2 Hari Lagi 'TESTAMENT OF YOUTH' Tayang di Bisokop!

Rabu, 14 Januari 2015 16:08 Penulis: Fitrah Ardiyanti
2 Hari Lagi 'TESTAMENT OF YOUTH' Tayang di Bisokop! 'TESTAMENT OF YOUTH' / © BBC Films
Kapanlagi.com - TESTAMENT OF YOUTH adalah film yang diadaptasi dari kisah perjalanan Vera Brittain, seorang perawat pada masa Perang Dunia I. Film ini menjadi salah satu yang ditunggu di tahun 2015. Mungkin dunia membutuhkan film-film inspiratif semacam ini di tengah-tengah maraknya film action superhero.

Dibintangi oleh Alicia Vikander yang berperan sebagai Vera, film ini sudah mengantongi kritik yang cukup baik. Selain itu Kit Harington, Colin Morgan dan Taron Egerton berperan sebagai tiga orang laki-laki yang harus meninggalkan Vera untuk berperang di garis depan. Dominic West, Emily Watson, Hayley Atwell dan Miranda Richardson juga ikut terlibat di dalamnya.

Kit Harrington dan Alicia Vikander dalam 'TESTAMENT OF YOUTH' / © BBC FilmsKit Harrington dan Alicia Vikander dalam 'TESTAMENT OF YOUTH' / © BBC Films

Tim Robey, kritikus film The Telegraph, menyampaikan bahwa TESTAMENT OF YOUTH adalah potret cerdik dari seorang lulusan Oxford yang cita-citanya dihancurkan oleh trauma Perang Dunia I yang berkepanjangan. Film ini pertama kali tayang di London Film Festival Oktober lalu, dan mendapat sambutan yang cukup hangat.

Film besutan sutradara James Kent ini baru akan tayang di bisokop 16 Januari mendatang. Namun kemarin, para pembaca harian The Telegraph punya kesempatan melihat film ini lebih dulu dari orang lain. Duh, bikin iri. Mereka yang beruntung ini bisa melihat behind the scene TESTAMENT OF YOUTH serta bertemu dengan bitang-bintang yang bermain di dalamnya. Plus, mereka juga bisa bertemu dengan putri dari Vera Brittain, Baroness Williams.

TESTAMENT OF YOUTH adalah memoar pertama dari tiga memoar Vera Brittain yang dirilis tahun 1933. Yang kedua, TESTAMENT OF FRIENDSHIP, dirilis tahun 1940 dan yang terakhir, TESTAMENT OF EXPERIENCE, dirilis tahun 1957. Memoar ini diklaim sebagai karya klasik yang menceritakan dampak Perang Dunia I terhadap kehidupan para wanita dan masyarakat kelas menengah di Inggris Raya. Tak jarang, pengalaman Vera ini dijadikan rujukan untuk studi feminis karena penggambarannya atas perjuangan wanita mengejar karir di tengah-tengah masyarakat yang intoleran terhadap wanita terdidik.

Inspiratif, bukan? See you on 16 January!

(tel/tch)


REKOMENDASI
TRENDING