Kasus Pulau Jeju, Diguncang Laporan Orang Hilang - 4 Jenazah Ditemukan dalam 3 Hari

Kasus Pulau Jeju, Diguncang Laporan Orang Hilang - 4 Jenazah Ditemukan dalam 3 Hari
photo credit: Unsplash/Linda Yuan

Kapanlagi.com - Pulau Jeju, Korea Selatan, tengah menjadi sorotan usai empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan tewas dalam rentang waktu hanya tiga hari. Dilansir dari Liputan6.com yang mengutip Channel News Asia dan Kantor Berita Yonhap, keempat kasus tersebut tidak saling berkaitan, namun dua di antaranya diduga ditutup oleh petugas yang sama tanpa memastikan bahwa orang yang dilaporkan hilang benar-benar dalam kondisi aman.

Rangkaian penemuan ini memicu kekhawatiran publik sekaligus kritik keras terhadap prosedur kepolisian dalam menangani laporan orang hilang, hingga akhirnya turut ditanggapi langsung oleh Presiden Korea Selatan.

1. Kronologi Penemuan Empat Jenazah

Rangkaian penemuan jenazah ini bermula pada 22 Agustus, ketika seorang pria berusia 60-an ditemukan tewas di Songdang-ri, Gujwa-eup, Kota Jeju, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak 2 Juli. Berikut susunan penemuan jenazah lainnya yang terjadi berturut-turut:

- 23 Agustus, dini hari: seorang nelayan menemukan jasad pria berusia sekitar 70-an di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup, yang sebelumnya dilaporkan hilang sehari sebelumnya
- 23 Agustus, pagi: satu jenazah lain yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan di dekat sebuah lembah di Aewol-eup
- 23 Agustus, siang: jenazah yang diyakini sebagai Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang hilang sejak Mei, ditemukan di dekat penginapan tempatnya tinggal - tepat 104 hari setelah ia dinyatakan hilang

Kasus Jang Mi-ran menjadi sorotan nasional setelah polisi diduga menutup laporan kehilangannya tanpa memastikan keselamatannya, sebelum akhirnya kembali dilaporkan dan ditemukan tewas.

2. Prosedur Kepolisian Jadi Sorotan

Kepolisian kini meninjau seluruh 298 laporan orang hilang yang pernah ditangani petugas yang diduga terlibat, dengan sekitar 10 kasus di antaranya sedang diperiksa karena diduga ditutup secara tidak semestinya. Pada Selasa, pengadilan resmi menahan petugas tersebut atas dugaan kelalaian dalam menjalankan tugas, pemalsuan catatan elektronik resmi, dan menghalangi pelaksanaan tugas resmi, demikian dilaporkan Yonhap News Agency.

Petugas yang bersangkutan membantah seluruh tuduhan tersebut dan mengaku telah menghubungi orang-orang yang dilaporkan hilang, menurut laporan yang mengutip seorang pejabat kepolisian. Sementara itu, Pelaksana Tugas Komisaris Jenderal Kepolisian Nasional, Yoo Jae-seong, telah menyampaikan permintaan maaf dan menjanjikan langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang, termasuk mewajibkan setiap penutupan kasus orang hilang memperoleh persetujuan atasan.

Data resmi menunjukkan kepolisian Korea Selatan menerima 70.814 laporan orang dewasa hilang sepanjang tahun lalu, dengan angka serupa yang telah melampaui 70.000 kasus setiap tahun sejak 2022.

3. Presiden Korea Selatan Ikut Bersuara

Kontroversi ini turut mengundang tanggapan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Ia menyerukan agar kepolisian meningkatkan akuntabilitas di tengah kemarahan publik, bertepatan dengan rencana reformasi yang akan memberi institusi kepolisian peran lebih besar dalam penyidikan tindak pidana, seperti dilaporkan Channel News Asia.

Dalam rapat kabinet, Lee menegaskan bahwa kewenangan besar yang akan dimiliki kepolisian harus sejalan dengan tanggung jawabnya. "Tanggung jawab harus diperkuat sebanding dengan besarnya kewenangan," tegasnya.

4. Berapa Jumlah Jenazah yang Ditemukan di Jeju dalam Kasus Ini?

Empat jenazah orang hilang ditemukan di Pulau Jeju dalam rentang waktu tiga hari, yakni pada 22 dan 23 Agustus 2026, dengan dua di antaranya diduga ditangani petugas kepolisian yang sama.

5. Kenapa Prosedur Kepolisian Jeju Dikritik?

Petugas kepolisian diduga menutup sejumlah laporan orang hilang tanpa memastikan keselamatan orang yang dilaporkan, sehingga memicu peninjauan ulang terhadap ratusan kasus lain yang pernah ditangani petugas yang sama.

Mau update terbaru soal berita internasional lainnya? Yuk baca terus di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(kpl/jje)

Rekomendasi

Trending