'ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)' Bantah Kritik Pemerintah
Deddy Mizwar Foto: AntoKapanlagi.com - Selain dikenal sebagai seorang aktor kawakan, Deddy Mizwar juga diakui sebagai pembuat film yang berbobot. Beberapa filmnya pun terasa mengandung kritikan-kritikan tajam terhadap segala kejadian yang ada di Indonesia ini. Namun begitu, Deddy membantah jika film terbarunya, ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI), dibuatnya untuk mengritik pemerintah.
"Tidak ada yang dikritik, tetapi banyak wajah yang termarginalkan dan itu yang terjadi dan saya tidak berpihak, tetapi saya hanya membuat fenomena. Film ini juga dibuat sebelum beberapa kasus korupsi di negeri ini meledak, kasus Markus sampai pajak meledak. Ini bukan bentuk kemarahan, saya hanya pengen memperbaiki semua masalah di negeri ini dengan kearifan, jangan dengan anarkis," tutur Deddy diplomatis saat ditemui di Planet Hollywood, Jaksel, Senin (12/04) lalu.
Deddy Mizwar
Menampik jika film ini dianggap sebagai bentuk kemarahan, Deddy mengaku jika proyek terbarunya ini malah adalah bentuk kesedihannya.
"Ini film bentuk kesedihan, dan ini ada di lingkungan sekitar kita, saya selalu membuat film dari hati. Kita berusaha lebih arif, dan datangnya kepahitan yang dialami di negara ini, maka mereka akan lebih tahu bagaimana kita harus arif. Fakir miskin dan anak terlantar kan sesuai UU dipelihara oleh negara, tapi nyatanya masih banyak yang miskin. Liat aja di Jakarta, banyak anak terlantar dan mereka ga disentuh oleh pemerintah," aku Deddy.
"Sebagai bukti, para penonton bisa tertawa, sedih. Saya sampai sedih karena kondisi negara kita yang selalu diguncang," tambahnya.
Meski begitu, Deddy pun masih belum terpikir untuk membuat jilid dua alias sekuel untuk film ini. Malahan, dia ingin membuat NAGA BONAR JADI 3 jika harus membuat sekuel lagi.
"Belum kepikiran. Kalau misalkan mau bikin sekuel pasti saya memilih untuk bikin NAGA BONAR JADI 3, karena kalau ga ada pesan yang akan disampaikan kenapa harus dibuat sekuelnya. Jadi harus ada sesuatu yang ingin disampaikan dulu baru bikin filmnya. Karena apa yang ingin kita sampaikan itu menjadi tanggung jawab dunia dan akhirat," tegas Deddy.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(kpl/ato/npy)
Advertisement










































