CLOSE

10 Rekomendasi Film Jepang Bertema Sakura dan Perpisahan yang Melankolis

10 Rekomendasi Film Jepang Bertema Sakura dan Perpisahan yang Melankolis
Film Jepang 'Love Like the Falling Petals'. [IMDb]

Kapanlagi.com - Bunga sakura, dengan keindahannya yang mekar sesaat, telah lama menjadi simbol penting dalam budaya Jepang. Ia melambangkan keindahan yang fana, kerapuhan hidup, dan awal yang baru, namun juga sering dikaitkan dengan perpisahan dan melankoli. Dalam dunia sinema Jepang, motif sakura kerap digunakan untuk memperkuat narasi tentang cinta yang tragis, kehilangan, dan takdir yang tak terhindarkan.

Berbagai film Jepang telah berhasil merangkai kisah-kisah emosional dengan latar belakang mekarnya sakura, menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam dan menyentuh hati. Mulai dari romansa yang terhalang penyakit langka hingga drama keluarga yang penuh rahasia, film-film ini menawarkan perspektif unik tentang bagaimana perpisahan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

1. Love Like the Falling Petals (2022)

Love Like the Falling Petals (2022). (Credit: Mydramalist)

Film ini mengisahkan Haruto, fotografer pemula, yang jatuh cinta pada Misaki, seorang penata rambut. Hubungan mereka berubah tragis ketika Misaki mengidap sindrom langka yang membuat tubuhnya menua jauh lebih cepat.

Bunga sakura menjadi simbol utama tentang keindahan yang hanya bertahan sesaat. Nuansa romantis dan kesedihan dalam film ini terasa kuat sejak awal hingga akhir, cocok bagi penonton yang menyukai kisah cinta melankolis.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Let Me Eat Your Pancreas (2017)

Kisah ini mengikuti seorang siswa pendiam yang tanpa sengaja mengetahui rahasia Sakura Yamauchi, teman sekelasnya yang mengidap penyakit mematikan. Meski hidupnya terbatas, Sakura memilih menjalani hari-harinya dengan penuh keceriaan.

Film ini memadukan persahabatan, cinta remaja, dan refleksi tentang arti hidup. Motif bunga sakura memperkuat suasana perpisahan yang lembut namun menyayat hati, terutama menjelang akhir cerita yang sangat emosional.

3. Even If This Love Disappears from the World Tonight (2022)

Even If This Love Disappears from the World Tonight (2022). (credit: mydramalist)

Toru dan Maori menjalin hubungan yang tidak biasa karena Maori mengalami amnesia anterograde dan melupakan kejadian setiap kali bangun tidur. Setiap hari menjadi awal baru sekaligus perpisahan dengan kenangan sebelumnya.

Film ini menampilkan cinta yang terus diperjuangkan meski ingatan tidak dapat dipertahankan. Suasananya tenang, melankolis, dan penuh perasaan, membuat penonton merenungkan betapa berharganya momen kecil bersama orang yang dicintai.

4. The World Where Only I’m 17 Years Old (2020)

Film ini menghadirkan kisah Kota yang kembali muncul dalam wujud remaja berusia 17 tahun setelah bertahun-tahun menghilang. Pertemuan dengan orang yang pernah dekat dengannya hanya bisa terjadi saat bunga sakura bermekaran.

Konsep waktu yang terbatas membuat setiap pertemuan terasa berharga dan menyedihkan. Perpaduan fantasi, romansa, dan nostalgia menjadikan film ini sangat menyentuh bagi penonton yang menyukai cerita tentang kesempatan kedua.

5. The Last 10 Years (2022)

Matsuri didiagnosis mengidap penyakit serius dan diperkirakan hanya memiliki sisa hidup sepuluh tahun. Ia berusaha menjalani hidup tanpa terlalu memikirkan cinta, tetapi pertemuannya dengan Kazuto perlahan mengubah keputusan tersebut.

Film ini menggambarkan bagaimana kebahagiaan sering datang bersamaan dengan ketakutan akan kehilangan. Dengan akting yang kuat dan visual yang indah, kisahnya terasa realistis, hangat, sekaligus sangat memilukan.

6. Sakura (2020)

Sakura (2020). [IMDb]

Film ini berfokus pada keluarga Hasegawa yang tampak bahagia dari luar, tetapi menyimpan luka mendalam setelah kecelakaan tragis menimpa putra sulung mereka. Hubungan antaranggota keluarga perlahan berubah seiring waktu.

Bunga sakura menjadi simbol kenangan, kehilangan, dan usaha mempertahankan kehangatan keluarga di tengah duka. Dengan pendekatan slice of life, film ini menghadirkan emosi yang terasa dekat dan menyentuh kehidupan sehari-hari.

7. April Story (1998)

Disutradarai Shunji Iwai, film ini mengikuti Uzuki yang pindah dari Hokkaido ke Tokyo untuk memulai kehidupan kuliah. Di tengah mekarnya bunga sakura, ia menghadapi perasaan rindu, canggung, dan harapan baru.

Ceritanya sederhana, tetapi dipenuhi detail emosional yang halus. Sakura di sini melambangkan transisi menuju kedewasaan serta perpisahan dengan masa lalu. Film ini cocok bagi penonton yang menyukai drama tenang dan penuh nuansa.

8. Dolls (2002)

Karya Takeshi Kitano ini menampilkan tiga kisah cinta tragis yang saling beririsan. Visual bunga sakura yang indah kontras dengan nasib para tokohnya yang dipenuhi penderitaan dan kehilangan.

Film ini tidak banyak mengandalkan dialog, melainkan kekuatan gambar dan suasana. Setiap perjalanan karakter terasa seperti meditasi tentang cinta, penyesalan, dan kematian. Hasilnya adalah pengalaman menonton yang artistik, sunyi, dan sangat melankolis.

9. Miss Oyu (1951)

Miss Oyu (1951). [IMDb]

Film klasik karya Kenji Mizoguchi ini mengangkat cinta yang mustahil antara seorang pria dan janda bernama Oyu. Demi tetap dekat dengannya, sang pria menikahi adik Oyu, menciptakan hubungan yang rumit dan penuh pengorbanan.

Sakura hadir sebagai penanda waktu sekaligus simbol nostalgia dan kesia-siaan cinta yang tidak dapat terwujud. Ritme film yang tenang memperkuat rasa sedih yang perlahan tumbuh sepanjang cerita.

10. Under the Blossoming Cherry Trees (1975)

Film ini menawarkan tafsir yang lebih gelap terhadap keindahan bunga sakura. Di balik suasana musim semi dan perayaan, tersimpan kisah tentang kegilaan, kematian, dan hasrat manusia yang merusak.

Masahiro Shinoda menggunakan sakura bukan sebagai lambang romantis, melainkan sebagai pertanda ketidakpastian hidup. Nuansa surealis dan menyeramkan membuat film ini berbeda dari drama melankolis biasa, sekaligus meninggalkan kesan mendalam setelah selesai ditonton.

11. Pertanyaan Seputar Film Jepang Bertema Sakura dan Perpisahan Melankolis

Mengapa bunga sakura sering digunakan dalam film Jepang bertema perpisahan?

Bunga sakura melambangkan keindahan yang singkat dan kefanaan hidup dalam budaya Jepang. Karena mekarnya hanya berlangsung sebentar, sakura sering dipakai untuk menggambarkan cinta yang tidak abadi, kenangan yang akan berlalu, serta perpisahan yang meninggalkan kesan mendalam.

Film mana yang paling cocok untuk penonton yang ingin menangis?

The Last 10 Years, Love Like the Falling Petals, dan Let Me Eat Your Pancreas adalah pilihan yang paling emosional. Ketiganya mengangkat tema penyakit, waktu yang terbatas, dan kehilangan orang yang dicintai dengan cara yang sangat menyentuh hati.

Apakah semua film dalam daftar ini benar-benar bertema sakura?

Tidak semuanya menjadikan sakura sebagai tema utama. Beberapa film seperti Even If This Love Disappears from the World Tonight lebih menonjolkan kenangan dan perpisahan, sementara sakura hadir sebagai simbol pendukung atau nuansa visual yang memperkuat suasana melankolis.

Film mana yang paling ringan untuk penonton baru drama Jepang?

April Story merupakan pilihan paling ringan dan mudah dinikmati. Ceritanya sederhana, durasinya relatif singkat, dan fokus pada perasaan canggung, harapan baru, serta transisi menuju masa dewasa tanpa terlalu banyak konflik berat.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/ini)

Rekomendasi

Trending