Next Goal Wins
Synopsis
Next Goal Wins membuka cerita tentang keterpurukan sepak bola American Samoa lewat sosok Thomas Rongen sebagai pelatih, Jaiyah sebagai pemain bertahan, dan Tavita Taumua sebagai ketua federasi sepak bola setempat. Kita diajak menengok kembali tragedi tahun 2001 ketika tim nasional American Samoa kalah telak 0-31 dari Australia, sebuah kekalahan yang menjadi luka panjang karena setelah itu mereka nyaris tidak pernah merasakan kemenangan berarti.
Waktu melompat ke 2011, saat American Samoa kembali menelan hasil memalukan di Pacific Games. Taumua akhirnya memutuskan untuk merekrut pelatih baru demi mengubah nasib tim. Di Amerika Serikat, Thomas Rongen justru sedang berada di titik terendah kariernya setelah dipecat oleh federasi sepak bola. Tawaran melatih American Samoa sebenarnya tidak menarik baginya, tapi demi tetap bekerja, Rongen menerimanya dengan setengah hati.
Setibanya di pulau, Rongen langsung frustrasi. Fasilitas minim, kemampuan pemain jauh dari standar profesional, dan para pemain harus membagi waktu dengan pekerjaan lain demi bertahan hidup. Konflik paling tajam muncul saat Rongen berselisih dengan Jaiyah, pemain bertahan transgender faafafine, yang ia anggap kurang disiplin. Ejekan Rongen yang menyebut nama lahir Jaiyah memicu keributan kecil dan memperburuk suasana tim.
Situasi mulai berubah ketika Jaiyah mendatangi rumah Rongen untuk meminta maaf. Dari titik ini, hubungan keduanya perlahan membaik. Dengan bantuan Jaiyah, Rongen berkeliling pulau mencari pemain baru dan mulai mengubah pendekatan kepelatihannya. Ia belajar menghargai semangat para pemain yang meski serba terbatas, tetap mencintai sepak bola dan negaranya dengan sepenuh hati.
Empat minggu kemudian, American Samoa akhirnya tampil di laga kualifikasi Piala Dunia FIFA melawan Tonga. Rongen menunjuk Jaiyah sebagai kapten, keputusan yang memberi makna besar bagi tim. Babak pertama berjalan cukup baik, namun tekanan dari Rongen yang terus berteriak membuat pemain kehilangan fokus dan kebobolan satu gol.
Di ruang ganti, emosi Rongen meledak. Ia menyebut pemainnya tidak berguna dan bahkan memutuskan mundur. Namun Taumua berhasil menahannya dan membuat Rongen kembali. Di hadapan tim, Rongen meminta maaf dan mengungkap luka pribadinya tentang kehilangan sang putri dua tahun sebelumnya. Pengakuan itu menyentuh hati para pemain. Mereka kembali ke lapangan dengan semangat baru dan berhasil menyamakan kedudukan, meski momen bahagia itu terganggu ketika Taumua tiba tiba pingsan akibat heatstroke.
Pemeran
Jadwal Film
Whistle
5 Centimeters per Second
Stray Kids: The dominATE Experience
I Was a Stranger
Sugar (2022)
One Battle After Another
Balas Budi
Ahlan Singapore
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
Teman Tegar Maira
Sadali
Kuyank
Return to Silent Hill
Wildcat
Kafir: Gerbang Sukma
Kuyank
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
Send Help
Primate
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Shelter
Sinners
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Back to the Past
Mercy
Penerbangan Terakhir
28 Years Later: The Bone Temple
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Rumah Tanpa Cahaya
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Crime 101
18 Februari 2026
Asrama Putri
19 Februari 2026
Antara Mama, Cinta dan Surga
19 Februari 2026
Taneuh Kalaknat
19 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Juara Sejati
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Ghost in the Cell
15 April 2026
Kupilih Jalur Langit
23 April 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Trailer 'Young Sherlock', Seri Baru yang Cerdik Dibintangi Hero Fiennes
Arbani Yasiz Sentil Soal Anak yang Abai Rawat Orang Tua, Pesan Moral 'Keluarga yang Tak Dirindukan'