Cara Menggunakan Seretide Diskus yang Benar untuk Asma dan PPOK
cara menggunakan seretide diskus (image by AI)
Kapanlagi.com - Seretide Diskus adalah obat inhalasi serbuk kering (dry powder inhaler) yang mengandung kombinasi salmeterol dan flutikason propionat untuk mengontrol gejala asma dan PPOK. Memahami cara menggunakan Seretide Diskus dengan tepat sangat krusial agar obat dapat bekerja secara optimal dan menjangkau saluran pernapasan bagian bawah.
Obat ini bekerja melalui dua mekanisme sekaligus: salmeterol sebagai bronkodilator jangka panjang melemaskan otot saluran napas agar udara lebih mudah masuk, sementara flutikason propionat sebagai kortikosteroid mengurangi peradangan di saluran napas. Cara menggunakan Seretide Diskus berbeda dari inhaler MDI biasa karena tidak memerlukan koordinasi antara tekanan tombol dan tarikan napas.
Seretide Diskus tersedia dalam tiga varian dosis, yaitu 50/100 mcg, 50/250 mcg, dan 50/500 mcg, masing-masing berisi 60 dosis yang sudah terukur secara akurat dan terlindungi secara higienis. Perangkat ini dilengkapi penghitung dosis (dose counter) di bagian atas yang menunjukkan jumlah dosis tersisa, dan angka 5 hingga 0 akan muncul dalam warna merah sebagai peringatan bahwa dosis hampir habis.
Advertisement
Seretide adalah obat untuk terapi pemeliharaan jangka panjang pada pasien asma dan PPOK yang hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter. Penting untuk diingat bahwa obat ini bukan untuk mengatasi serangan sesak napas mendadak, melainkan sebagai terapi pencegahan rutin.
1. Cara Menggunakan Seretide Diskus Langkah demi Langkah
Bagi pengguna baru maupun yang sudah berpengalaman, penting untuk selalu mengikuti prosedur yang benar saat memakai perangkat ini. Berikut cara menggunakan Seretide Diskus secara lengkap dalam lima langkah utama yang direkomendasikan oleh produsen.
Buka perangkat Diskus: Pegang bagian luar casing dengan satu tangan, lalu letakkan ibu jari tangan lainnya pada thumb grip. Dorong ibu jari menjauhi Anda hingga terdengar bunyi klik, dan Anda akan melihat mouthpiece terbuka.
Geser tuas untuk menyiapkan dosis: Pegang Diskus dalam posisi horizontal datar dengan mouthpiece menghadap ke arah Anda. Geser tuas menjauhi Anda sejauh mungkin hingga terdengar bunyi klik, yang menandakan satu dosis obat sudah siap di mouthpiece.
Hembuskan napas terlebih dahulu: Jauhkan Diskus dari mulut Anda, lalu hembuskan napas sepenuhnya hingga senyaman mungkin. Jangan pernah menghembuskan napas ke dalam Diskus karena kelembapan dari napas dapat merusak serbuk obat di dalamnya.
Hirup obat dengan benar: Letakkan mouthpiece di bibir Anda, rapatkan bibir mengelilinginya, lalu tarik napas secara stabil dan dalam melalui mulut, bukan melalui hidung. Lepaskan Diskus dari mulut, kemudian tahan napas selama sekitar 10 detik atau selama nyaman.
Tutup dan berkumur: Tutup Diskus dengan menggeser thumb grip kembali ke arah Anda hingga berbunyi klik. Tuas akan otomatis kembali ke posisi awal. Setelah itu, berkumurlah dengan air lalu buang airnya, jangan ditelan.
Setelah menghirup obat dari Diskus, penting untuk menahan napas agar obat dapat menyebar secara optimal ke saluran pernapasan sebelum Anda menghembuskan napas secara perlahan.
2. Cara Menggunakan Seretide Diskus yang Baru Pertama Kali Dibuka
Saat baru membeli Seretide Diskus, ada beberapa persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum pemakaian pertama. Berikut cara menggunakan Seretide Diskus yang baru dibuka dari kemasannya agar obat tetap efektif.
Buka kemasan foil dengan hati-hati: Sobek pembungkus foil di sepanjang tepi bergerigi. Catat tanggal pembukaan pada label Diskus, karena perangkat ini harus dibuang satu bulan setelah pembungkus foil dibuka.
Periksa penghitung dosis: Pastikan angka pada penghitung dosis di bagian atas Diskus menunjukkan angka 60, yang berarti perangkat masih penuh dan belum pernah digunakan.
Tidak perlu tes semprot: Berbeda dengan inhaler MDI, Seretide Diskus tidak memerlukan tes semprot (priming) sebelum penggunaan pertama karena setiap dosis sudah tersegel dalam blister individual.
Jangan coba membongkar perangkat: Jangan pernah mencoba membuka atau membongkar bagian dalam Diskus karena dapat merusak mekanisme penyaluran dosis.
Catat jadwal pemakaian harian: Tentukan dua waktu tetap setiap hari untuk menggunakan Diskus, idealnya dengan jarak sekitar 12 jam, agar pengobatan lebih efektif.
Satu hal unik tentang Diskus yang membedakannya dari inhaler serbuk kering lainnya adalah sistem sealed blister yang menjaga setiap dosis tetap terlindungi dari faktor lingkungan seperti kelembapan. Menurut sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan di PubMed Central, desain ini memastikan "keseragaman dosis terjamin" karena setiap dosis disiapkan dan dikemas secara terpisah di pabrik.
3. Cara Menggunakan Seretide Diskus dengan Teknik Inhalasi yang Tepat
Teknik inhalasi yang benar sangat menentukan efektivitas pengobatan. Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan teknik inhalasi masih sangat umum terjadi dan berkaitan erat dengan kontrol penyakit yang buruk. Berikut cara menggunakan Seretide Diskus dengan fokus pada teknik pernapasan yang optimal.
Posisikan tubuh dengan benar: Berdirilah atau duduk dengan tegak agar paru-paru dapat mengembang secara maksimal saat menghirup obat.
Buang napas sepenuhnya sebelum menghirup: Sebelum meletakkan mouthpiece di mulut, hembuskan napas sejauh yang nyaman. Pastikan udara di paru-paru sudah keluar sebanyak mungkin agar ruang tersedia untuk menghirup obat secara maksimal.
Hirup secara stabil dan dalam melalui mulut: Tarik napas secara stabil dan dalam melalui Diskus, bukan melalui hidung. Untuk Diskus, yang diperlukan adalah tarikan napas yang stabil dan dalam (steady deep inhalation), berbeda dari Turbuhaler yang membutuhkan tarikan paksa.
Tahan napas selama 10 detik: Setelah menghirup, lepaskan Diskus dari mulut dan tahan napas selama sekitar 10 detik atau selama nyaman. Langkah ini memungkinkan partikel obat mengendap di saluran napas bagian bawah.
Hembuskan napas perlahan menjauhi perangkat: Hembuskan napas secara perlahan setelah menahan napas. Pastikan Anda tidak menghembuskan napas ke dalam Diskus.
4. Cara Menggunakan Seretide Diskus pada Anak-Anak
Penggunaan Seretide Diskus pada anak memerlukan perhatian ekstra dari orang tua atau pengasuh. Seretide Diskus hanya direkomendasikan untuk anak berusia 4 tahun ke atas karena perangkat ini telah terbukti efektif pada anak seusia itu berkat kemampuannya beroperasi pada laju aliran inspirasi yang rendah. Berikut cara menggunakan Seretide Diskus untuk anak dengan aman.
Pastikan anak dalam posisi duduk atau berdiri tegak: Anak harus dalam posisi yang nyaman dan stabil saat menggunakan Diskus agar proses inhalasi berjalan lancar.
Bantu anak membuka dan menyiapkan Diskus: Orang tua sebaiknya membantu anak membuka perangkat dan menggeser tuas sampai berbunyi klik. Pengasuh harus memastikan anak menggunakan teknik inhalasi yang benar.
Ajarkan anak bernapas melalui mulut: Pastikan anak memahami untuk menarik napas melalui mulut, bukan hidung, saat menghirup obat dari Diskus.
Tahan napas sesuai kemampuan anak: Minta anak menahan napas selama beberapa detik setelah menghirup. Tidak perlu memaksakan jika anak tidak mampu menahan selama 10 detik penuh.
Awasi anak berkumur setelah pemakaian: Pastikan anak berkumur dengan air dan membuang airnya setelah setiap kali menggunakan Diskus untuk mencegah infeksi jamur di mulut.
Dosis Seretide Diskus untuk anak usia 4-12 tahun adalah 1 inhalasi dua kali sehari menggunakan Seretide Diskus 100. Perlu diketahui pula bahwa penggunaan kortikosteroid inhalasi jangka panjang pada anak memerlukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin oleh dokter.
5. Cara Membersihkan dan Merawat Seretide Diskus Setelah Pemakaian
Perawatan Seretide Diskus tergolong mudah karena perangkat ini tidak memerlukan perawatan khusus (maintenance-free) dan tidak perlu diisi ulang. Namun, tetap ada langkah-langkah penting dalam cara menggunakan Seretide Diskus yang mencakup aspek kebersihan alat.
Bersihkan mouthpiece dengan kain kering: Setelah setiap penggunaan, lap bagian mouthpiece Diskus menggunakan tisu kering atau kain kering. Jangan pernah mencuci mouthpiece atau bagian mana pun dari Diskus dengan air karena kelembapan dapat merusak serbuk obat.
Jangan gunakan air atau cairan pembersih: Inhaler jenis dry powder sangat sensitif terhadap kelembapan. Uap air dapat menyebabkan serbuk obat menggumpal dan menyumbat perangkat, sehingga obat tidak dapat mencapai paru-paru secara efektif.
Selalu tutup Diskus setelah digunakan: Pastikan perangkat dalam keadaan tertutup saat tidak digunakan untuk melindungi obat dari paparan udara dan kelembapan lingkungan.
Periksa penghitung dosis secara rutin: Setiap kali selesai menggunakan, periksa angka pada penghitung dosis untuk mengetahui sisa obat yang tersedia. Segera dapatkan Diskus baru sebelum dosis habis.
6. Dosis Seretide Diskus yang Direkomendasikan untuk Asma dan PPOK
Dosis Seretide Diskus ditetapkan oleh dokter berdasarkan kondisi medis, usia, dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut panduan umum dosis yang perlu diketahui.
Dewasa dan remaja di atas 12 tahun (Asma): 1 inhalasi dua kali sehari, dengan pilihan dosis Seretide Diskus 100, Diskus 250, atau Diskus 500, tergantung tingkat keparahan asma.
Anak usia 4-12 tahun (Asma): 1 inhalasi dua kali sehari menggunakan Seretide Diskus 100 (salmeterol 50 mcg dan flutikason propionat 100 mcg).
Dewasa dengan PPOK: 1 inhalasi dua kali sehari menggunakan Seretide Diskus 500 (salmeterol 50 mcg dan flutikason propionat 500 mcg).
Anak di bawah 4 tahun: Penggunaan Seretide Diskus tidak direkomendasikan karena belum tersedia data keamanan yang memadai untuk kelompok usia ini.
Penyesuaian dosis: Dosis harus dipertahankan pada level paling rendah yang efektif untuk menjaga kestabilan jangka panjang. Dokter akan mengevaluasi secara berkala dan dapat menyesuaikan dosis sesuai perkembangan kondisi pasien.
Jadwal penggunaan: Gunakan obat secara rutin pada waktu yang sama setiap hari, idealnya dengan jarak 12 jam antara dosis pertama dan kedua. Konsistensi waktu akan memberikan efek terbaik.
Angka pada setiap varian Seretide Diskus (100, 250, 500) menunjukkan besaran dosis flutikason propionat yang terkandung, sementara salmeterol pada semua varian tetap 50 mcg per dosis. Jangan pernah mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.
7. Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Menggunakan Inhaler Diskus
Meskipun Diskus dirancang agar mudah digunakan, banyak pasien masih melakukan kesalahan teknis yang mengurangi efektivitas pengobatan. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Pharmacology menunjukkan bahwa edukasi yang memadai dapat memperbaiki teknik inhalasi secara signifikan. Diperkirakan hingga 92% pasien dengan gangguan pernapasan tidak menggunakan inhaler mereka secara benar.
Menghembuskan napas ke dalam Diskus: Ini adalah kesalahan kritis yang dapat menyebabkan kelembapan merusak serbuk obat. Selalu hembuskan napas menjauhi perangkat sebelum menghirup.
Tidak menghembuskan napas sepenuhnya sebelum menghirup: Jika paru-paru masih penuh udara, obat tidak dapat masuk secara optimal ke saluran pernapasan bagian bawah.
Menghirup melalui hidung: Obat dalam Diskus harus dihirup melalui mulut, bukan hidung, agar partikel serbuk dapat langsung mencapai paru-paru.
Tidak menahan napas setelah inhalasi: Melewatkan langkah menahan napas 5-10 detik dapat membuat obat kembali keluar sebelum sempat mengendap di saluran napas.
Memainkan tuas tanpa bermaksud menghirup: Setiap kali tuas digeser, satu dosis obat akan tersedia. Jangan memainkan tuas karena dosis yang sudah disiapkan akan terbuang sia-sia.
Lupa berkumur setelah pemakaian: Tidak berkumur setelah menggunakan Seretide Diskus dapat meningkatkan risiko sariawan atau infeksi jamur (kandidiasis oral) akibat kortikosteroid yang tertinggal di rongga mulut.
Menggunakan spacer: Jangan pernah menggunakan spacer atau valved holding chamber bersama perangkat Diskus. Spacer hanya dirancang untuk inhaler MDI.
8. Peringatan Penting Sebelum Memakai Seretide Diskus
Sebelum mulai menggunakan Seretide Diskus, ada sejumlah kondisi kesehatan dan hal penting yang wajib dikonsultasikan kepada dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Menurut Alodokter, pasien perlu memberitahu dokter apabila memiliki riwayat penyakit jantung koroner, gagal jantung, angina, aritmia, hipertensi, diabetes, gangguan tiroid, glaukoma, katarak, hipokalemia, atau infeksi paru seperti tuberkulosis. Selain itu, bagi ibu hamil dan menyusui, penggunaan Seretide Diskus harus dipertimbangkan secara ketat oleh dokter karena termasuk kategori C untuk kehamilan.
Hal krusial lainnya adalah Seretide Diskus mengandung laktosa monohidrat hingga 12,5 miligram per dosis. Eksipien laktosa ini mengandung sejumlah kecil protein susu yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada pasien dengan alergi protein susu yang berat. Jumlah laktosa dalam obat ini umumnya tidak menimbulkan masalah bagi penderita intoleransi laktosa biasa.
Perlu diingat pula bahwa menghentikan penggunaan Seretide secara mendadak sangat tidak dianjurkan karena dapat memperburuk gejala pernapasan dan dalam kasus yang jarang terjadi dapat menyebabkan masalah pada kelenjar adrenal. Jangan lupa untuk selalu menyediakan inhaler pereda cepat seperti salbutamol untuk mengatasi serangan sesak mendadak.
9. Efek Samping yang Mungkin Timbul dari Penggunaan Seretide Diskus
Seperti semua obat, Seretide Diskus dapat menimbulkan efek samping pada sebagian pengguna. Memahami efek samping potensial merupakan bagian penting dalam cara menggunakan Seretide Diskus yang bertanggung jawab. Berikut adalah efek samping yang perlu diwaspadai berdasarkan frekuensinya.
Efek samping umum: Iritasi tenggorokan atau suara serak, kandidiasis oral (infeksi jamur mulut), sakit kepala, kram otot, dan nyeri sendi. Untuk mengurangi risiko kandidiasis dan suara serak, berkumurlah secara menyeluruh dengan air dan kumur-kumur setelah setiap penggunaan.
Efek samping pada pasien PPOK: Obat ini dapat meningkatkan risiko pneumonia (infeksi paru-paru) pada pasien dalam pengobatan PPOK, dengan gejala seperti demam, peningkatan lendir, perubahan warna lendir, serta batuk yang semakin sering.
Efek samping jarang terjadi: Tremor, takikardia (detak jantung cepat), hiperglikemia, katarak, peradangan sinus, ruam kulit, kecemasan, serta gangguan tidur.
Reaksi alergi berat: Segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas yang memburuk, bengkak di wajah atau bibir, ruam gatal parah, atau detak jantung tidak teratur.
Bronkospasme paradoksal: Dalam kasus yang sangat jarang, menghirup obat justru dapat memicu penyempitan saluran napas secara tiba-tiba. Jika pernapasan memburuk segera setelah menggunakan Seretide, hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter.
10. Penyimpanan dan Masa Pakai Seretide Diskus Setelah Dibuka
Penyimpanan yang benar merupakan aspek penting yang sering diabaikan dalam cara menggunakan Seretide Diskus. Kondisi penyimpanan yang tidak tepat dapat memengaruhi stabilitas serbuk obat dan mengurangi efektivitas terapi. Sebuah survei terhadap pasien asma menunjukkan bahwa dua pertiga pasien menyimpan perangkat inhaler mereka dalam kondisi yang tidak optimal.
Simpan Seretide Diskus pada suhu di bawah 30°C, di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung serta jauhkan dari jangkauan anak-anak. Produsen Diskus merekomendasikan agar perangkat tidak disimpan pada suhu di atas 30°C, dan badan regulasi mengharuskan inhaler diuji stabilitasnya dalam jangka panjang pada suhu 25°C dan kelembapan relatif 60%.
Khusus untuk Diskus, kelembapan adalah musuh utamanya. Pada inhaler serbuk kering, uap air bahkan hanya dari kelembapan udara dapat menyebabkan serbuk obat menggumpal, sehingga lebih sulit mencapai paru-paru atau bahkan menyumbat perangkat. Oleh karena itu, jangan pernah menyimpan Diskus di kamar mandi yang lembap.
Setelah pembungkus foil dibuka, Diskus harus digunakan dalam jangka waktu tertentu dan dibuang ketika penghitung dosis menunjukkan angka 0, yang berarti perangkat sudah kosong. Jangan pernah menggunakan Diskus yang penghitung dosisnya sudah menunjukkan angka 0.
11. Perbedaan Seretide Diskus dan Seretide Inhaler MDI
Seretide tersedia dalam dua bentuk sediaan utama, yaitu Diskus (accuhaler) dan Inhaler MDI (metered dose inhaler). Memahami perbedaan keduanya penting agar pasien tidak keliru dalam penggunaannya. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk obat dan cara penggunaan.
Bentuk obat: Diskus berisi serbuk kering (dry powder) yang tersimpan dalam blister individual, sementara MDI menggunakan aerosol bertekanan yang menyemprotkan obat dalam bentuk kabut halus.
Cara pemakaian: Diskus hanya memerlukan tarikan napas yang stabil dan dalam tanpa perlu koordinasi tangan-napas, sedangkan MDI memerlukan koordinasi yang tepat antara tekanan canister dan tarikan napas.
Penggunaan spacer: MDI dapat menggunakan spacer untuk membantu pasien yang kesulitan koordinasi, sedangkan Diskus tidak boleh digunakan bersama spacer.
Persiapan sebelum pakai: MDI perlu dikocok sebelum digunakan dan memerlukan tes semprot saat penggunaan pertama, sementara Diskus tidak perlu dikocok maupun dilakukan priming.
Konsistensi dosis: Sebuah studi menunjukkan bahwa output dari Diskus konsisten pada berbagai laju aliran inspirasi, sementara output dari beberapa inhaler serbuk kering lainnya bervariasi secara signifikan pada rentang yang sama.
Dosis tersedia: Diskus memiliki varian dosis flutikason 100, 250, dan 500 mcg (dengan salmeterol tetap 50 mcg), sedangkan MDI tersedia dalam dosis flutikason 50 dan 125 mcg (dengan salmeterol 25 mcg per semprot).
Sensitivitas terhadap lingkungan: Diskus lebih sensitif terhadap kelembapan, sedangkan MDI lebih sensitif terhadap suhu ekstrem karena menggunakan canister bertekanan.
12. Interaksi Obat yang Perlu Diperhatikan saat Memakai Seretide Diskus
Seretide Diskus dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain yang berpotensi meningkatkan risiko efek samping atau mengurangi efektivitas pengobatan. Selalu informasikan semua obat yang sedang dikonsumsi kepada dokter sebelum memulai terapi Seretide.
Beta blocker: Penggunaan bersama beta blocker seperti propranolol dapat mengurangi efektivitas salmeterol dan berpotensi menyebabkan bronkospasme serius.
Inhibitor CYP3A4: Obat antijamur golongan azole seperti ketoconazole dan obat HIV seperti ritonavir dapat meningkatkan kadar flutikason dalam darah, sehingga meningkatkan risiko efek samping sistemik.
Diuretik: Penggunaan bersamaan dengan diuretik dapat meningkatkan risiko hipokalemia (penurunan kadar kalium dalam darah).
Antidepresan trisiklik dan inhibitor MAO: Obat-obatan ini dapat mempotensiasi efek salmeterol pada sistem vaskular.
Obat yang memengaruhi irama jantung: Penggunaan bersama amiodarone, quinidine, atau erythromycin dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
13. Tips agar Terapi Seretide Diskus Lebih Efektif
Agar pengobatan dengan Seretide Diskus memberikan hasil terbaik, ada sejumlah tips praktis yang sebaiknya diterapkan. Terapi inhalasi hanya akan berhasil jika pasien konsisten menggunakan obat dan menerapkan teknik yang benar setiap hari.
Gunakan di waktu yang sama setiap hari: Konsistensi jadwal akan memberikan efek terbaik dan membantu Anda mengingat untuk menggunakan obat.
Minta evaluasi teknik secara berkala: Mintalah dokter atau apoteker untuk memeriksa teknik inhalasi Anda dari waktu ke waktu. Menggunakan Seretide Diskus secara tidak tepat berarti obat tidak akan membantu asma atau PPOK sebagaimana mestinya.
Selalu bawa inhaler pereda: Tetap sediakan inhaler pelega cepat seperti salbutamol untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan sesak mendadak.
Catat dan pantau gejala: Jika Anda merasa semakin sering membutuhkan inhaler pereda, hal tersebut menandakan kontrol penyakit sedang memburuk dan perlu segera berkonsultasi ke dokter.
Hindari kontak dengan penderita penyakit menular: Kortikosteroid dalam Seretide dapat sedikit menurunkan sistem imun lokal, sehingga sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita campak, cacar air, atau flu.
Jangan berhenti tanpa arahan dokter: Meskipun gejala sudah membaik, jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba. Dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap jika kondisi sudah terkontrol.
14. FAQ
Apakah Seretide Diskus bisa digunakan saat serangan asma mendadak?
Tidak. Seretide Diskus adalah obat pengontrol (controller) yang digunakan secara rutin setiap hari untuk mencegah gejala asma dan PPOK. Untuk serangan sesak napas mendadak, Anda memerlukan inhaler pereda cepat (reliever) seperti salbutamol. Cara menggunakan Seretide Diskus yang benar adalah dengan memakainya secara teratur, bukan hanya saat gejala muncul.
Berapa kali sehari Seretide Diskus harus digunakan?
Umumnya, Seretide Diskus digunakan sebanyak 1 inhalasi, dua kali sehari, dengan jarak sekitar 12 jam. Dosis spesifik bergantung pada kondisi dan usia pasien, serta harus sesuai resep dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa konsultasi medis.
Mengapa harus berkumur setelah menggunakan Seretide Diskus?
Berkumur dengan air setelah menggunakan Seretide Diskus bertujuan untuk membersihkan sisa kortikosteroid (flutikason propionat) yang tertinggal di rongga mulut dan tenggorokan. Langkah ini penting untuk mencegah infeksi jamur mulut (kandidiasis oral) dan iritasi tenggorokan. Pastikan air kumur dibuang dan tidak ditelan.
Apakah Seretide Diskus boleh dicuci dengan air?
Tidak. Jangan pernah mencuci Seretide Diskus atau bagian mana pun dari perangkat dengan air. Kelembapan dapat merusak serbuk obat di dalamnya. Cukup bersihkan bagian mouthpiece dengan tisu atau kain kering. Cara menggunakan Seretide Diskus yang benar termasuk menjaga agar perangkat selalu dalam kondisi kering.
Apa yang harus dilakukan jika lupa menggunakan Seretide Diskus?
Jika Anda lupa menggunakan Seretide Diskus, segera gunakan saat teringat apabila jadwal dosis berikutnya masih lama. Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan dengan jadwal biasa. Jangan menggunakan dua dosis sekaligus untuk mengganti dosis yang terlewat.
Berapa lama Seretide Diskus bisa digunakan setelah dibuka?
Setelah pembungkus foil dibuka, Seretide Diskus sebaiknya digunakan dalam jangka waktu yang direkomendasikan oleh produsen. Perangkat juga harus dibuang ketika penghitung dosis menunjukkan angka 0, yang berarti semua dosis sudah habis. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa dan catat tanggal pembukaan foil pada label perangkat.
Apakah Seretide Diskus aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Seretide Diskus termasuk kategori C untuk kehamilan, artinya studi pada hewan menunjukkan risiko pada janin namun belum ada studi terkontrol pada manusia. Kandungan obat juga berpotensi terserap ke dalam ASI. Keputusan untuk menggunakan Seretide Diskus saat hamil atau menyusui harus melalui pertimbangan dokter dengan membandingkan manfaat dan risiko secara individual.
(kpl/mda)
Advertisement