Cara Menghilangkan Jamur di Tembok dengan Aman dan Tidak Kembali

Cara Menghilangkan Jamur di Tembok dengan Aman dan Tidak Kembali
cara menghilangkan jamur di tembok (©Ilustrasi dibuat AI)

Kapanlagi.com - Cara menghilangkan jamur di tembok dimulai dari menghentikan sumber lembapnya, misalnya pipa bocor atau ventilasi yang buruk. Setelah itu, bersihkan noda jamur dengan bahan yang cocok untuk jenis permukaan dinding Anda.

Untuk noda ringan, sabun, cuka putih, atau baking soda biasanya sudah cukup. Kunci dari cara menghilangkan jamur di tembok adalah mengeringkan dinding sampai benar-benar kering setelah dibersihkan.

Jamur yang tumbuh di dinding atau langit-langit umumnya dipicu oleh kelembapan berlebih dan sirkulasi udara yang buruk. Sumber yang sering ditemukan antara lain atap bocor, masalah pipa, kelembapan tinggi, atau uap dari kamar mandi dan aktivitas memasak. Karena itu, membersihkan noda tanpa memperbaiki sumbernya hanya akan memberi hasil sementara.

1. 1. Cara Menghilangkan Jamur di Tembok dengan Sabun dan Air

Kalau noda jamur masih tipis dan belum menyebar, cara menghilangkan jamur di tembok yang paling aman adalah memakai larutan sabun dan air hangat. Cara ini cocok untuk dinding yang dicat, termasuk dinding berwarna, karena tidak membuat warnanya pudar. Contoh sederhananya, bayangkan bercak hitam kecil di sudut kamar dekat jendela yang sering kena embun.

  1. Kenakan pelindung diri: Pakai sarung tangan karet, masker, dan kacamata pelindung. Buka jendela supaya udara di ruangan mengalir dan spora jamur tidak menumpuk di dalam.

  2. Siapkan larutan sabun: Larutkan sedikit sabun cuci piring atau deterjen lembut ke dalam ember berisi air hangat. Aduk sampai sabunnya benar-benar larut.

  3. Peras spons atau kain: Celupkan spons atau kain lembut ke larutan, lalu peras sampai hanya lembap. Kain yang terlalu basah justru menambah kelembapan pada dinding.

  4. Gosok dengan gerakan melingkar kecil: Usap area berjamur pelan-pelan dengan gerakan memutar. Untuk dinding gypsum atau plester yang berpori, lebih baik pakai kain daripada sikat supaya permukaannya tidak rusak.

  5. Bilas dan keringkan: Lap dinding dengan kain lain yang dibasahi air bersih. Setelah itu, keringkan memakai tisu atau kain kering, lalu nyalakan kipas angin supaya dinding cepat kering.

Dilansir dari The Home Depot, permukaan keras seperti kusen jendela dan keramik cukup digosok dengan deterjen dan air, sedangkan permukaan berpori seperti drywall sebaiknya tidak disikat dan cukup dibersihkan dengan kain agar tidak rusak.

Tips singkat: lakukan uji coba di bagian dinding yang tidak terlihat sebelum memakai bahan pembersih apa pun. Dengan begitu, Anda tahu apakah catnya luntur atau tidak.

2. 2. Cara Menghilangkan Jamur di Tembok dengan Bahan Alami

Kalau sabun saja tidak cukup, bahan alami seperti cuka putih dan baking soda bisa jadi pilihan berikutnya. Dalam praktiknya, cara menghilangkan jamur di tembok dengan bahan dapur ini banyak dipakai karena murah, mudah dicari, dan baunya tidak setajam bahan kimia. Bahan ini cocok untuk dinding kamar mandi, dapur, maupun kamar tidur yang lembap.

  1. Siapkan cuka putih: Tuang cuka putih ke dalam botol semprot. Untuk noda ringan, Anda bisa mencampurnya dengan air dengan perbandingan 1:1. Untuk noda yang lebih membandel, pakai cuka murni tanpa campuran air.

  2. Semprotkan ke area berjamur: Semprotkan cuka secara merata sampai seluruh bercak basah. Di sudut sempit tempat cairan mudah menetes, Anda bisa menempelkan potongan tisu yang sudah dibasahi cuka.

  3. Diamkan minimal satu jam: Cuka butuh waktu untuk bekerja. Diamkan setidaknya 60 menit sebelum digosok. Bau cuka biasanya masih tercium satu atau dua hari, tapi akan hilang dengan sendirinya.

  4. Lanjutkan dengan larutan baking soda: Campurkan sekitar 1 sendok teh baking soda dengan 2 gelas air hangat di botol semprot, lalu kocok. Semprotkan ke bekas jamur, kemudian gosok perlahan dengan sikat lembut atau kain.

  5. Bilas dan semprot tipis lagi: Bilas dengan air bersih, lalu semprotkan sedikit larutan baking soda lagi untuk membantu mencegah jamur tumbuh kembali. Lap sampai kering.

  6. Pakai hidrogen peroksida sebagai alternatif: Hidrogen peroksida 3% juga bisa dipakai. Semprotkan ke jamur, diamkan sekitar 10 menit sampai berbuih, lalu gosok dan bilas. Bahan ini cocok untuk dinding berwarna terang karena jarang membuat cat berubah warna.

Untuk area yang sering basah, Anda bisa membaca panduan membersihkan jamur di dinding kamar mandi dengan bahan rumahan sebagai pelengkap.

Pilihan antara cuka dan pemutih memang sering diperdebatkan. Dave Sacenti, ahli yang diwawancarai Family Handyman, dikutip dari Family Handyman menyatakan, "Jangan gunakan pemutih untuk membersihkan jamur." Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pemutih mengandung banyak air yang justru bisa membantu jamur berkembang.

Jacqueline Stein, pembersih profesional sekaligus pemilik Home Reimagined di Austin, Texas, dikutip dari AOL menyatakan, "Penting juga untuk membersihkan area di sekitar bagian yang berjamur setelahnya, untuk melindungi diri dan keluarga dari area yang mungkin tersentuh saat membersihkan."

3. 3. Cara Menghilangkan Jamur di Tembok yang Parah dan Membandel

Untuk jamur yang sudah menghitam, menyebar luas, atau terus muncul lagi, cara menghilangkan jamur di tembok perlu langkah yang lebih serius. Di tahap ini, Anda mungkin perlu pemutih yang diencerkan, cairan fungisida, sampai mengerok dan mengecat ulang dinding. Langkah pertama memahami kondisi ini adalah mengecek apakah jamur hanya ada di permukaan atau sudah masuk ke dalam material dinding.

  1. Perbaiki sumber kelembapan dulu: Periksa pipa bocor, atap rembes, dan retakan di dinding luar. Tidak ada gunanya membersihkan dinding kalau sumber airnya masih aktif.

  2. Lindungi lantai dan perabot: Tutup lantai di sekitar dinding dengan plastik atau koran bekas supaya tidak terkena cipratan bahan pembersih.

  3. Gunakan pemutih encer untuk permukaan keras: Pemutih paling efektif dipakai di permukaan yang tidak berpori seperti keramik. Biasanya pemutih dicampur dengan air dengan perbandingan sekitar 1:4 sampai 1:10, lalu dioleskan dengan kain dan didiamkan beberapa menit sebelum dibilas. Pakai larutan yang baru dibuat, karena pemutih yang sudah diencerkan kekuatannya menurun seiring waktu.

  4. Gunakan cairan fungisida untuk area luas: Jamur yang sudah menutupi sebagian besar dinding biasanya tidak cukup diatasi dengan pembersih rumah tangga biasa. Pakai cairan pembasmi jamur khusus dan ikuti petunjuk pada kemasannya.

  5. Kerok, amplas, dan tambal: Kalau cat sudah mengelupas, kerok bagian yang rusak dengan scraper, haluskan dengan amplas, lalu tambal bagian yang berlubang dan tunggu sampai benar-benar kering.

  6. Cat ulang dengan cat antijamur: Setelah dinding kering, oleskan primer penahan noda, lalu cat dengan cat antijamur atau cat pelapis antibocor, terutama untuk dinding yang rawan rembes.

  7. Ganti material yang sudah rusak: Kalau dinding gypsum terasa lunak, rapuh, atau berbau apek yang tidak hilang, bagian tersebut sebaiknya dipotong dan diganti dengan yang baru.

Sebagaimana disampaikan Clorox, jangan pernah mencampur pemutih dengan cuka, amonia, atau pembersih lain karena bisa menghasilkan gas berbahaya. Jadi, kalau Anda sudah memakai cuka, bilas bersih dulu sebelum beralih ke pemutih.

Merujuk panduan Oxford City Council, jamur yang sudah menyebar luas di dinding atau langit-langit butuh penanganan lebih serius, karena pembersih harian seperti pemutih atau sabun cuci piring tidak akan mempan dan permukaannya perlu dilap dengan cairan fungisida.

Jason Bruning, spesialis jamur dan restorasi, dikutip dari AOL menyatakan, "Jika jamur mudah terlepas saat diseka dan material di bawahnya terasa padat dan kering, kemungkinan besar jamur itu hanya ada di permukaan." Ia juga menambahkan, "Jika jamur menutupi lebih dari area kecil (lebih dari 10 kaki persegi), terus muncul kembali, atau berada di tempat sulit seperti di balik dinding atau dekat sistem HVAC, panggil profesional untuk membantu."

Penanganan jamur hitam juga perlu perhatian khusus. Anda bisa melihat panduan menghilangkan black mold dengan aman sebagai referensi tambahan.

4. Tips Mencegah Jamur Tumbuh Kembali di Tembok

Manfaat utama mencegah jamur bagi pengguna adalah menghemat tenaga dan biaya karena Anda tidak perlu membersihkan dinding berulang kali. Intinya ada pada pengendalian kelembapan di dalam rumah. Mengacu pada panduan Cleanipedia, dehumidifier sebaiknya diatur pada tingkat kelembapan ideal antara 40% dan 60%.

  • Keringkan dinding sampai tuntas: Kelembapan yang tersisa setelah dibersihkan akan mengundang jamur kembali. Pakai kipas angin atau dehumidifier sampai permukaan dinding benar-benar kering.

  • Perbaiki kebocoran secepatnya: Segera tangani pipa bocor, atap rembes, dan retakan di dinding luar. Retakan kecil pun bisa menjadi jalan masuk air hujan ke dalam tembok.

  • Perlancar sirkulasi udara: Buka jendela pada pagi dan siang hari. Pasang exhaust fan di kamar mandi dan dapur supaya uap air bisa keluar ke luar ruangan.

  • Biarkan sinar matahari masuk: Ruangan yang gelap dan jarang terkena matahari lebih mudah ditumbuhi jamur. Buka gorden supaya cahaya membantu menjaga ruangan tetap kering.

  • Jangan menjemur pakaian di dalam ruangan: Pakaian basah melepaskan banyak uap air ke udara. Hindari juga menumpuk handuk basah di keranjang cucian.

  • Biarkan kamar mandi terbuka setelah dipakai: Buka pintu atau tirai kamar mandi setelah mandi supaya uap air lebih cepat menguap dan dinding tidak terus lembap.

  • Pakai cat antijamur saat mengecat: Pilih cat yang mengandung bahan antijamur, terutama untuk kamar mandi dan dapur. Pastikan dinding kering sebelum dicat.

  • Hindari menggosok jamur secara kasar: Menyikat jamur dalam keadaan kering bisa menerbangkan spora ke udara. Basahi dulu permukaannya dengan larutan pembersih sebelum digosok.

  • Periksa titik rawan secara rutin: Cek sudut dekat langit-langit dan lantai di ruangan yang lembap, seperti dapur, kamar mandi, dan ruang cuci. Noda kecil jauh lebih mudah dibersihkan daripada noda yang sudah menyebar.

Pace, ahli pembersihan jamur, dikutip dari AOL menyatakan, "Penting untuk memahami bahwa mekanisme pertahanan alami jamur adalah melepaskan spora ketika permukaannya terganggu."

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jamur di Tembok

Mana yang lebih baik untuk tembok, cuka atau pemutih?

Untuk dinding bercat dan berpori, cuka umumnya lebih aman karena tidak memudarkan warna dan bisa meresap ke pori-pori. Pemutih lebih cocok untuk permukaan keras seperti keramik, dan jangan pernah dicampur dengan cuka atau pembersih lain.

Kapan harus memanggil jasa profesional?

Panggil profesional jika jamur menutupi area kira-kira lebih dari 1 meter persegi, terus muncul meski sudah dibersihkan, atau tumbuh di balik dinding dan langit-langit. Hal ini juga berlaku jika ada penghuni rumah yang punya alergi atau gangguan pernapasan.

Apakah jamur di tembok berbahaya bagi kesehatan?

Paparan spora jamur bisa memicu alergi, bersin, dan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita asma. Jika muncul batuk atau sesak napas setelah membersihkan jamur, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Daftar Referensi

  1. The Home Depot. How to Get Rid of Mold. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.homedepot.com/c/ah/how-to-get-rid-of-mold/9ba683603be9fa5395fab907c52351c
  2. Clorox. Does Bleach Kill Mold? How to Remove Mold Walls to Ceiling. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.clorox.com/learn/does-bleach-kill-mold/
  3. Oxford City Council. Get Rid of Mould. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.oxford.gov.uk/preventing-damp-mould/get-rid-mould
  4. Cleanipedia. How to Get Rid of Mould and Mildew on Walls. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.cleanipedia.com/gb/floor-and-surface-cleaning/how-to-remove-mould-and-mildew-from-walls.html
  5. Family Handyman. What to Know About Cleaning Mold with Vinegar. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.familyhandyman.com/article/what-to-know-about-cleaning-mold-with-vinegar/

(kpl/ums)

Rekomendasi

Trending