Cara Menanam Pohon Mangga agar Tidak Tinggi, Lebih Mudah Dipanen

Cara Menanam Pohon Mangga agar Tidak Tinggi, Lebih Mudah Dipanen
Menanam Pohon Mangga agar Tidak TinggI. (AI Generated)

Kapanlagi.com - Memiliki pohon mangga yang mudah dipanen tentu menjadi keinginan banyak pemilik rumah. Namun, tidak sedikit yang mendapati pohon mangga tumbuh terlalu tinggi hingga menyulitkan proses perawatan, pemangkasan, maupun saat musim panen tiba. Padahal, tinggi pohon mangga sebenarnya dapat dikendalikan sejak awal penanaman.

Banyak orang mengira pohon mangga pasti akan tumbuh menjulang seiring bertambahnya usia. Faktanya, ada beberapa teknik budidaya yang dapat membantu membentuk tajuk tetap rendah tanpa menghambat pertumbuhan maupun produksi buah. Cara ini juga membuat pohon lebih mudah dirawat dan cocok ditanam di pekarangan dengan lahan terbatas.

Mulai dari pemilihan bibit, pengaturan media tanam, hingga teknik pemangkasan, setiap langkah berperan dalam mengendalikan tinggi tanaman. Simak cara menanam pohon mangga agar tidak tinggi berikut ini agar pohon tetap mudah dijangkau dan tetap produktif menghasilkan buah.

1. Memilih Bibit Unggul untuk Mangga Pendek

Memilih Bibit Unggul untuk Mangga Pendek. (AI Generated)

Langkah awal dalam menanam pohon mangga agar tidak tinggi adalah memilih jenis bibit yang sesuai. Bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau okulasi lebih disarankan dibandingkan bibit dari biji. Bibit hasil cangkokan atau okulasi cenderung memiliki karakter pertumbuhan yang lebih pendek dan dapat berbuah lebih cepat.

Bibit dari biji umumnya tumbuh lebih tinggi dan memerlukan waktu lebih lama untuk berbuah. Untuk penanaman di lahan terbatas atau dalam pot, bibit vegetatif berumur sekitar 1,5 hingga 2 tahun dengan batang utama berdiameter 4 sampai 5 cm adalah pilihan yang baik. Pemilihan bibit yang berkualitas juga mencakup kondisi fisik bibit yang sehat, bebas hama, dan memiliki bentuk tajuk seimbang.

Beberapa varietas mangga yang dikenal memiliki pertumbuhan relatif kompak dan mudah dikendalikan tingginya antara lain Mangga Arumanis, Mangga Manalagi, dan Mangga Chokanan. Varietas ini tetap dapat tumbuh tinggi, namun lebih responsif terhadap pemangkasan rutin. Mangga kerdil seperti Nam Dok Mai, Okyong, Mangga Apel, dan Nangklingwan juga direkomendasikan untuk pekarangan sempit atau penanaman dalam pot.

2. Menanam Mangga dalam Pot

Menanam Mangga dalam Pot. (AI Generated)

Menanam mangga dalam pot, atau yang dikenal dengan tabulampot, merupakan solusi efektif untuk mengendalikan ukuran pohon. Metode ini memungkinkan pohon mangga tumbuh dengan ukuran yang lebih terbatas, cocok untuk lahan sempit seperti pekarangan rumah atau teras. Meskipun ditanam dalam pot, pohon mangga tetap dapat berbuah lebat jika perawatan dilakukan dengan optimal.

Ukuran pot menjadi faktor penting dalam keberhasilan tabulampot mangga. Pot yang digunakan sebaiknya berdiameter minimal 50-60 cm dengan tinggi sekitar 45 cm untuk memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi akar. Untuk pohon setinggi 1,5 meter, pot berukuran 60-80 cm juga direkomendasikan. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik di bagian bawah untuk mencegah genangan air yang dapat menyebabkan busuk akar.

Media tanam yang ideal untuk mangga dalam pot adalah campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Campuran ini akan menghasilkan media tanam yang gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase yang baik. Perawatan yang konsisten, termasuk penyiraman teratur dan pemupukan yang sesuai, akan mendukung pertumbuhan dan hasil buah yang melimpah pada mangga dalam pot.

3. Teknik Pemangkasan Kunci Pohon Mangga Tetap Kompak

Pemangkasan Pohon Mangga. (AI Generated)

Pemangkasan adalah kunci utama dalam cara menanam pohon mangga agar tidak tinggi dan tetap produktif. Tanpa pemangkasan, pohon mangga cenderung tumbuh tinggi secara alami. Pemangkasan tidak hanya membatasi tinggi dan lebar pohon, tetapi juga meningkatkan sirkulasi udara, pencahayaan, dan kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Ada beberapa teknik pemangkasan yang dapat diterapkan. Teknik heading cut dilakukan dengan memotong ujung cabang untuk merangsang pertumbuhan cabang samping, membuat tajuk lebih rimbun dan kompak. Sementara itu, thinning cut atau penjarangan cabang bertujuan menghilangkan cabang secara keseluruhan dari pangkalnya untuk mengurangi kepadatan tajuk, meningkatkan sirkulasi udara, dan mengurangi risiko penyakit. Pemangkasan juga dapat dilakukan dengan mencubit ujung tunas muda (pinching) untuk mendorong percabangan dan menjaga pertumbuhan tetap pendek.

Waktu terbaik untuk memangkas adalah setelah panen atau saat pertumbuhan melambat, bukan saat berbunga atau berbuah. Pemangkasan ringan sebaiknya dilakukan satu kali setiap tahun untuk mempertahankan bentuk pohon. Untuk pembentukan awal, pemangkasan dapat dilakukan setelah bibit mencapai ketinggian sekitar 100 cm, dipotong tepat di atas buku.

4. Varietas Mangga Kerdil

Varietas Mangga Kerdil. (AI Generated)

Memilih varietas mangga yang secara genetik memiliki sifat kerdil atau semi-kerdil adalah cara efektif untuk mengendalikan tinggi pohon. Varietas ini dirancang untuk tumbuh lebih kecil, rata-rata 2-4 meter, namun tetap produktif, menjadikannya pilihan ideal untuk pekarangan sempit atau penanaman dalam pot.

Beberapa jenis mangga kerdil yang populer di Indonesia antara lain Mangga Arumanis mini, Mangga Manalagi, dan Mangga Chokanan. Mangga Arumanis mini dapat dikontrol tingginya sekitar 1-2 meter dengan pemangkasan rutin, dan buahnya tetap berkualitas baik. Mangga Manalagi dikenal mudah berbuah dan bertajuk kompak, cocok untuk tabulampot. Mangga Chokanan, varietas asal Thailand, juga relatif pendek dan cepat berbuah.

Selain itu, varietas seperti Mangga Irwin dengan tampilan kulit merah keunguan juga memiliki ukuran pohon yang tidak terlalu besar. Mangga Gedong Gincu juga merupakan mangga khas Indonesia yang cocok untuk halaman rumah minimalis. Mangga Kelapa juga merupakan varietas yang dapat tumbuh kerdil dan berbuah lebat dalam pot.

5. Strategi Nutrisi Tepat untuk Pertumbuhan Terkendali

Nutrisi Tepat untuk Pertumbuhan. (AI Generated)

Pengaturan nutrisi memiliki peran penting dalam mengendalikan pertumbuhan pohon mangga. Pemberian pupuk yang seimbang akan mendukung pertumbuhan yang sehat tanpa memicu pertumbuhan vegetatif yang berlebihan. Pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos direkomendasikan untuk menjaga kesuburan media tanam.

Hindari penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen yang terlalu tinggi, terutama saat pohon sudah mencapai ukuran yang diinginkan. Nitrogen cenderung mendorong pertumbuhan daun dan batang, yang dapat membuat pohon tumbuh lebih tinggi. Sebaliknya, fokus pada pupuk yang mendukung pembungaan dan pembuahan, seperti pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi.

Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara rutin, misalnya 2-3 kali setahun, dengan dosis yang sesuai. Keseimbangan nutrisi akan membantu pohon mengalihkan energinya dari pertumbuhan tinggi ke pembentukan bunga dan buah.

6. Pentingnya Sinar Matahari Penuh untuk Mangga Produktif

Sinar Matahari Penuh untuk Pohon Mangga. (AI Generated)

Pohon mangga membutuhkan intensitas cahaya matahari yang tinggi untuk tumbuh optimal dan berbuah lebat. Idealnya, tanaman mangga harus mendapatkan sinar matahari langsung sekitar 6-8 jam setiap hari. Penyinaran yang cukup akan mendukung proses fotosintesis, yang penting untuk produksi energi tanaman.

Jika pohon mangga ditanam di tempat yang terlalu teduh, pertumbuhan daun cenderung lebih dominan dibandingkan pembentukan bunga. Kondisi ini dapat memperlambat proses pembuahan dan membuat pohon tumbuh memanjang mencari cahaya, sehingga menjadi tinggi dan kurus. Oleh karena itu, pemilihan lokasi tanam yang terbuka dan tidak terhalang naungan sangat penting.

Sirkulasi udara yang baik di sekitar pohon juga penting, yang dapat dicapai dengan penempatan yang tepat dan pemangkasan. Penyinaran matahari yang merata ke seluruh bagian kanopi akan memastikan setiap cabang mendapatkan energi yang cukup untuk menghasilkan buah.

7. Membentuk Kanopi Pohon Mangga Sejak Dini

Membentuk Kanopi Pohon Mangga Sejak Dini. (AI Generated)

Pembentukan kanopi atau tajuk pohon mangga sejak dini merupakan teknik penting untuk mengarahkan pertumbuhannya agar tidak menjulang tinggi. Tujuannya adalah membuat pohon memiliki banyak cabang ke samping, sehingga terlihat rimbun dan kompak.

Teknik ini melibatkan pemangkasan pucuk-pucuk yang tumbuh terlalu tinggi untuk merangsang percabangan lateral. Dengan memotong ujung tunas vertikal, energi pertumbuhan akan dialihkan ke tunas samping, membentuk tajuk yang melebar. Pemangkasan bentuk sangat penting untuk membentuk kerangka pohon mangga agar tidak tumbuh terlalu tinggi dan menghasilkan cabang yang kuat serta teratur.

Kanopi yang terbuka dan seimbang juga memudahkan perawatan seperti penyemprotan dan pemanenan buah. Selain itu, sirkulasi udara yang baik di sela-sela daun akan membuat pohon lebih sehat dan mengurangi risiko jamur atau hama. Pemangkasan pembentukan cabang ini wajib dilakukan pada bibit tanaman mangga, terutama yang ditanam dalam pot, agar pohon berukuran pendek dan memiliki percabangan yang bagus.

8. Tanya Jawab Singkat Seputar Mangga Pendek

Kapan waktu ideal memangkas mangga agar tetap pendek?
Pemangkasan terbaik dilakukan setelah panen atau saat pertumbuhan melambat, hindari saat berbunga atau berbuah. Pemangkasan ringan disarankan setahun sekali.

Apakah semua jenis mangga dapat dibuat pendek?
Ya, semua pohon mangga bisa dipangkas agar pendek, tetapi varietas kerdil atau semi-kerdil lebih mudah dikelola ukurannya sejak awal.

Bisakah mangga tetap kecil tanpa mengurangi hasil buahnya?
Tentu, pemangkasan yang tepat justru dapat meningkatkan kualitas dan jumlah buah, karena energi tanaman dialihkan untuk pembentukan bunga dan buah.

Bagaimana cara mempercepat mangga kerdil berbuah?
Gunakan bibit okulasi atau sambung pucuk, pilih varietas yang memang cocok untuk ukuran kerdil, lakukan pemangkasan rutin, dan pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh.

Apa dampak pemangkasan berlebihan pada pohon mangga?
Pemangkasan yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan pohon stres, menghambat pertumbuhan, dan menurunkan produksi buah secara signifikan.

(kpl/rao)

Rekomendasi

Trending