Catatan Editorial: Ke Jepang Demi Saksikan Ryan Reynolds Jadi Pikachu Menggemaskan

Senin, 06 Mei 2019 16:59 Penulis: Mahardi Eka Putra
Catatan Editorial: Ke Jepang Demi Saksikan Ryan Reynolds Jadi Pikachu Menggemaskan Ryan Reynolds di Yellow Carpet. Foto: Mahardi Eka

Kapanlagi.com - Ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke Negeri Sakura. Rasanya masih tak percaya Senin (22/4) sore saya masih berada di Jakarta, lalu esok paginya saya sudah duduk manis membaca Shonen Jump Weekly di halte bus Bandara Internasional Narita, Jepang. Sekitar satu jam saya menunggu bus yang bakal mengantar saya ke Tokyo. Perjalanannya nanti bakal memakan waktu satu setengah jam. Lumayan bisa dipakai tidur :D

KapanLagi.com® berkesempatan untuk hadir dalam global junket film POKEMON DETECTIVE PIKACHU atas undangan dari Warner Bros Pictures. Mendengar kata Pokemon rasanya sudah tak asing lagi di telinga bukan?

Di Indonesia animenya sudah tayang sejak tahun 2001 di Indosiar lalu lanjut di SCTV. Sementara beberapa waktu lalu, game Pokemon Go menjadi fenomena di masyarakat. Dari anak-anak sampai orang dewasa memainkannya. 

Nah, kali ini kisah Pokemon diangkat dalam film live-action yang dibintangi oleh Ryan Reynolds, Justice Smith, Kathryn Newton, Ken Watanabe dan Rita Ora.  Khusus untuk Ryan Reynolds, ia melakukan motion screen capture demi bisa menjelma jadi Pikachu yang super imut saat di layar lebar. 

Jelang perilisannya di bioskop Indonesia Rabu (8/5), KapanLagi sebagai satu-satunya media dari Indonesia dan puluhan media dan influencer dari mancanegara mendapat kesempatan untuk menyaksikan filmnya terlebih dahulu dan mewawancara cast dan sutradaranya. Event junket kali ini dilangsungkan di Jepang untuk memberi penghormatan khusus pada tokoh-tokoh Pokemon. Di negara inilah tokoh-tokoh imut ini diciptakan. 

Kejutan dari Ryan Reynolds saat Pesta Penyambutan 

Hari pertama di Jepang, jadwal kami tidaklah padat. Setelah check-in di hotel dan kemudian mempersiapkan diri, kami segera berangkat ke Teluk Tokyo sekitar pukul 6 sore untuk pesta penyambutan. Rencananya kami akan makan di atas kapal feri sambil mengarungi Teluk Tokyo dan menikmati pemandangan di sekitar Rainbow Bridge. 

Semula saya kira acara tersebut sekadar ramah tamah makan bersama namun siapa sangka saat tiba di lokasi, kami disambut oleh Ryan Reynolds dkk. Mereka telah terlebih dahulu tiba di sana dan menyapa kami semua. Tak pelak beberapa di antara kami (khususnya para perempuan yang nge-fans dengan Reynolds) langsung menjerit girang. Sayangnya, Ryan dkk tak lama berada di sana. Namun mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama kami sebelum kembali ke hotel. Pesta pun berlanjut sampai pukul 11 malam.   

Para jurnalis dan influencer dari Asia, Eropa, dan Amerika berfoto bersama Ryan Reynolds dkk. Foto: WarnerBros via Valentina PulgarinPara jurnalis dan influencer dari Asia, Eropa, dan Amerika berfoto bersama Ryan Reynolds dkk. Foto: WarnerBros via Valentina Pulgarin



Persiapan Sebelum Wawancara, Nonton Film dan Belajar Budaya Jepang

Hari kedua di Jepang, jadwal kami mulai padat. Rabu (24/5) pagi sekitar pukul 9, kami sudah harus mengikuti screening film POKEMON DETECTIVE PIKACHU di Toho Cinema Nihonbashi. Kami bersama-sama berjalan kaki ke bioskop yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari hotel tempat kami menginap. 

Dua topik pembicaraan terpanas sebelum kami memasuki bioskop adalah, "Seperti apa Reynolds menghidupkan Pikachu versinya ini?" dan "Apa plot kisah detektif yang bakal dimunculkan?". Tak bisa dipungkiri memang, Reynolds sudah kepalang lekat dengan sosok pembunuh bayaran bermulut ketus berkostum spandex merah yang tak bisa mati. Jawabannya hanya bisa kami dapat setelah menonton filmnya. 

Selama kurang lebih satu jam empat puluh empat menit kami menikmati filmnya, seisi bioskop riuh dipenuhi tepuk tangan. Penasaran bukan? Saya beri sedikit bocoran detailnya. Dari sisi cerita, bumbu misteri ala kisah detektif bakal membuat kalian betah menikmatinya sampai akhir. Belum lagi dengan visualisasinya yang ciamik. Yang pasti buat kalian yang sudah akrab dengan Pokemon, film ini bakal menjadi momen nostalgia kalian dengan sedikit penyegaran :)

Lepas dari Toho Cinema, rombongan pun diajak ke Happo En, sebuah taman yang dirancang khusus dengan arsitektur dan lanskap ala era Edo. Kami makan siang bersama di sana dan mendapat tutorial singkat untuk membuat sushi dan juga origami Pikachu. Hasilnya seperti di bawah ini nih. Ada yang bisa menebak apa bunyi tulisan Katakana yang saya buat? 

Ada yang bisa menebak apa bunyi dua tulisan di atas?Ada yang bisa menebak apa bunyi dua tulisan di atas?

Kami menghabiskan waktu sampai sore sekitar pukul 3 di Happo-en. Ada yang sibuk berfoto, ada yang memanfaatkan lanskap indah di sana untuk membuat video. Sementara saya sendiri lebih memilih untuk duduk-duduk saja sambil mengobrol. Berbincang seputar film dan kesan pertama para jurnalis di sana terkait film POKEMON yang tadi baru ditonton. Selain menghemat tenaga, mengobrol seperti ini juga jadi cara mempersiapkan diri untuk sesi wawancara di sore hari nanti. 

Sesi wawancara sore harinya tergolong panjang. Dimulai pukul 4 sore sampai pukul 11 malam. Dengan durasi yang demikian, saya hanya berharap agar para narasumber tidak lantas kelelahan karena harus menjalani sesi wawancara selama itu. Belum lagi, Ryan dan kawan-kawan baru saja melakukan tur promo ke Beijing di pekan sebelumnya. Surprise for us! Kapanlagi.com mendapat kesempatan wawancara pukul setengah 9 malam. Kami pun segera kembali ke hotel untuk bersiap.

Berbincang Malam Bersama Ryan Reynolds Dan Kawan-Kawan

Pukul setengah 8 saya sudah tiba di ruang media bersama dengan Warner Channel Brasil dan juga Italia. Tampaknya kami kloter terakhir dalam sesi wawancara sore itu. Jam 8 tepat kami diajak untuk berjalan ke Peninsula Tokyo karena di sanalah Ryan dkk menginap dan akan melakukan sesi wawancara. 

Sekadar info saja nih, sesi wawancara ini sebetulnya dirancang di sebuah ruangan semi outdoor. Namun karena sedari sore Tokyo diguyur hujan lebat, akhirnya wawancara dipindah di dalam kamar-kamar suite di Peninsula. Terbayang bukan kalau kami harus mewawancara di tengah terpaan angin dan hujan bersuhu 11 derajat Celcius. 

KapanLagi mendapat kesempatan untuk mewawancara Rob Letterman (sutradara), Ryan Reynolds (berperan sebagai Detektif Pikachu), dan duo Justice Smith & Kathryn Newton (berperan sebagai Tim dan Lucy). Yang paling bikin deg-degan tentu saja ketika harus mewawancara Ryan Reynolds. Aktor yang satu ini dikenal cerdas dan juga ceplas-ceplos saat sesi wawancara. 

Pada giliran pertama, saya mewawancara Rob Letterman terlebih dahulu. Kami berbincang tentang konten, konsep, dan konteks dari filmnya itu sendiri. Mewawancara para sutradara selalu menyenangkan karena mereka punya segudang jawaban baik itu dari sisi ide, proses kreatif, atau pun persoalan teknis filmnya. 

Pada giliran kedua, barulah saya mewawancara sang bintangnya, Ryan Reynolds. Saat itu saya melirik jam sekitar pukul 10 malam. Saat menunggu, saya teringat beberapa rekan kantor yang sempat histeris saat mendengar saya akan mewawancarai Ryan Reynolds. Seganteng apa sih emangnya? Palingan ya 11-12 dengan saya! Ternyata setelah ketemu, aduh, 0-12 (Ryan 12, saya harus puas nol nggelundung) dengan tampilannya yang dandy dan memang ganteng banget.  :D

Salah satu pertanyaan yang saya lontarkan tak lain adalah proses kreatif yang dilaluinya untuk bisa menghadirkan Pikachu. Ia memilih untuk tidak menggunakan suara imut ala Pikachu, tapi suara aslinya sendiri. Ia pun memaparkan seperti apa detail prosesnya. Satu hal yang pasti, ternyata Ryan baru saja tahu dan mendalami Pokemon ketika ia bergabung dalam film ini. Lantas siapa yang membantunya untuk bisa mendalami dalam waktu singkat? Tak lain adalah kedua putrinya. 

"Oh mereka sangat terobsesi. Ini adalah film pertamaku (terkait Pokemon), dan mereka sangat-sangat ingin menontonnya," tuturnya. 

Meski banyak pertanyaan yang sudah dalam catatan saya, nyatanya kami hanya bisa berbincang dalam hitungan menit, sama seperti media lainnya. Saya pun berterima kasih dan Ryan mengajak penonton di Indonesia untuk menonton filmnya. (Tunggu video lengkapnya di KapanLagi.com).

Sementara di sesi ketiga, saya mewawancara duo Justice dan Kathryn yang masih saja bersemangat hingga larut malam. Saat mewawancara mereka berdua, saya mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan tentang Pokemon. Gelak tawa pun pecah saat mereka harus bercerita seputar pengalaman pertama mengenal Pokemon atau saat harus memilih Pokemon favorit mereka. Tunggu saja videonya, saat mereka mengucap "Selamat Menonton" untuk kalian. 

Setelah merampungkan ketiga wawancara tersebut, saya pun kembali ke hotel. Memesan udon panas super pedas sebagai pengantar tidur. Bersiap untuk red carpet esok hari. 

Yellow Carpet Super Seru

Kamis (25/5) menjadi gong dari rangkaian global junket DETECTIVE PIKACHU. Beberapa dari kami mendapat kesempatan untuk berdiri di red carpet, Toho Cinema, Shinjuku. Red carpet, atau lebih tepatnya Yellow Carpet ini digelar tepat di depan gedung bioskop Toho Cinema. Salah satu ikon di Shinjuku ini disebut sebagai Godzilla street. Mengapa begitu? Ternyata karena di atap gedung bioskopnya terdapat instalasi kepala Godzilla ukuran besar. 

Karena tidak punya fotografer pribadi, selfie adalah solusi terbaik :DKarena tidak punya fotografer pribadi, selfie adalah solusi terbaik :D

Kami bersiap menyambut kedatangan Ryan Reynolds dan kawan-kawan menyusuri yellow carpet ini. Sejak sore, venue sudah dipadati oleh para fans dari Tokyo dan penjuru Jepang. Mereka hadir dengan membawa sebanyak mungkin merchandise dan kostum ala Pikachu. 

Nantinya, masing-masing dari kami mendapat kesempatan untuk melontarkan satu lagi pertanyaan kepada cast POKEMON DETECTIVE PIKACHU saat mereka melenggang di atas yellow carpet. 

Dan inilah hasilnya...

Ryan Reynolds seperti biasa, tampil dandy. Lalu Kathryn memilih tulle dress merah untuk memikat para fans di yellow carpet. Sementara Justice tampil rapi dalam setelah warna biru keabu-abuan dan dasi floral. Nice. Yang unik, Ryoma Takeuchi pengisi suara Tim dalam versi Jepang hadir dengan mengenakan Yukata. Saat ia memasuki yellow carpet, para fans lokal pun langsung menjerit memanggil-manggil namanya. Buat kalian yang belum kenal Ryoma, dia adalah pemeran utama Kamen Rider Drive. Sebagai otaku, saya langsung mengiyakan saat ditawari untuk mewawancara Ryoma.

Seperti apa keseruan di Yellow Carpet? Tunggu saja video yellow carpet selengkapnya di KapanLagi.com. Filmnya bakal tayang di bioskop mulai Rabu (8/5). Film satu ini bakal menjadi tontonan yang pas untuk kalian dan keluarga, utamanya untuk anak-anak dan remaja. Selamat menonton KLovers.   

Oleh: Mahardi Eka

 

 

(kpl/dka)


REKOMENDASI
TRENDING