Sadis, Inilah Kenangan Slamet Rahardjo Akan Mendiang Teguh Karya

Jum'at, 06 November 2015 12:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Sadis, Inilah Kenangan Slamet Rahardjo Akan Mendiang Teguh Karya Slamet Rahardjo/©KapanLagi.com®/Bayu Herdianto
Kapanlagi.com - Teguh Karya adalah salah satu maestro perfilman nasional yang namanya abadi hingga kini. Beliau adalah sutradara di balik film BADAI PASTI BERLALU yang populer di tahun 1977. Karenanya, namanya dijadikan tema Festival Film Indonesia 2015.

Salah satu sahabat yang pernah beberapa kali terlibat produksi film bersamanya adalah aktor senior Slamet Rahardjo. Kakak Eros Djarot mengenang sosok Teguh sebagai seorang yang pemarah.

"Pernah waktu itu syuting film RANJANG PENGANTIN di daerah Gambir. Nah, saya disuruh jalan (kaki) karena akting jadi orang (penderita) TBC. Dia ambil gambar dari jauh. Pas jalan udah jauh kok enggak di-cut-cut. Pas saya tengok ternyata mobil film sudah gak ada," tutur lelaki 66 tahun ini saat ditemui di kediaman Teguh Karya di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Slamet yang ditinggalkan begitu saja merasa sangat marah. "Bukan masalah apa, saya kan pakai kostum dan gak bawa dompet. Akhirnya saya pulang ke sini. Di sini dia lagi enak-enakan sambil ngerokok. Saya bilang, 'Kalo punya masalah sama gue bilang, jangan main tinggal'," kenang bintang PENDEKAR TONGKAT EMAS ini.

Pernah ditinggal sendirian di lokasi syuting, Slamet Rahardjo kenang Teguh Karya sebagai pribadi pemarah/©KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoPernah ditinggal sendirian di lokasi syuting, Slamet Rahardjo kenang Teguh Karya sebagai pribadi pemarah/©KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Sang sutradara pun merasa tak bersalah dan balik mengomelinya. "Dia bilang, 'Saya gak suka tahu, kamu itu pretending, bukan akting. Kamu itu pemain tauco. Jadi saya tinggal'. Dia tega. Tapi abis itu saya dapat penghargaan. Nah, dibalik itu pesannya jangan main-main, itu profesi lo," jelas Slamet.

Lelaki 66 tahun ini pun mengkritik usaha para aktor muda yang kurang mau belajar terhadap dunia akting. "Anak-anak sekarang gak suka belajar. Ini upaya saya yang saya harus lakukan sebagai penerus Teguh Karya," ungkapnya.

Sebelum berpulang pada 2001 silam, almarhum Teguh Karya sempat berpesan kepadanya. "Sebelum meninggal, dia bilang 'Slamet tulis nama saya di sebuah batu'. Saya bilang, 'Gak mau. Emang gue tukang nisan? Kalau mau biarkan saya tulis dengan kreasi'," tandasnya.

(kpl/hen/tch)


REKOMENDASI
TRENDING