BOLLYWOOD

Pensiun Dari Bollywood Demi Islam, Ini Pernyataan Lengkap Zaira Wasim di Medsos

Selasa, 02 Juli 2019 19:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Zaira Wasim © bollywoodlife.com

Kapanlagi.com - Pengumuman dari Zaira Wasim bahwa ia pensiun dari Bollywood bikin heboh. Secara gamblang, bintang film yang debut lewat proyek DANGAL yang juga dibintangi oleh Aamir Khan itu mengungkap alasannya.

Lewat akun media sosialnya, Zaira menyatakan bahwa ia memilih mundur jadi aktris karena lebih memilih agama. Dan berikut adalah pernyataan lengkap dari Zaira yang kami lansir dari akun pribadinya di Instagram, @zairawasim_.

""Lima tahun lalu aku membuat keputusan yang mengubah hidupku selamanya. Ketika aku menginjakkan kaki di Bollywood, hal itu membuka pintu popularitas besar bagiku. Aku mulai jadi kandidat perhatian publik, diproyeksikan menjadi panutan bagi kesuksesan untuk anak muda. Namun itu bukan sesuatu yang kuinginkan atau jadi tujuanku, terutama yang berkaitan dengan kesuksesan dan kegagalan, yang mana baru saja mulai kueksplorasi dan kupahami.

Hari ini, genap 5 tahun sudah dan aku ingin mengakui bahwa aku tidak benar-benar bahagia dengan identitas di pekerjaan yang kujalani. Selama ini aku merasa telah berjuang menjadi orang lain. Karena aku baru saja mengeksplorasi dan memahami hal-hal baru dengan dedikasi waktu, upaya dan emosi untuk mencoba meraih gaya hidup baru. Hanya saja, aku menyadari bahwa meski aku mungkin cocok di sini dengan sangat sempurna. Tapi tempatku bukan di sini. Bidang ini memang membawa banyak cinta, dukungan dan tepuk tangan untuk jalan yang kulalui. Tetapi apa yang juga dilakukannya adalah mengarahkanku ke jalan ketidaktahuan. Ketika aku diam-diam dan tanpa sadar telah beralih dari iman," tulis Zaira.

1. Iman Terganggu

"Sementara aku terus bekerja di lingkungan yang secara konsisten mengganggu iman yang kuyakini. Hubungan dengan agamaku terancam. Ketika aku terus melewatinya tanpa sadar, sementara aku terus berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa apa yang kulakukan benar dan tidak mempengaruhi hidupku, aku kehilangan semua barakah dari hidupku. Berkah adalah kata yang maknanya tidak hanya terbatas pada kebahagiaan, kuantitas atau berkat. Tetapi juga berfokus pada gagasan stabilitas yang merupakan sesuatu yang kuperjuangkan secara luas.

Aku terus bertarung dengan jiwaku untuk mendamaikan pikiran dan naluriku, untuk memperbaiki gambaran statis tentang imanku dan aku gagal total. Tidak hanya sekali, tetapi ratusan kali. Tidak peduli sekeras apapun aku berusaha untuk memperjuangkan keputusanku, akhirnya aku menjadi orang yang sama, dengan motif bahwa suatu hari nanti aku akan berubah dan aku akan segera berubah. Aku terus menunda-nunda dengan menipu hati nuraniku dengan gagasan bahwa aku tahu apa yang kulakukan. Tidak terasa benar, tetapi aku berasumsi bahwa aku akan mengakhiri ini setiap kali waktunya terasa tepat. Dan aku terus menempatkan diri di posisi rentan, selalu mudah menyerah pada lingkungan yang merusak kedamaian, iman dan hubunganku dengan Allah.

Aku terus mengamati dan memelintir persepsi seperti yang kuinginkan, tanpa benar-benar memahami bahwa kuncinya adalah melihat dengan sebagaimana adanya. Aku terus berusaha melarikan diri, tetapi entah bagaimana aku selalu berakhir di jalan buntu. Dalam satu lingkaran tanpa akhir dengan elemen yang hilang dan terus menyiksaku dengan kerinduan yang tak bisa kupahami atau terpuaskan," lanjutnya.

2. Temukan Damai Dalam Quran

"Sampai aku memutuskan untuk menghadapi kelemahanku dan mulai berusaha memperbaiki kekurangan pengetahuan dan pemahamanku dengan mendekatkan hati pada kata-kata Allah. Dalam kebijaksanaan Quran yang agung dan Illahi, aku menemukan kecukupan dan kedamian. Memang hati menemukan kedamaian ketika ia memperoleh pengetahuan tentang penciptaNya, atributNya, rahmatNya dan perintah-perintahNya. Aku mulai sangat bergantung pada rahmat Allah untuk mendapatkan bantuan dan bimbingan, alih-alih menghargai kepercayaanku sendiri. Aku menemukan kurangnya pengetahuan tentang dasar-dasar agama dan bagaimana ketidakmampuanku untuk memperkuat perubahan sebelumnya adalah betapa kepuasan duniawi yang dangkal adalah penyakit dari keraguan dan kesalahan yang diderita oleh hatiku. Ada dua jenis penyakit yang menyerang hati, satu keraguan dan kedua adalah nafsu dan keinginan, keduanya disebutkan dalam Al Quran," tutup Zaira yang kemudian mengutip ayat Quran.

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING