Industry.com. Pertamina's Digitalization Boosts Energy Security, Efficiency, and Net Zero Goals. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.indo-industry.com/news/90363-pertamina%E2%80%99s-digitalization-boosts-energy-security,-efficiency,-and-net-zero-goals
- International Institute for Sustainable Development. Indonesia's Energy Support Measures. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.iisd.org/publications/digital-story/indonesia-energy-support-measures
- Pertamina.com. Digital Transformation, Pertamina's Effort to Improve Energy Service. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://pertamina.com/en/news-room/news-release/digital-transformation-pertamina-s-effort-to-improve-energy-service
- Kapanlagi.com. Cara Daftar Barcode Pertamina: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan BBM Subsidi. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.kapanlagi.com/feeds/cara-daftar-barcode-pertamina-panduan-lengkap-untuk-mendapatkan-bbm-subsidi-acbe5a155b.html
- Kapanlagi.com. Cara Cek Barcode Pertamina: Panduan Lengkap untuk Pengguna MyPertamina. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.kapanlagi.com/eksklusif/cara-cek-barcode-pertamina-panduan-lengkap-untuk-pengguna-mypertamina-9a15dfcb1b.html
- Kapanlagi.com. Cara Daftar Subsidi Pertalite: Panduan Lengkap Mendapatkan QR Code BBM Bersubsidi. Diakses pada 25 Maret 2026, dari https://www.kapanlagi.com/feeds/cara-daftar-subsidi-pertalite-panduan-lengkap-mendapatkan-qr-code-bbm-bersubsidi-254c7a155c.html
(kpl/fds)
Advertisement