Nefarious
Synopsis
Nefarious mengajak kita masuk ke ruang interogasi penuh ketegangan lewat pertemuan antara Dr. James Martin dan terpidana mati Edward Wayne Brady, dengan karakter pendukung seperti Warden Tom Moss yang mengawasi proses ini. Kita langsung dihadapkan pada situasi genting di sebuah penjara negara, saat Dr. Martin datang untuk mengevaluasi kewarasan Edward, seorang pembunuh berantai yang dijadwalkan dieksekusi dengan kursi listrik pukul 11 malam. Tugas ini terasa makin berat karena Martin menggantikan Dr. Alan Fischer, psikiater sebelumnya yang bunuh diri setelah mewawancarai Edward.
Sejak awal, pertemuan mereka terasa janggal. Edward menunjukkan kemampuan manipulasi yang ekstrem, bahkan mampu mengungkap detail pribadi dan profesional Dr. Martin tanpa pernah diberi informasi. Ia menolak disebut Edward dan mengklaim dirinya adalah iblis bernama Nefariamus, yang meminta dipanggil Nefarious. Sosok ini mengaku merasuki Edward karena ia tidak dibaptis dan memiliki dosa sejak kecil. Yang membuat situasi makin mengganggu, Nefarious bersikeras bahwa ia tidak ingin lolos dari hukuman dan justru menginginkan tubuh inangnya dieksekusi.
Percakapan berubah menjadi duel psikologis. Nefarious menantang logika dan keyakinan Martin dengan menyatakan bahwa sebelum hari itu berakhir, tiga pembunuhan lain akan terjadi. Martin menolaknya mentah mentah dan mencoba menjelaskan semua ini sebagai gangguan kepribadian disosiatif, dengan Nefarious sebagai alter ego Edward. Namun, setiap kali Martin merasa menemukan pijakan ilmiah, Nefarious justru berbalik menyerang sisi personal sang dokter.
Salah satu tudingan paling menyakitkan adalah ketika Nefarious menuduh Martin telah melakukan eutanasia terhadap ibunya demi warisan. Tuduhan itu membuat Martin defensif dan emosional, meski ia bersikeras keputusan tersebut diambil secara medis. Di tengah perdebatan tentang iman, dosa, dan peran kejahatan di dunia, Martin yang atheis akhirnya menyimpulkan bahwa Edward memiliki sistem kepercayaan yang gila dan berniat menyatakan ia tidak layak dieksekusi.
Namun, saat hendak pergi, Nefarious melontarkan pukulan terakhir. Ia membongkar konflik Martin dengan kekasihnya yang sedang hamil dan mengklaim bahwa pada saat itu sang kekasih berada di klinik aborsi. Dengan analogi mengerikan tentang pengorbanan anak kepada Molech, Nefarious menghitung mundur sambil berkata “all hell is rejoicing”. Martin bergegas menelepon, hanya untuk mendapati bahwa aborsi itu benar-benar telah terjadi.
Pemeran
Jadwal Film
Whistle
5 Centimeters per Second
Stray Kids: The dominATE Experience
I Was a Stranger
Sugar (2022)
One Battle After Another
Balas Budi
Ahlan Singapore
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
Teman Tegar Maira
Sadali
Kuyank
Return to Silent Hill
Wildcat
Kafir: Gerbang Sukma
Kuyank
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
Send Help
Primate
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Shelter
Sinners
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Back to the Past
Mercy
Penerbangan Terakhir
28 Years Later: The Bone Temple
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Rumah Tanpa Cahaya
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Crime 101
18 Februari 2026
Asrama Putri
19 Februari 2026
Antara Mama, Cinta dan Surga
19 Februari 2026
Taneuh Kalaknat
19 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Juara Sejati
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Ghost in the Cell
15 April 2026
Kupilih Jalur Langit
23 April 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Trailer 'Young Sherlock', Seri Baru yang Cerdik Dibintangi Hero Fiennes
Arbani Yasiz Sentil Soal Anak yang Abai Rawat Orang Tua, Pesan Moral 'Keluarga yang Tak Dirindukan'