Cara Menggunakan Sorban: Panduan Lengkap untuk Tampil Elegan dan Bermakna
cara menggunakan sorban
Kapanlagi.com - Sorban merupakan penutup kepala tradisional yang telah menjadi bagian penting dari budaya dan identitas umat Muslim di berbagai belahan dunia. Kain panjang yang biasanya dibentuk menjadi kerucut atau segitiga ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ibadah, tetapi juga sebagai simbol kesopanan dan keanggunan. Cara menggunakan sorban yang tepat dapat meningkatkan penampilan sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap tradisi keagamaan.
Di Indonesia, sorban sering dikaitkan dengan acara-acara keagamaan seperti perayaan Idul Fitri, Idul Adha, atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Penggunaannya tidak terbatas pada kalangan ulama atau tokoh agama saja, melainkan telah merambah ke masyarakat umum yang ingin tampil lebih khidmat dan elegan. Memahami cara menggunakan sorban dengan benar akan membantu Anda tampil percaya diri dalam berbagai kesempatan.
Menariknya, sorban kini juga telah bertransformasi menjadi elemen fashion yang stylish dan modern. Banyak orang mengkreasikan cara menggunakan sorban tidak hanya di kepala, tetapi juga di leher, sebagai syal, bahkan sebagai pelengkap outer untuk tampilan yang lebih menarik dan kontemporer.
Advertisement
1. Pengertian dan Makna Sorban dalam Islam
Sorban atau dalam bahasa Arab disebut imamah adalah kain panjang yang digunakan sebagai penutup kepala. Secara historis, sorban berasal dari tradisi bangsa Arab yang kemudian ditransformasikan menjadi bagian dari ajaran agama Islam. Sorban memiliki makna simbolis yang mendalam, melambangkan kehormatan, kesopanan, dan ketaatan kepada ajaran agama.
Dalam konteks keagamaan, penggunaan sorban termasuk dalam kategori sunnah filiyah atau sunnah perbuatan Nabi Muhammad SAW. Banyak hadis shahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sering menggunakan sorban dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berkhutbah dan memimpin umat. Hal ini menjadikan sorban bukan sekadar aksesori, melainkan bagian dari identitas seorang Muslim yang taat.
Sorban juga dipercaya membawa keberkahan bagi pemakainya. Penggunaan sorban dengan niat yang ikhlas dan sesuai tuntunan agama dapat mendatangkan pahala serta mempererat hubungan antara hamba dengan Allah SWT. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa shalat dengan memakai sorban memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan tanpa menggunakannya.
Selain aspek spiritual, sorban juga berfungsi sebagai penanda identitas dan status sosial di beberapa daerah. Di Indonesia, sorban sering digunakan sebagai bagian dari pakaian adat seperti Melayu, Betawi, dan Jawa. Penggunaannya dalam acara formal seperti pernikahan atau khitanan menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.
2. Cara Menggunakan Sorban di Kepala
Menggunakan sorban di kepala merupakan cara paling tradisional dan umum dilakukan, terutama dalam konteks ibadah dan acara keagamaan. Berikut adalah langkah-langkah detail untuk memakai sorban di kepala dengan rapi dan nyaman:
- Pilih Sorban yang Sesuai: Pilih sorban dengan bahan yang nyaman seperti katun atau sutra, dan pastikan ukurannya cukup panjang untuk dililitkan di kepala. Warna putih atau hitam adalah pilihan klasik yang sering digunakan.
- Pasang Dalaman Sorban: Kenakan terlebih dahulu dalaman sorban (biasanya berwarna putih) untuk memudahkan pemasangan dan menjaga kerapian. Letakkan dalaman di dahi, lalu putar mengelilingi kepala hingga menutupi seluruh bagian kepala.
- Lipat Sorban Membentuk Segitiga: Ambil kain sorban dan lipat menjadi bentuk segitiga dengan ujung mengarah ke belakang kepala. Pastikan lipatan rapi dan tidak terlalu tebal agar nyaman dipakai.
- Letakkan di Atas Kepala: Posisikan sorban di atas kepala dengan bagian tengah menutupi dahi, tepat di atas garis rambut. Pastikan posisinya simetris dan tidak miring ke salah satu sisi.
- Lilitkan Sorban: Tarik kedua ujung sorban ke belakang kepala, lalu lilitkan ke arah depan dengan gerakan menyilang. Gigit salah satu ujung sorban untuk menahannya agar mudah diatur. Lakukan lilitan secara bertahap, sedikit miring ke atas, hingga membentuk lapisan yang rapi dan berundak-undak.
- Ikat dengan Simpul: Setelah lilitan mencapai bentuk yang diinginkan, ikat kedua ujung sorban di bagian belakang atau samping kepala dengan simpul yang kuat namun tidak terlalu ketat. Sisipkan ujung sorban di balik lilitan agar tidak lepas.
- Rapikan Tampilan: Sesuaikan bagian depan dan belakang sorban agar terlihat simetris dan rapi. Pastikan sorban tidak menutupi mata dan tetap nyaman dipakai dalam waktu lama.
Cara menggunakan sorban di kepala ini memerlukan latihan agar hasilnya maksimal. Jangan berkecil hati jika percobaan pertama belum sempurna, karena dengan berlatih secara rutin, Anda akan semakin mahir dan cepat dalam memasangnya.
3. Cara Menggunakan Sorban di Leher
Selain di kepala, cara menggunakan sorban di leher juga sangat populer, terutama di Indonesia. Gaya ini memberikan kesan elegan dan praktis, cocok untuk berbagai acara formal maupun semi-formal. Berikut adalah beberapa teknik memakai sorban di leher:
- Mengalungkan Sorban Sederhana: Cara paling mudah adalah dengan melipat sorban menjadi bentuk persegi panjang atau segitiga, lalu mengalungkannya di leher dengan kedua ujung menjuntai di bagian depan dada. Pastikan panjang kedua ujung sama agar terlihat simetris.
- Mengikat dengan Ujung di Depan: Lipat sorban menjadi bentuk segitiga dengan sudut mengarah ke bawah. Letakkan di leher dengan sudut segitiga di bagian depan dada. Silangkan kedua ujung sorban di belakang leher, lalu bawa kembali ke depan dan buat simpul kecil. Rapikan agar terlihat rapi dan tidak kusut.
- Mengikat dengan Ujung di Belakang: Letakkan sorban di leher dengan posisi horizontal. Silangkan kedua ujung sorban saling tumpang tindih, lalu bawa ke belakang leher dan ikat di bawah kain sorban. Tampilan ini lebih ringkas dan rapi, dengan bagian depan membentuk segitiga yang menyudut ke bawah.
- Gaya Segitiga Terbalik: Letakkan sorban di atas kepala secara horizontal dengan ujung segitiga di punggung. Turunkan ke leher, lalu silangkan kedua ujung dan ikat di belakang. Bagian segitiga yang tadinya di punggung akan menutupi ikatan, menciptakan tampilan yang unik dengan sudut lancip di bagian bawah belakang leher.
Cara menggunakan sorban di leher ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jenis pakaian yang dikenakan. Anda bisa memilih warna dan motif sorban yang kontras atau senada dengan busana untuk menciptakan harmoni visual yang menarik.
4. Cara Menggunakan Sorban sebagai Pelengkap Fashion
Sorban tidak hanya terbatas pada fungsi tradisional, tetapi juga dapat menjadi elemen fashion yang menambah nilai estetika pada penampilan. Berikut beberapa cara kreatif menggunakan sorban sebagai pelengkap busana:
Sorban sebagai Syal: Lipat sorban menjadi bentuk persegi panjang yang tidak terlalu lebar, lalu lilitkan di leher seperti memakai syal pada umumnya. Anda bisa membuat beberapa simpul di bagian depan untuk tampilan yang lebih stylish. Cara ini sangat cocok untuk cuaca dingin atau saat ingin menambahkan aksen pada outfit kasual.
Sorban sebagai Pelengkap Outer: Kalungkan sorban di leher dengan kedua ujung menjuntai di bagian depan dada, lalu kenakan outer seperti blazer atau cardigan. Biarkan sorban terlihat dari balik outer yang sedikit terbuka untuk menciptakan layer yang menarik. Tambahkan aksesori seperti bros atau pin untuk detail yang lebih personal.
Sorban sebagai Masker Alternatif: Dalam situasi tertentu, sorban dapat digunakan sebagai masker tambahan. Lipat sorban menjadi segitiga, letakkan di wajah dengan bagian atas menutupi hidung dan bagian bawah menutupi mulut. Tarik kedua ujung ke belakang kepala dan ikat dengan kuat. Pastikan sorban terbuat dari bahan yang cukup tebal dan menutupi area wajah dengan rapat tanpa celah.
Sorban sebagai Aksesori Bahu: Letakkan sorban di atas salah satu bahu dengan ujung menjuntai hingga dada, lalu bungkus seperti cara memakai syal. Tarik ujung sorban ke atas dan bungkus di belakang leher untuk menciptakan tampilan asimetris yang unik dan modern. Gaya ini cocok untuk acara semi-formal atau pemotretan.
Kreativitas dalam cara menggunakan sorban sebagai elemen fashion menunjukkan bahwa tradisi dapat berpadu harmonis dengan gaya kontemporer. Pilihlah sorban dengan warna dan motif yang sesuai dengan kepribadian dan gaya berpakaian Anda untuk hasil yang maksimal.
5. Tips Memilih dan Merawat Sorban
Agar cara menggunakan sorban memberikan hasil yang optimal, pemilihan dan perawatan sorban yang tepat sangat penting. Berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat Anda terapkan:
Memilih Bahan Sorban: Pilih sorban dengan bahan yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. Katun adalah pilihan yang baik untuk penggunaan sehari-hari karena menyerap keringat dan tidak panas. Sutra atau satin cocok untuk acara formal karena memberikan kesan mewah dan elegan. Pastikan bahan sorban tidak terlalu licin agar mudah dibentuk dan tidak mudah lepas.
Memperhatikan Ukuran: Sorban tersedia dalam berbagai ukuran panjang, umumnya antara 2 hingga 5 meter. Untuk penggunaan di kepala dengan lilitan penuh, pilih sorban yang lebih panjang. Sedangkan untuk penggunaan di leher atau sebagai aksesori, sorban yang lebih pendek sudah cukup. Sesuaikan ukuran dengan cara menggunakan sorban yang Anda inginkan.
Memilih Warna dan Motif: Warna klasik seperti putih, hitam, atau krem adalah pilihan yang serbaguna dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Untuk tampilan yang lebih berani, Anda bisa memilih sorban dengan motif kotak-kotak, garis-garis, atau bahkan warna-warna cerah. Pastikan warna sorban harmonis dengan busana yang dikenakan.
Cara Mencuci Sorban: Cuci sorban secara terpisah dari pakaian lain, terutama jika berwarna gelap atau memiliki motif yang mudah luntur. Gunakan deterjen yang lembut dan air dingin atau hangat. Hindari penggunaan pemutih yang dapat merusak serat kain. Untuk sorban berbahan sutra atau satin, sebaiknya cuci dengan tangan atau gunakan mode gentle pada mesin cuci.
Menyimpan Sorban: Setelah dicuci dan dikeringkan, lipat sorban dengan rapi dan simpan di tempat yang kering dan bersih. Hindari menyimpan sorban dalam kondisi lembab karena dapat menyebabkan jamur atau bau tidak sedap. Anda bisa menggunakan gantungan khusus atau kotak penyimpanan untuk menjaga bentuk dan kualitas sorban.
Menyetrika dengan Benar: Setrika sorban dengan suhu yang sesuai dengan jenis bahannya. Untuk katun, gunakan suhu sedang hingga tinggi. Sedangkan untuk sutra atau satin, gunakan suhu rendah dan sebaiknya setrika dalam kondisi sedikit lembab atau gunakan kain pelapis. Pastikan sorban benar-benar rapi sebelum digunakan agar cara menggunakan sorban menjadi lebih mudah dan hasilnya maksimal.
6. Keutamaan dan Makna Spiritual Menggunakan Sorban
Menggunakan sorban bukan hanya sekadar mengikuti tradisi atau fashion, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam dalam ajaran Islam. Memahami keutamaan ini dapat meningkatkan keikhlasan dan kesadaran saat mengenakan sorban.
Melaksanakan Sunnah Rasulullah SAW: Salah satu keutamaan utama menggunakan sorban adalah sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa Rasulullah sering memakai sorban dalam berbagai kesempatan, termasuk saat shalat, berkhutbah, dan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti sunnah ini, seorang Muslim menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.
Mendapatkan Pahala dan Keberkahan: Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Allah SWT dan para malaikat memberikan penghormatan kepada orang yang memakai sorban, terutama pada hari Jumat. Ada juga hadis yang menyatakan bahwa shalat dua rakaat dengan memakai sorban lebih baik daripada tujuh puluh rakaat tanpa sorban. Meskipun kualitas hadis ini perlu dikaji lebih lanjut, namun hal ini menunjukkan adanya keutamaan dalam menggunakan sorban.
Menjaga Kesopanan dan Kehormatan: Sorban melambangkan kesopanan dan kehormatan dalam pergaulan. Dengan menggunakan sorban, seseorang menunjukkan sikap yang santun dan menghormati nilai-nilai agama. Hal ini juga membantu seseorang untuk menahan diri dari perilaku yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam, karena penampilan yang baik seharusnya diimbangi dengan akhlak yang mulia.
Menjadi Teladan bagi Orang Lain: Menggunakan sorban dengan niat yang baik dapat menjadikan seseorang sebagai teladan bagi orang lain. Ketika orang melihat seseorang yang berpenampilan Islami dan berakhlak baik, mereka akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Pahala yang didapat bukan hanya dari perbuatan sendiri, tetapi juga dari pengaruh positif yang diberikan kepada orang lain.
Menunjukkan Identitas sebagai Muslim: Sorban merupakan salah satu ciri khas umat Muslim yang dapat menunjukkan identitas keagamaan seseorang. Dengan menggunakan sorban, seorang Muslim membawa citra positif tentang Islam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya berperilaku sesuai dengan ajaran agama. Identitas ini juga memperkuat rasa persaudaraan dan kesatuan di antara umat Muslim di seluruh dunia.
Namun perlu diingat, keutamaan menggunakan sorban akan lebih bermakna jika dibarengi dengan niat yang ikhlas dan akhlak yang baik. Penampilan luar yang baik harus sejalan dengan kebaikan hati dan perilaku, karena Allah SWT melihat kepada hati dan amal perbuatan, bukan hanya kepada penampilan fisik semata.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah wanita boleh menggunakan sorban?
Penggunaan sorban pada wanita masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Jika sorban digunakan hanya sebagai pengganti kerudung atau untuk bersenang-senang sementara tanpa niat menyerupai laki-laki secara permanen, maka hal ini tidak termasuk dalam kategori yang diharamkan. Namun, jika penggunaan sorban dimaksudkan untuk menyerupai laki-laki secara penuh dan permanen, maka hal tersebut tidak diperbolehkan dalam Islam karena termasuk dalam larangan tasyabbuh (menyerupai lawan jenis).
2. Berapa panjang sorban yang ideal untuk digunakan di kepala?
Panjang sorban yang ideal untuk penggunaan di kepala berkisar antara 3 hingga 5 meter, tergantung pada teknik lilitan yang diinginkan dan ukuran kepala. Sorban yang lebih panjang memungkinkan Anda membuat lilitan yang lebih banyak dan rapi, sementara sorban yang lebih pendek cocok untuk gaya yang lebih sederhana. Sebaiknya pilih sorban dengan panjang yang cukup agar tidak terlalu ketat atau terlalu longgar saat dipakai.
3. Apakah ada warna sorban yang lebih diutamakan dalam Islam?
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menggunakan sorban berwarna putih dan hitam. Warna putih melambangkan kesucian dan sering digunakan dalam ibadah, sementara warna hitam digunakan pada saat-saat tertentu seperti saat Fathu Makkah. Namun, tidak ada larangan untuk menggunakan warna lain selama tidak mencolok atau tidak sesuai dengan nilai kesopanan. Pilihlah warna yang sesuai dengan acara dan preferensi pribadi Anda.
4. Bagaimana cara menggunakan sorban agar tidak mudah lepas?
Agar sorban tidak mudah lepas, pastikan Anda menggunakan dalaman sorban terlebih dahulu sebagai dasar yang kokoh. Lilitkan sorban dengan cukup kencang namun tetap nyaman, dan pastikan setiap lilitan saling mengunci satu sama lain. Ikat ujung sorban dengan simpul yang kuat dan sisipkan ujungnya di balik lilitan. Anda juga bisa menggunakan pin atau peniti kecil untuk mengamankan bagian-bagian tertentu agar sorban tetap pada posisinya sepanjang hari.
5. Apakah sorban harus dipakai saat shalat?
Menggunakan sorban saat shalat termasuk dalam kategori sunnah, bukan wajib. Meskipun ada keutamaan dalam memakai sorban saat beribadah, shalat tetap sah tanpa menggunakan sorban. Yang terpenting adalah memenuhi syarat dan rukun shalat, serta mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan baik. Namun, jika Anda ingin mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan mendapatkan keutamaan tambahan, memakai sorban saat shalat adalah pilihan yang baik.
6. Bagaimana cara merawat sorban agar tetap awet?
Untuk menjaga sorban tetap awet, cuci dengan deterjen yang lembut dan hindari penggunaan pemutih atau bahan kimia keras. Jemur sorban di tempat yang teduh, hindari sinar matahari langsung yang dapat memudarkan warna. Setrika dengan suhu yang sesuai dengan jenis bahan sorban. Simpan sorban dalam kondisi kering dan bersih, lipat dengan rapi atau gantung untuk menghindari kerutan yang sulit dihilangkan. Dengan perawatan yang tepat, sorban dapat bertahan lama dan tetap terlihat bagus.
7. Apakah ada perbedaan cara menggunakan sorban untuk acara formal dan kasual?
Ya, ada perbedaan dalam cara menggunakan sorban untuk acara formal dan kasual. Untuk acara formal seperti pernikahan atau perayaan keagamaan, gunakan sorban dengan lilitan yang rapi dan sempurna di kepala, pilih bahan yang lebih mewah seperti sutra atau satin, dan warna yang elegan seperti putih atau krem. Untuk acara kasual, Anda bisa menggunakan sorban dengan cara yang lebih santai seperti mengalungkannya di leher atau sebagai syal, dengan bahan yang lebih nyaman seperti katun dan warna yang lebih beragam sesuai selera.
(kpl/fed)
Advertisement