Hawking
Synopsis
Di pesta ulang tahunnya yang ke-21, Stephen Hawking bertemu Jane Wilde dan langsung ada chemistry di antara mereka. Jane tertarik dengan cara Stephen membahas bintang dan alam semesta. Namun, semuanya berubah saat Stephen tiba-tiba tak bisa berdiri. Pemeriksaan di rumah sakit membawa kabar berat, Stephen didiagnosis motor neurone disease, dan dokter memprediksi ia mungkin hanya bertahan hidup sekitar dua tahun.
Stephen kembali ke Cambridge, tapi hidup kampus terasa berjalan tanpa dirinya. Ia kesulitan menentukan topik disertasi PhD, sementara teman- temannya tenggelam dalam dunia akademik. Ia menolak bantuan dosen pembimbingnya, Dennis Sciama, dan mulai terpuruk. Di tengah kondisi itu, hanya pertemuannya dengan Jane dan keyakinan Jane padanya yang membuat Stephen tetap bertahan.
Saat itu, teori kosmologi yang dominan adalah Steady State, yang menyatakan bahwa alam semesta tidak punya awal maupun akhir. Teori ini dipopulerkan oleh Profesor Fred Hoyle, ilmuwan blak-blakan asal Yorkshire yang juga sering tampil di TV. Stephen mendapat kesempatan membaca makalah Hoyle sebelum dipresentasikan di Royal Society.
Setelah memeriksa perhitungannya, Stephen menemukan kesalahan dan secara terbuka menantang Hoyle setelah ceramah selesai. Aksi ini bikin geger departemen, tapi juga memicu kepercayaan diri Stephen untuk mulai mengerjakan risetnya sendiri.
Tak lama kemudian, Stephen dikenalkan pada pendekatan baru oleh fisikawan Roger Penrose. Penrose menggunakan topologi, cara berpikir tentang bentuk alih-alih rumus, untuk memahami alam semesta. Pendekatan ini cocok untuk Stephen yang mulai kesulitan menulis.
Penrose meneliti nasib bintang yang sekarat dan menemukan bahwa bintang yang runtuh bisa menjadi sangat padat hingga membentuk black hole, dengan inti yang disebut singularity. Ide inilah yang akhirnya mengarahkan Stephen pada topik PhD-nya.
Stephen memang sejak awal meragukan Steady State Theory, dan kini ia melihat kemungkinan bahwa alam semesta sebenarnya punya awal. Meski Sciama awalnya skeptis, ia tetap mendukung dan senang melihat Stephen kembali bersemangat.
Di sisi lain, kondisi fisik Stephen terus menurun, menulis, berjalan, dan berbicara semakin sulit. Namun kini ia punya tujuan hidup yang jelas. Dengan dukungan Jane, Stephen memasuki fase baru, bahkan melamar Jane sebagai bentuk tekadnya untuk terus bertahan dan melawan takdir.
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026
Garuda di Dadaku
11 Juni 2026
Dukun Magang
18 Juni 2026Berita Lainnya
8 Rekomenadasi Film Musikal Indonesia, Tontonan Seru Bareng Keluarga
8 Film Survival tentang Sekelompok Teman yang Terjebak di Pulau Misterius, Kisahnya Bikin Tegang
Film 'KHADAM' Dibintangi Aghniny Haque, Tayang 16 September di Bioskop Indonesia