Mengenang Romansa Stephen Hawking Lewat Film 'THE THEORY OF EVERYTHING'

Rabu, 14 Maret 2018 13:36 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Mengenang Romansa Stephen Hawking Lewat Film 'THE THEORY OF EVERYTHING' Film 'THE THEORY OF EVERYTHING', film biografi dari Stephen Hawking (credit : AFP, bellomag.com,

Kapanlagi.com - Film THE THEORY OF EVERYTHING rilis di tahun 2014. Film biografi drama tentang Stephen Hawking ini disutradarai oleh James Marsh. Stephen Hawking diperankan oleh Eddie Redmayne dan Jane Wilde Hawking diperankan oleh Felicity Jones.

Dari film THE THEORY OF EVERYTHING, KLovers dapat mengenal sosok Stephen Hawking. Diangkat dari sebuah buku karya Jane Hawking yang berjudul 'Travelling to Infinity: My Life with Stephen'. Menceritakan sebuah persoalan hubungan Jane dan Stephen yang berliku-liku.

Poster film THE THEORY OF EVERYTHING (credit : bellomag.com)Poster film THE THEORY OF EVERYTHING (credit : bellomag.com)

Tak hanya itu di film tersebut juga menceritakan bagaimana cara Stephen Hawking hampir selama seperempat abad berjuang melawan penyakitnya. Sambil masih terus mencari tahu akan ilmu tentang semesta.

Di awal film akan diperlihatkan masa-masa indah saat mereka kuliah. Stephen yang mengambil bidang ilmu tentang fisika, dan Jane tentang sastra Spanyol. Meskipun keduanya memiliki banyak perbedaan, namun mereka hidup dalam kisah cinta yang manis. Tentu saja bagi para penonton akan menyebut akhir dari cerita ini akan berakhir bahagia.

Saat Stephen Hawking dan Jane menikah (credit : discovermagazine.com)Saat Stephen Hawking dan Jane menikah (credit : discovermagazine.com)

Namun nyatanya, kisah kehidupan mereka begitu berat. Ditambah lagi penyakit yang diderita Stephen. Diketahui ia mengidap penyakit ALS (Amyothrophic Lateral Disease), semacam penyakit sensor neuron.

Hal tersebut diperlihatkan dengan tiba-tiba seperti saat Stephen menjatuhkan gelas saat minum teh, terjatuh saat di kampus, mengalami kesulitan menggerakkan kakinya.

Mengetahui hal tersebut, Stephen ingin jane meninggalkan dirinya. Nyatanya cinta yang besar terhadap Stephen mampu membuat Jane bertahan. Sampai mereka memiliki anak.

Di saat sakit dideritanya semakin parah, Stephen Hawking masih tetap bersikeras untuk menyelesaikan tesis nya. Kehidupan keduanya mengalami keretakan ketikan beban hidup yang di tanggung oleh Jane. Lama-kelamaan Jane merasa lelah dengan pengorbanan yang ia lakukan.

Stephen Hawking bersama para cast THE THEORY OF EVERYTHING (credit : AFP)Stephen Hawking bersama para cast THE THEORY OF EVERYTHING (credit : AFP)

Sampai pada akhirnya Jane bertemu dengan Jonathan. Seorang duda yang yang tidak sengaja bertemu dengan Jane di gereja. Hingga keduanya menjadi dekat.

Berawal dari situ hubungan antara Stephen dan Jane berakhir. Jane lebih memilih bersama dengan Jonathan. Stephen tak merasa keberatan dengan pilihan Jane. Karena ia pikir itu keputusan yang terbaik. Jane sudah melakukan hal yang terbaik karena telah berada di sisi Stephen selama masa-masa sulitnya. Meski pada akhirnya Jane memutuskan untuk berpisah.

Kisah cinta mereka memang terdengar sad ending. Namun mereka bahagia dengan keputusan tersebut. Walau telah berpisah mereka masih menjalin hubungan dengan baik.

(kpl/gen)


REKOMENDASI
TRENDING