Menyusuri Jejak Indonesia di Balik Produksi Drama Korea

Menyusuri Jejak Indonesia di Balik Produksi Drama Korea
What Happened in Bali (credit: MBC)

Kapanlagi.com -

Drama Korea tak hanya menjadikan Seoul dan kota-kota di Korea Selatan sebagai latar cerita. Indonesia juga pernah menjadi lokasi pengambilan gambar sejumlah drama Korea, terutama Bali yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Kehadiran Indonesia dalam drama Korea menarik perhatian karena memperlihatkan bagaimana destinasi lokal digunakan dalam produksi hiburan internasional. Beberapa drama bahkan dibintangi aktor populer, seperti Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub, Hyun Bin, dan Song Hye Kyo.

Lantas, drama Korea apa saja yang pernah syuting di Indonesia? Berikut ulasannya.

1. What Happened in Bali (2004)

Memories of Bali (credit: MBC)

Drama What Happened in Bali, yang juga dikenal sebagai Memories in Bali, merupakan salah satu drama Korea yang paling dikenal karena menggunakan Bali sebagai lokasi pengambilan gambar.

Dibintangi Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub, dan Park Ye Jin, drama ini mengisahkan Soo Jung, seorang perempuan Korea yang bekerja sebagai agen perjalanan di Bali. Kehidupannya berubah setelah bertemu dengan tiga karakter yang terlibat dalam hubungan cinta rumit.

Bali menjadi lokasi yang relevan dengan cerita karena berkaitan langsung dengan pekerjaan dan kehidupan karakter utama. Pemandangan tropis, pantai, dan kawasan wisata memberikan suasana berbeda dari latar perkotaan Korea Selatan.

2. First Love of the Royal Prince (2004)

First Love of Royal Prince (credit: MBC)

Drama romantis First Love of the Royal Prince juga memanfaatkan keindahan Bali sebagai salah satu latar pengambilan gambar. Drama ini dibintangi Sung Yu Ri, Cha Tae Hyun, dan Kim Nam Jin.

Ceritanya mengikuti Kim Yu Bin, seorang pemandu wisata yang terlibat dalam kisah cinta dengan Choi Gun Hee, pria dari keluarga kaya. Hubungan mereka berkembang di tengah perbedaan latar belakang dan kehadiran orang ketiga.

Salah satu lokasi yang dikaitkan dengan produksi drama ini adalah Pantai Balangan, Bali Selatan. Pemandangan pantai dan tebing menjadi latar yang mendukung suasana romantis sekaligus memperkuat gambaran Bali sebagai destinasi wisata.

Seperti drama sebelumnya, Bali digunakan untuk mendukung cerita dan memberikan variasi visual. Informasi terperinci mengenai proses syuting dan alasan resmi pemilihan lokasi ini masih terbatas.

3. Worlds Within (2008)

Worlds Within (credit: KBS2)

Penggemar Hyun Bin dan Song Hye Kyo mungkin tertarik mengetahui bahwa keduanya pernah menjalani proses syuting di Indonesia melalui drama Worlds Within. Drama yang tayang pada 2008 ini mengikuti kehidupan Jung Ji Oh (Hyun Bin) dan Joo Joon Young (Song Hye Kyo), dua sutradara drama televisi yang memiliki hubungan pribadi sekaligus menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan mereka.

Salah satu lokasi pengambilan gambar yang dikaitkan dengan drama ini adalah Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Keindahan pantai dan kawasan resor Bintan menawarkan suasana tropis yang berbeda dari lingkungan perkotaan Korea.

Pemilihan Bintan memperlihatkan bahwa daya tarik Indonesia tidak hanya terbatas pada Bali. Namun, tidak tersedia cukup informasi untuk memastikan apakah pertimbangan utama produksi berkaitan dengan biaya, perizinan, atau strategi pemasaran tertentu.

4. Saranghae, I Love You (2012)

Saranghae, I Love You (credit: IMDB)

Berbeda dari ketiga drama sebelumnya, Saranghae, I Love You merupakan proyek kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan. Serial ini dibintangi penyanyi Korea Tim Hwang dan aktris Indonesia, Revalina S. Temat. Ceritanya mengikuti Kim Young Min, seorang penyanyi Korea yang pergi ke Bali dan bertemu dengan Ayu, perempuan Indonesia yang kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Pengambilan gambar dilakukan di Indonesia dan Korea Selatan, dengan Jakarta serta Bali menjadi bagian dari latar cerita. Keterlibatan pemain dari kedua negara membuat serial ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan drama Korea yang hanya menggunakan lokasi luar negeri.

Dalam proyek ini, unsur Indonesia bukan sekadar latar visual. Kehidupan karakter Indonesia dan hubungan lintas budaya menjadi bagian dari cerita. Karena melibatkan industri hiburan kedua negara, potensi menjangkau penonton Indonesia juga lebih relevan untuk dibahas.

5. Mengapa Indonesia dipilih sebagai lokasi syuting?

Ada beberapa alasan yang membuat Indonesia menarik bagi produksi drama Korea.

Pertama, Indonesia memiliki lanskap yang beragam, mulai dari pantai dan hutan tropis hingga kawasan perkotaan. Kedua, lokasi seperti Bali menawarkan identitas visual yang berbeda dari Korea Selatan. Ketiga, penggunaan lokasi luar negeri dapat memperkuat cerita, terutama ketika karakter membutuhkan latar perjalanan atau bekerja di sektor pariwisata.

Namun, pemilihan lokasi tidak selalu berkaitan dengan strategi pemasaran. Dalam banyak kasus, kebutuhan cerita menjadi alasan yang lebih masuk akal. Potensi promosi pariwisata bisa menjadi manfaat tambahan, tetapi tidak otomatis menjadi tujuan utama produksi.

Proses syuting di luar negeri juga membutuhkan koordinasi mengenai izin lokasi, transportasi, jadwal pemain, dan pengaturan kegiatan di tempat umum. Sayangnya, dokumentasi terperinci mengenai jumlah kru dan jadwal syuting drama-drama tersebut masih terbatas.

6. Bagaimana reaksi netizen Indonesia?

Kehadiran lokasi Indonesia dalam drama Korea kerap menarik perhatian penggemar. Mengetahui bahwa sebuah adegan diambil di Bali atau Bintan bisa memunculkan rasa bangga sekaligus rasa penasaran terhadap lokasi sebenarnya.

Reaksi yang umum ditemukan dalam komunitas penggemar antara lain keinginan mengunjungi lokasi syuting, membagikan informasi kepada sesama penggemar, hingga membicarakan pengalaman melihat tempat yang familier di layar.

Namun, tidak semua drama lama memiliki dokumentasi reaksi netizen yang mudah diverifikasi. Karena itu, respons tersebut lebih tepat dipahami sebagai pola umum di kalangan penggemar, bukan klaim bahwa seluruh penonton memberikan reaksi yang sama.

Fenomena ini semakin terlihat pada era media sosial, ketika informasi mengenai lokasi syuting dapat menyebar dengan cepat. Salah satu contoh terbaru datang dari film EXTRACTION: TYGO yang dibintangi Lisa BLACKPINK dan Ma Dong Seok.

7. Extraction: Tygo, film Lisa BLACKPINK yang membuat Indonesia menjadi sorotan

Cast TYGO (credit: Netflix)

Meski bukan drama Korea, EXTRACTION: TYGO layak dibahas karena proses syutingnya di Indonesia menarik perhatian besar dari penggemar dan masyarakat. Film aksi Netflix ini dibintangi Ma Dong Seok, Lisa BLACKPINK, dan Lee Jin Wook. Ceritanya mengikuti Tygo, mantan tentara bayaran yang kembali menghadapi dunia kriminal demi menyelamatkan Lia, sosok yang dianggapnya sebagai keluarga.

Sejumlah lokasi di Indonesia digunakan untuk produksi, termasuk kawasan Karst Citatah di Bandung Barat, Kota Tua Jakarta, kawasan Tangerang, dan Baronk Cafe di Kemang, Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi tersebut memberikan variasi latar bagi adegan aksi maupun percakapan.

Menariknya, Baronk Cafe di Kemang diubah tampilannya agar menyerupai sebuah kafe di Vietnam. Artinya, lokasi pengambilan gambar di Indonesia tidak selalu digambarkan sebagai Indonesia dalam cerita.

Kegiatan syuting di Kota Tua Jakarta juga mendapat perhatian karena memerlukan pengaturan lalu lintas dan pembatasan akses di sejumlah ruas jalan.

Kehadiran Lisa membuat informasi mengenai lokasi produksi cepat menyebar di kalangan penggemar. Dampaknya turut dirasakan oleh tempat-tempat yang digunakan sebagai lokasi syuting, termasuk Baronk Cafe yang mendapat perhatian media.

Meski demikian, meningkatnya pemberitaan tidak otomatis membuktikan adanya kenaikan omzet. Dampak ekonomi terhadap setiap usaha perlu didukung data atau keterangan langsung dari pengelolanya.

Produksi ini juga memunculkan perdebatan mengenai privasi setelah rekaman CCTV Lisa di sebuah kafe tersebar. Co-produser Tygo, Delon Tio, mengkritik penyebaran rekaman tersebut untuk kepentingan promosi. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa antusiasme terhadap selebritas tetap perlu menghormati privasi mereka.

Secara keseluruhan, Tygo memperlihatkan bagaimana produksi internasional dapat membawa perhatian global kepada lokasi di Indonesia, sekaligus menghadirkan tantangan terkait keamanan, privasi, dan aktivitas masyarakat setempat.

8. Film Jakarta (2000), benarkah syuting di Indonesia?

Film Jakarta (credit: Letterboxd)

Selain drama, ada pula film Korea Selatan berjudul Jakarta yang dirilis pada 2000. Film kriminal ini dibintangi sejumlah aktor Korea, termasuk Im Chang Jung dan Kim Sang Joong.

Ceritanya berpusat pada aksi perampokan bank dan rencana pelarian para pelakunya. Nama Jakarta berkaitan dengan konsep pelarian dalam cerita, tetapi judul tersebut tidak otomatis berarti filmnya mengambil gambar di ibu kota Indonesia.

Hingga kini, informasi yang tersedia belum cukup kuat untuk memastikan bahwa film Jakarta benar-benar menjalani proses syuting di Indonesia. Karena itu, film ini sebaiknya tidak dimasukkan sebagai produksi yang telah terkonfirmasi melakukan pengambilan gambar di Jakarta.

Penting membedakan film yang benar-benar syuting di Indonesia, film yang menggunakan Indonesia sebagai latar cerita, dan film yang hanya menyebut nama kota Indonesia dalam judulnya. Ketiganya merupakan hal yang berbeda.

9. Indonesia dan daya tariknya bagi industri hiburan Korea

Dari What Happened in Bali hingga Worlds Within, Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanan produksi drama Korea. Bali dan Bintan menawarkan lanskap yang mendukung kebutuhan cerita, sementara Saranghae, I Love You memperlihatkan kolaborasi yang lebih langsung antara industri hiburan Indonesia dan Korea Selatan.

Kehadiran lokasi Indonesia tidak selalu bertujuan menggaet pasar lokal. Namun, popularitas drama dan film internasional dapat memberikan eksposur tambahan bagi destinasi wisata serta tempat usaha yang digunakan dalam produksi.

Fenomena Extraction: Tygo juga memperlihatkan bahwa perhatian publik dapat meluas dari para pemain hingga kru dan lokasi syuting. Di sisi lain, kasus penyebaran rekaman CCTV menunjukkan pentingnya menjaga privasi di tengah tingginya antusiasme penggemar.

Pada akhirnya, Indonesia bukan hanya lokasi yang menawarkan pemandangan menarik, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi bagian dari produksi hiburan berskala internasional. Hal terpenting adalah memastikan informasi mengenai lokasi, proses produksi, dan dampaknya disampaikan secara akurat.

(kpl/pit)

Rekomendasi

Trending