KOREA

Cerita Inspirasional Kasita Wonowidjojo Salah Satu Kreator Naevis di MV aespa 'Savage', Berasal dari Surabaya dan Fans Artis SM dari Dulu

Selasa, 12 Oktober 2021 12:45

Kasita Wonowidjojo dan Naevis (credit: Dokumen Pribadi, SM Entertainment)

Kapanlagi.com - Buat penggemar aespa, nama Kasita Wonowidjojo mendadak ramai dibicarakan belakangan ini. Ia disebut-sebut sebagai salah satu kreator dari Naevis, karakter penghubung aespa dengan dunia KWANGYA yang muncul di MV Savage. Hal ini langsung membuat fans MY (sebutan fans aespa) dan penggemar K-Pop di Indonesia bangga pada Kasita.

Saat dihubungi Kapanlagi.com, Kasita memang membenarkan dia ikut berpartisipasi dalam pembuatan Naevis. Tapi ia menjelaskan Naevis merupakan kerja sebuah tim, jadi tidak bisa diklaim sebagai karya individu. Tim yang dimaksud Kasita adalah GIANTSTEP, sebuah perusahaan teknologi kreatif di Amerika Serikat yang menyediakan disain, efek visual, animasi, program, produksi visual dan sebagainya kepada brand, agensi, dan klien dari dunia hiburan termasuk SM Entertainment. Kasita sendiri ambil bagian untuk look development (pengembangan tampilan) dari Naevis.

"Lingkup pekerjaan saya sebagian besar dalam look development. Jadi saya mengembangkan bahan dan material dari Naevis, seperti tekstur kulit, lighting, dan rendering," jelas Kasita mengenai pekerjaannya.

Tentunya dalam pengerjaan Naevis dan animasi lain dalam MV Savage, perlu waktu yang tidak sedikit. Bahkan menurut Kasita, Naevis perlu masa 'trainee' juga sebelum akhirnya diperkenalkan kepada penggemar aespa.

"Bisa dibilang, Naevis juga punya masa training. Waktu pengembangannya sangat lama. Dia juga dikerjakan oleh tim kami yang lebih besar di Korea. Jadi ada campur tangan manusia juga dalam pembuatan avatar digitalnya," kata wanita berusia 32 tahun ini.

1. Tentang Kasita

Sebelum tahu lebih jauh soal Kasita dan kariernya di bidang seni digital kreatif, kita kenalan sedikit yuk karena tak kenal maka tak sayang kalau kata pepatah. Keluarga Kasita berasal dari Surabaya, Jawa Timur, jadi ia mengaku familiar dengan bahasa Jawa. Tapi sejak berusia 3 tahun, keluarganya pindah ke Singapura dan Kasita pun tumbuh di sana. Saat berumur 7 tahun, Kasita pindah dari Singapura ke Los Angeles, Amerika Serikat. Meski lama di luar negeri, dia ternyata sempat bekerja di Tanah Air.

"Jadi bisa dibilang saya nggak benar-benar tumbuh di Indonesia. Sempat sih bekerja di marketing sebuah perusahaan saat berusia 23 - 29 tahun dan itu masa paling lama saya tinggal di Indonesia, tepatnya di Jakarta."

Dari penjelasan di atas, Kasita sempat bekerja di bagian marketing yang berbeda jauh dengan apa yang dilakukannya sekarang. Dari dulu, dia mengaku memang suka dengan seni tapi tidak benar-benar mau menjadikannya sebagai profesi. Dia juga lalu tertarik dengan coding dan grafis komputer tapi dulu kesulitan buat mempelajari semua itu, tidak semudah sekarang.

"Saya belajar otodidak seni tiga dimensi dan menciptakan identitas virtual sendiri di game Second Life lalu menjual item-item di sana. Lucunya saya seperti punya sebuah ae. Saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai karier sepenuhnya dan belajar di Gnomon School of Visual Effects. Di sana saya belajar mengasah skill menjadi level profesional dan setelah lulus direkrut oleh GIANTSTEP," ceritanya.

2. GIANTSTEP dan SMCU

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Kasita bekerja buat GIANTSTEP. Perusahaan ini ternyata nggak cuma ikut dalam pembuatan MV Savage saja. GIANTSTEP juga sudah ikut andil bahkan sebelum aespa debut. GIANTSTEP dijelaskan juga lebih banyak terlibat dalam pembuatan Naevis, ae-aespa, dan visual efeknya.

"Tim di GIANTSTEP AS sudah bekerja untuk SM Entertainment sebelum aespa debut. Kami terlibat dalam MV mereka dan pengembangan SMCU. Saya bergabung (di GIANTSTEP) saat aespa akan debut dengan Black Mamba untuk membantu membuat material 3D, lighting, kostumnya, dan sebagainya. Saya awalnya di bagian 3D yang mencakup banyak hal dalam proses pembuatannya, tapi sejak SMCU Episode 1, saya dipercaya sebagai leader look development karena pernah berpartisipasi dan fokus dalam area tersebut. Look development sendiri kalau di GIANTSTEP meliputi tekstur, shaders atau material, lighting dan semua ini dikerjakan berdasakarkan permintaan klien atau direktur art-nya," jelas Kasita.

3. Berterima Kasih Kepada Fans aespa di Indonesia

Sejak namanya disebut sebagai salah satu kreator Naevis dan menjadi pemberitaan di media Tanah Air, kolom komentar Kasita di Instagram mendadak dipenuhi oleh fans K-Pop yang mengaku bangga padanya. Sebagian juga bilang suka sekali dengan Naevis. Hal ini sama sekali tak disangka oleh Kasita sebelumnya, makanya ia juga kaget mendapat reaksi positif dari penggemar K-Pop di Indonesia.

"Saya sebenarnya sangat kewalahan dengan komentar dan DM yang masuk bahkan sudah mencapai ribuan saat ini. Saya ingin bisa mengucapkan terima kasih buat semuanya, karena itu yang saya rasakan, sangat berterima kasih. Ini menunjukkan betapa bersemangatnya MY dan saya sangat bersyukur. Saya cuma bagian kecil dalam konsep ini, jadi sangat berterima kasih atas dukungannya, rasanya semua kerja keras sepadan. Saya cuma mau memberi klarifikasi kalau VFX (visual efek) adalah kerja tim, butuh banyak orang untuk membuat sesuatu terlihat bagus di layar dan saya bahagia menjadi bagian dari tim tersebut," ujar Kasita.

4. Kasita dan K-Pop

Kasita sendiri tak membantah kalau dia menyukai dan suka mendengarkan lagu-lagu K-Pop. Sebelum menjadi bagian dari tim VFX aespa, Kasita pun pastinya sudah sering mendengar soal SM Entertainment. Bahkan dia mengaku suka banget sama f(x).

"Saya tumbuh dengan mendengarkan lagu-lagu BoA dan penggemar berat f(x) dan artis SM, jadi bisa dibilang sudah paham dengan 'gayanya SM'. Saat bergabung dengan GIANTSTEP, saya belum tahu apa yang akan dikerjakan. Saya baru tahu di hari pertama kerja dan langsung excited," kata Kasita yang selain BoA dan f(x) juga suka mendengarkan SHINee, BTS, Red Velvet, Stray Kids, StayC, Weeekly dan sudah pasti aespa.

Ngomong-ngomong soal aespa, sudah pasti Kasita juga familiar dengan Karina, Giselle, Winter, dan Ningning. Ketika ditanya soal pendapatnya soal aespa dan siapa biasnya, Kasita pun sama sekali tak kesulitan.

"Savage jadi lagu aespa favoritku dan album pertama mereka juga punya B-side yang bagus-bagus. Karena bekerja dengan project aespa, jadi suka musik dan akan terus mendukung mereka. Saya suka semua member karena mereka menyenangkan diajak kerjasama. Tapi karena tugas pertama adalah membuat jaket ae-Giselle, Giselle dan ae-nya jadi bias," kata Kasita.

5. Kasita dan Next Goal

Untuk saat ini, Kasita sepertinya nyaman dengan pekerjaannya yang sedikit banyak berhubungan dengan K-Pop. Ketika ditanya apakah masih akan bekerja untuk pengembangan kreatif digital buat aespa atau project SM Entertainment lainnya, Kasita tak bisa menjelaskan secara pasti.

"Saya nggak bisa memprediksi apa yang terjadi di masa depan. Secara pribadi, menyenangkan bekerja yang berhubungan dengan K-Pop tapi tujuan saya adalah pindah ke perfilman dan mengajar. Jadi untuk sekarang belum bisa memberi keputusan."

Terima kasih sudah berbagi dengan Kapanlagi.com! Semoga Kasita semakin sukses dengan kariernya dan bisa mencapai cita-citanya serta bisa menginspirasi fans K-Pop lainnya. Fighting!


REKOMENDASI
TRENDING