Salam Tiga Jari dari 'Hunger Games' hingga Simbol Perjuangan di Indonesia

Salam Tiga Jari dari 'Hunger Games' hingga Simbol Perjuangan di Indonesia
Salam tiga jari di Hunger Games (credit: Lionsgate)

Kapanlagi.com - Demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), diwarnai salam tiga jari yang diangkat serempak ke udara. Aksi bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu dipelopori BEM Universitas Indonesia (UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR), sambil menyanyikan lagu perjuangan dan membentangkan spanduk.

Gestur three-finger salute yang populer dari fiksi distopia THE HUNGER GAMES ini sudah lama dipakai sebagai simbol perlawanan prodemokrasi di sejumlah negara. Di Indonesia, salam tersebut turut digaungkan figur publik, baik yang hadir langsung di lapangan maupun lewat media sosial.

1. Asal-usul Salam Tiga Jari di THE HUNGER GAMES

Salam tiga jari di Hunger Games (credit: Lionsgate)

THE HUNGER GAMES adalah rangkaian novel dan film karya Suzanne Collins tentang perlawanan masyarakat terhadap kekuasaan otoriter. Dalam ceritanya, salam dilakukan dengan menempelkan tiga jari tengah tangan kiri ke bibir, lalu diangkat ke udara.

Adegan yang paling dikenal muncul di buku dan film pertama ketika warga Distrik 12 memberi hormat kepada Katniss Everdeen setelah ia mengajukan diri menggantikan adiknya dalam turnamen maut. Pada seri kedua, Catching Fire, gestur tersebut berkembang menjadi lambang revolusi. BEM UI di akun Instagram resminya menjelaskan salam tiga jari menjadi simbol penghormatan, solidaritas, dan perlawanan terhadap sistem yang menindas.

Bentuknya mirip dengan tanda Scout yang dipakai sejak 1908, meski Collins tidak menyebutnya sebagai inspirasi.

(Menyusuri jejak Indonesia di Balik Produksi Drama Korea.)

2. Dari Thailand ke Hong Kong dan Myanmar

Gestur fiksi itu pertama kali menjelma simbol prodemokrasi di dunia nyata setelah kudeta militer Thailand pada Mei 2014. Para penentang junta mengacungkannya sebagai bentuk perlawanan tanpa suara. Militer Thailand memantau gerakan tersebut dan menyatakan akan menangkap kerumunan besar yang tak menurunkan tangan setelah diperingatkan.

Sorotan dunia menguat saat film THE HUNGER GAMES MOCKINGJAY PART 1 tayang pada November 2014. Polisi menahan tiga mahasiswa di Bangkok saat pemutaran perdana pada 20 November 2014, di tengah aksi yang mengacungkan tiga jari di sekitar bioskop.

Dari Thailand, gestur ini menyeberang ke Hong Kong. Para demonstran memakainya dalam Gerakan Payung 2014, lalu menghidupkannya kembali pada unjuk rasa 2019–2020 yang terinspirasi penggunaan ulang di Thailand. Demonstran Thailand sendiri kembali memakainya dalam gelombang protes 2020.

Setelah kudeta Myanmar pada 1 Februari 2021, salam tiga jari juga menjadi pemandangan umum. Reuters melaporkan puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar Pagoda Sule, Yangon, pada 10 Februari 2021 sambil mengacungkan salam tersebut. Sebagian penentang kudeta terhubung secara daring lewat tagar #MilkTeaAlliance, jejaring yang mempertemukan aktivis Thailand dan Hong Kong.

3. Makna Salam Tiga Jari di Demo Indonesia Sadar

BEM UI menyebut salam tiga jari kini menjadi bahasa universal gerakan sosial yang mewakili nilai-nilai Revolusi Prancis: liberte (kebebasan), egalite (kesetaraan), dan fraternite (persaudaraan). Penafsiran serupa pernah disampaikan sebagian demonstran Thailand pada 2014. Bagi peserta aksi di Indonesia, simbol ini menjadi identitas bersama bagi mereka yang menolak represi dan menginginkan ruang demokrasi kembali terbuka.

Gerakan Indonesia Sadar diinisiasi BEM UI bersama Komite SADAR untuk menyuarakan kritik terhadap dua tahun pemerintahan serta berbagai persoalan nasional. Perwakilan BEM UI menyebut aksi ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa, tetapi juga bagi buruh, petani, dan unsur masyarakat lainnya.

Aksi ini mengawal lima tuntutan utama: penetapan status bencana nasional, evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan biaya pendidikan, reformasi hukum, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi. Sebelum tiba di Bundaran HI, sebagian rombongan mahasiswa sempat tertahan barikade polisi di Jalan Jenderal Sudirman.

4. Selebritis Hadir di Lokasi Aksi

Di antara massa, sejumlah figur publik terlihat berbaur. Zaskia Adya Mecca datang bersama aliansi ibu-ibu dengan membawa ambulans, perlengkapan medis, makanan, dan minuman. Ia mengaku baru kembali dari Kalimantan untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan, sehingga merasa membawa amanah dari masyarakat di sana. Zaskia juga memanfaatkan media sosialnya untuk menyebarkan kabar situasi di lapangan. "Karena aku gelisah, aku memilih untuk enggak diam, aku harus turun," ujarnya.

Kehadiran Zaskia di Bundaran HI bukan yang pertama. Pada 12 Juni 2026, ia juga datang ke lokasi yang sama dengan membawa tiga ambulans saat mahasiswa menggelar aksi. Hamidah Rachmayanti turut hadir bersama suaminya dan menulis di Threads, "Alam pun mendukung perjuangan siang ini," seraya menyebut bantuan logistik dari Aliansi Ibu Indonesia. Aktris Wanda Hamidah juga terlihat turun langsung.

Aktor Reza Rahadian dan penyanyi Eva Celia terlihat membaur dengan massa berdasarkan unggahan warganet. Andovi da Lopez membagikan video dari Bundaran HI pada pukul 17.54 WIB, sedangkan Shahnaz Soehartono, host Insert, mengunggah video dari dekat kerumunan. Selain itu ada juga Chika Fawzi.

5. Dukungan Selebritis Lewat Media Sosial

Tidak semua figur publik bisa hadir di lokasi. Sebagian menyalurkan dukungan lewat media sosial, mulai dari mengingatkan peserta aksi agar menjaga keselamatan hingga membagikan kontak darurat.

Vokalis dan gitaris Barasuara, Iga Massardi, menulis, "Panjang umur perjuangan." Musisi Kunto Aji memilih ungkapan Jawa, "Sluman slumun slamet. Tiga jari." Ungkapan pertama lazim diucapkan sebagai harapan agar selamat dan lancar, sedangkan dua kata terakhir menyiratkan simbol yang ramai dipakai massa.

Ernest Prakasa, yang sedang berada di luar negeri, membagikan kontak Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). Ia juga menulis di Instagram, "Saya bukan antek asing, bukan juga buzzer. Saya tidak perlu bujukan apalagi bayaran untuk melawan. Saya lakukan dengan setulus hati, sepenuh jiwa, sesuai arahan nurani."

Komika Bintang Emon merasa sungkan memposting dukungan saat tidak bisa ikut ke lapangan, namun ia memutuskan tetap bersuara. "Ada banget malunya mau posting begini saat gabisa ikut ke lapangan. Tapi kalo dipikir yang pada maling duit-duit gede itu aja pedenya kek kaga dosa, ngapain lah ya kita pada malu," tulisnya di Instagram. Ia juga berterima kasih kepada peserta aksi yang rela bermacet-macetan. "Buat yang udah rela macet-macetan juga tengkyu berat, berkah kerjanya, semoga meningkat kualitas hidupnyaaaa. Aamin ya allaahh," tulisnya. Sebelumnya, Bintang Emon tercatat ikut aksi di depan gedung DPR pada 22 Agustus 2024 yang menolak revisi UU Pilkada.

Yunita Siregar membagikan salam tiga jari, sementara Sherina Munaf, Maudy Ayunda, dan Baskara Putra alias Hindia membagikan ulang unggahan tentang aksi. Efek Rumah Kaca menulis, "Selamat berdemonstrasi di manapun teman-teman berada!"

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/pit)

Rekomendasi

Trending