Kontroversi Carolina Shiino Pemenang Miss Japan 2024, Tuai Pro Kontra Karena Berdarah Ukraina

Kontroversi Carolina Shiino Pemenang Miss Japan 2024, Tuai Pro Kontra Karena Berdarah Ukraina
Kontroversi Miss Jepang 2024, Carolina Shiino/ Credit:Instagram.com/karoina0824

Kapanlagi.com - Ditulis oleh: Antonia Rucita Nurak

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali aspek kontroversial dalam industri kontes kecantikan yang diadakan. Kontes kecantikan pun seringkali menimbulkan masalah ketika persepsi netizen khususnya, terhadap seseorang (kontestan) berbeda atau tidak menunjukan identitas atau kecantikan yang sesuai.

Namun kontroversi terkini bukan soal kecantikan namun identitas, mengenai siapa yang berhak mewakili representasi etnis Jepang. Carolina Shiino baru-baru ini dinobatkan sebagai pemenang kontes Miss Grand Prix Jepang.Namun penobatannya menimbulkan reaksi pro dan kontra dari publik karena identitas etnisnya yang dipertanyakan.

Kemenangan Shiino sudah satu dekade semenjak Ariana Miyamoto di tahun 2015, menjadi wanita bi-rasial pertama yang menangkan kontes kecantikan di negara tersebut. Meskipun Ariana lahir di Jepang dari ibu asli Jepang, ayahnya merupakan Afrika-Amerika. Saat itu juga, kemenangan Ariana diperdebatkan netizen sebagai ras campuran.

Kini Shiino turut memicu perdebatan mengenai apakah dia harus mewakili Jepang sedangkan ia tidak memiliki etnis Jepang. Sedangkan dalam kompetisi kecantikan, tidak memiliki aturan terkait etnis. Lalu mengapa kemenangannya menimbulkan kontroversi? Yuk baca selengkapnya.

1. Tuai Pro Kontra Netizen Terkait Etnis

Instagram.com/karoina0824

Di sosial media, warganet mengungkapkan kekesalan dengan berpendapat bahwa, meski Shiino merupakan warga negara Jepang, ia harus menjadi keturunan Jepang untuk memenangkan kompetisi kecantikan ini. Seseorang yang memenangkan kompetisi kecantikan harus mewakili identitas atau etnis dari negaranya.

Namun, perlu dicatat bahwa Miss Nippon, seperti kompetisi kecantikan di seluruh dunia, tidak memiliki aturan terkait etnis. Aturannya hanya menetapkan bahwa peserta harus warga negara (suatu negara) untuk turut berpartisipasi. Tidak ada perbedaan antara warga negara yang dinaturalisasi dan warga negara yang dilahirkan secara alami.

Meski demikian, beberapa warganet menganggap hal tersebut bukanlah hal yang salah. Mereka menganggap penobatan Carolina Shiino menunjukan keberagaman yang ada di Jepang. Bagi mereka, pertentangan terhadap Shiino hanyalah tindakan rasisme yang tidak berakar.

2. Carolina Shiino Kelahiran Ukraina

Instagram.com/karoina0824

Alasan mengapa kemenangan Shiino menimbulkan kontroversi adalah karena ia merupakan warga negara Jepang kelahiran asing. Diketahui Shiino lahir di Ternopil, Ukraina, dari orangtua Ukraina.

Ibunya bernama Lana Shiino yang kemudian menikahi pria Jepang ketiak Shiino baru berusia berusia lima tahun. Sejak saat itu, ia dan ibunya pindah secara permanen ke Jepang.

3. Menjadi Warga Jepang

Instagram.com/karoina0824

Setelah hampir 21 tahun tinggal di Jepang, pada tahun 2022, Shiino menerima kewarganegaraan Jepangnya. Carolina Shiino menjadi warga negara Jepang yang sah melalui proses naturalisasi.

Nama belakangnya, Shiino, diambil dari nama ayah sambungnya. Nah KLovers, walaupun terdapat pro kontra terhadap Carolina Shiino, ia menjadi warga negara Jepang naturalisasi pertama yang memenangkan kontes tersebut. Meskipun banyak yang menyebutnya bukan seperti ‘Miss Jepang’. Sedangkan menurut penyelenggara Grand Prix Miss Japan, Shiino mampu berbicara dan menulis dalam bahasa Jepang yang indah dan sopan dan dia lebih Jepang daripada orang Jepang sendiri.

(kpl/arn)

Rekomendasi
Trending