7 Rekomendasi Film Korea Bertema Kuliner dan Warung yang Bikin Lapar Tengah Malam
Little Forest (2018) (imdb.com)
Film Korea tidak hanya menawarkan cerita tentang percintaan atau kehidupan keluarga, tetapi juga memiliki sejumlah judul yang mengangkat makanan, memasak, dan restoran sebagai bagian dari ceritanya.
Adegan menyiapkan makanan, menikmati masakan rumahan, hingga menjalankan usaha kuliner membuat film-film tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menarik bagi penonton yang menyukai tema kuliner.
Beberapa di antaranya bahkan menghadirkan makanan Korea seperti kimchi, doenjang jjigae, serta berbagai masakan rumahan yang ditampilkan cukup detail sehingga menjadi salah satu daya tarik film.
Berikut beberapa rekomendasi film Korea bertema kuliner dan warung yang bisa menjadi pilihan tontonan, terutama bagi kamu yang ingin melihat cerita menarik sekaligus menikmati adegan makanan yang menggugah selera.
Advertisement
1. Little Forest (2018)
Little Forest merupakan film Korea yang mengikuti perjalanan Hye-won, seorang perempuan muda yang memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah merasa lelah dan kecewa dengan kehidupannya di kota.
Di tempat tersebut, ia kembali bertemu dengan teman-teman lamanya dan perlahan menjalani kehidupan yang jauh lebih sederhana, termasuk menanam bahan makanan, memanen hasil kebun, kemudian mengolahnya menjadi makanan untuk dinikmati sendiri. Film ini dirilis pada 2018 dan memiliki durasi 103 menit.
Bagian kuliner menjadi salah satu daya tarik terbesar Little Forest karena cerita tidak sekadar memperlihatkan makanan sebagai pelengkap, tetapi menjadikan proses menyiapkan makanan sebagai bagian dari keseharian Hye-won.
Adegan ketika ia mengolah hasil kebun dan memasak makanan mengikuti perubahan musim terasa sangat hangat, sementara berbagai hidangan rumahan yang ditampilkan dengan proses persiapan yang detail dapat membuat penonton membayangkan aroma serta rasa masakannya. Karena itulah, film ini sangat cocok ditonton ketika ingin melihat makanan Korea yang sederhana tetapi terasa nyaman dan menggugah selera.
2. Le Grand Chef (2007)
Le Grand Chef atau Sikgaek membawa penonton ke dunia kuliner Korea melalui kisah persaingan para koki yang memiliki kemampuan memasak luar biasa. Film ini mengikuti karakter yang terlibat dalam kompetisi untuk menentukan penerus tradisi kuliner, sehingga makanan bukan sekadar latar belakang, melainkan menjadi bagian utama dalam konflik dan perjalanan para tokohnya.
Film tersebut dirilis pada 2007, dengan catatan KOBIZ Korean Film Council yang menempatkannya sebagai salah satu film Korea dengan jumlah penonton besar pada tahun tersebut.
Bagian yang paling berpotensi membuat lapar tentu saja terletak pada berbagai proses memasak dan penyajian makanan Korea yang menjadi inti kompetisi, karena penonton diajak melihat bagaimana bahan-bahan sederhana dapat diolah menjadi hidangan yang bernilai tinggi.
Perhatian terhadap teknik memasak, pemilihan bahan, rasa, serta tradisi kuliner membuat film ini terasa seperti tontonan yang memadukan cerita dengan pengalaman gastronomi. Bagi pencinta makanan Korea, adegan dapur dan kompetisi memasaknya menjadi alasan utama untuk memasukkan film ini ke dalam daftar tontonan.
3. Le Grand Chef 2: Kimchi Battle (2010)
Seperti judulnya, Le Grand Chef 2: Kimchi Battle memusatkan cerita pada kompetisi yang berkaitan erat dengan salah satu makanan Korea paling populer di dunia, yaitu kimchi.
Sung-chan ingin mempertahankan restoran yang memiliki arti penting dalam hidupnya, lalu mengusulkan kompetisi kimchi melawan Jang-eun dengan kesepakatan bahwa pemenang akan mendapatkan hak atas restoran tersebut. Film ini dirilis pada 2010 dan memiliki durasi sekitar 119 menit.
Sisi kulinernya tentu sangat kuat karena hampir seluruh konflik utama bergerak melalui dunia memasak, terutama ketika para karakter berusaha menemukan cita rasa kimchi tradisional yang sempurna. Penonton akan diperlihatkan proses memilih bahan, mengolah bumbu, hingga menghasilkan hidangan yang harus mampu meyakinkan para juri, sehingga adegan memasaknya menjadi bagian yang paling menggoda selera.
Bukan cuma kimchi yang menjadi daya tarik, film ini juga memberikan gambaran bagaimana makanan dapat berkaitan erat dengan kenangan, tradisi keluarga, restoran, dan identitas budaya Korea.
4. The Recipe (Doenjang) (2010)
The Recipe atau Doenjang memiliki premis yang cukup unik karena sebuah hidangan sederhana justru menjadi kunci dari misteri yang sedang diselidiki seorang produser televisi. Ceritanya berawal dari seorang narapidana yang menjadikan doenjang jjigae sebagai makanan terakhir yang ia minta sebelum dieksekusi, sehingga sang produser kemudian berusaha menemukan siapa pembuat makanan tersebut dan apa rahasia di balik cita rasanya yang luar biasa. Film Korea ini dirilis pada 2010 dan tercatat dalam berbagai festival film kuliner, termasuk Culinary Cinema di Berlin International Film Festival.
Bagian kuliner yang membuat film ini menarik adalah fokusnya pada doenjang, makanan yang mungkin terlihat sederhana tetapi justru digambarkan memiliki rasa dan cerita yang sangat dalam.
Doenjang jjigae menjadi lebih dari sekadar semangkuk makanan karena proses pencarian resep dan pembuatnya membawa penonton pada kisah kehidupan, hubungan antarmanusia, serta kenangan yang melekat pada makanan. Bagi penonton yang gemar makanan Korea berkuah dan punya cita rasa fermentasi yang kuat, film ini berpotensi membuat keinginan menyantap semangkuk hidangan hangat muncul begitu saja.
5. Koala (2013)
Koala menawarkan pendekatan yang lebih modern karena cerita kulinernya berpusat pada dua sahabat, Dong-bin dan Jong-ik, yang membuka restoran hamburger rumahan bernama Burger Boy bersama seorang pekerja paruh waktu bernama Woori.
Mereka memang memiliki semangat besar untuk menjalankan bisnis makanan, tetapi harus berhadapan dengan keterbatasan modal dan pengalaman sehingga perjalanan membuka restoran tersebut tidak berjalan mulus. Film ini dirilis pada 2013 dengan durasi 103 menit.
Adegan kuliner dalam film ini terasa sangat jelas karena para tokohnya terlibat langsung dalam menciptakan resep burger baru, menjalankan restoran, hingga menghadapi tantangan ketika harus membuat 230 burger dalam waktu dua jam.
Tantangan tersebut membuat dapur dan kegiatan memasak menjadi bagian penting dari cerita, sementara gambaran burger rumahan yang dibuat dalam jumlah banyak menjadi salah satu elemen yang paling mudah membuat penonton lapar. Film ini juga menarik karena menggambarkan sisi perjuangan anak muda yang mencoba membangun usaha makanan dari sesuatu yang sederhana.
6. The Naked Kitchen (2009)
The Naked Kitchen merupakan film Korea bergenre romantis yang mengisahkan kehidupan Mo-rae bersama suaminya, Sang-in, yang kemudian berubah setelah kehadiran seorang pria bernama Dure. Konflik hubungan menjadi fokus utama ceritanya, tetapi dunia memasak dan makanan hadir cukup kuat dalam visual serta kehidupan para karakternya. Film ini dirilis pada 2009, berdurasi 102 menit, dan memang tercatat sebagai film Korea yang pernah diputar dalam sejumlah festival dengan program bertema makanan.
Bagian kuliner dalam film ini terasa dari suasana dapur, makanan yang disiapkan para karakter, serta pendekatan visual yang memberi perhatian besar terhadap hidangan dan pengalaman makan.
Bahkan pemberitaan saat film dirilis menyoroti bagaimana film tersebut memasukkan berbagai hidangan yang menggugah selera, termasuk brunch dan masakan bergaya Korea yang dipadukan dengan presentasi modern. Jadi, meskipun cerita utamanya adalah romansa dan hubungan antarmanusia, makanan tetap menjadi elemen visual yang membuat film ini cocok dimasukkan ke daftar tontonan bertema kuliner.
7. The Wandering Chef (2020)
The Wandering Chef atau Babjeong sedikit berbeda dibandingkan judul lainnya karena merupakan film dokumenter, bukan film fiksi drama, tetapi tetap merupakan film Korea dan sangat kuat mengangkat makanan serta perjalanan seorang koki. Film ini mengikuti chef Im Ji-ho yang melakukan perjalanan dan memanfaatkan bahan-bahan dari alam untuk menciptakan berbagai hidangan, sekaligus membangun hubungan dengan orang-orang yang ia temui di sepanjang perjalanan.
Daya tarik kulinernya berasal dari cara film memperlihatkan makanan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hubungan, kenangan, alam, dan kasih sayang, bukan sekadar sesuatu yang disantap untuk menghilangkan rasa lapar. Salah satu bagian yang sangat menarik adalah ketika sang chef menyiapkan makanan untuk orang-orang yang ia temui serta membuat banyak hidangan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok-sosok yang dianggap penting dalam kehidupannya. Karena proses memasaknya ditampilkan dengan pendekatan dokumenter, makanan dalam film ini terasa lebih alami dan justru bisa membuat penonton semakin penasaran dengan cita rasa masakan yang dibuat.
8. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rekomendasi Film Korea Bertema Kuliner
Apa film Korea yang paling banyak menampilkan makanan?
Little Forest dan Le Grand Chef termasuk pilihan yang sangat kuat karena aktivitas memasak menjadi bagian penting dalam ceritanya.
Film Korea apa yang bercerita tentang restoran?
Koala dan Farewell Restaurant sama-sama menjadikan restoran sebagai bagian penting dalam cerita.
Apa film Korea tentang kimchi?
Le Grand Chef 2: Kimchi Battle menjadikan kompetisi membuat kimchi sebagai inti cerita.
Film Korea apa yang membahas doenjang?
The Recipe atau Doenjang berpusat pada misteri sebuah doenjang jjigae yang sangat istimewa.
Apakah Little Forest merupakan film atau drama Korea?
Little Forest merupakan film layar lebar Korea yang dirilis pada 2018.
Apakah The Wandering Chef merupakan film dokumenter?
Ya, KOFIC mencatat The Wandering Chef sebagai film bergenre dokumenter dan drama.
(kpl/ank)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
