Review 'SAINT SEIYA: LEGEND OF SANCTUARY'
Image: Ā© Toei Animation
Kapanlagi.com - Buat kamu yang besar di era '90an, pastinya tahu banget dengan film animasi Saint Seiya. Tayang di salah satu stasiun televisi lokal, film yang juga diangkat dari manga ini sukses membius para anak-anak hingga remaja untuk tetap duduk di depan televisi setiap hari Minggu waktu itu. Hampir 2 dekade berselang, seorang sutradara bernama Keiichi Sato memutuskan tuk menghidupkan kembali memori kita atas film itu. Caranya? Merilis ulang Saint SeiyaĀ dalam kemasan 3D kekinian yang jauh lebih epik dan full effect. Tepatnya Bulan Juni 2014 kemarin, SAINT SEIYA: LEGEND OF SANCTUARYĀ dirilis dalam bentuk sebuah film. Keiichi harus memutar otaknya untuk meringkas puluhan episode dari anime itu untuk jadi sebuah film berdurasi 90 menitan saja. Hasilnya? Dari segi cerita tentu saja banyak kekurangan, mengingat banyak sekali scene yang harus dipotong untuk mempersingkat waktu. Mereka yang sebelumnya belum pernah menonton animasi aslinya bisa-bisa pusing tujuh keliling untuk memahami alur ceritanya yang terkesan sangat buru-buru. Tak cuma itu saja, banyak sekali battle yang harus disingkat karena alasan serupa. Seperti diketahui, film ini menceritakan tentang perjuangan para saints, yakni Pegasus Seiya, Dragon Shiryu, Cygnus Hyoga, dan Andromeda Shun di pulau langit demi menyelamatkan sang Athena, Saori Kido. Keempat saints itu harus bertempur dengan 12 zodiak yang masing-masing memiliki kemampuan di luar nalar manusia.
Para Zodiak, the saint gold / Ā© Toei Animation
Poster resmi Saint Seiya: Legend Of Sanctuary / Ā© Toei Animation(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/gtr)
Advertisement
