Upaya Byron Mann Untuk Sajikan 'SKYSCRAPER' Seotentik Mungkin

Rabu, 25 Juli 2018 14:26 Penulis: Mahardi Eka
Upaya Byron Mann Untuk Sajikan 'SKYSCRAPER' Seotentik Mungkin Universal Pictures

Kapanlagi.com - Sebagai sebuah blockbuster summer movie, SKYSCRAPER menjajal sesuatu yang baru. Bersetting sepenuhnya di Hong Kong, SKYSCRAPER menyertakan tokoh yang berasal dari Hong Kong. Dua yang paling disorot adalah Zhao Long Ji (Chin Han) pemilik gedung pencakar langit The Pearl dan juga Inspector Wu (Byron Mann). Khusus untuk Byron Mann yang kelahiran Hong Kong, peran ini menjadi sangat menarik untuk ia bawakan.

Saat kami temui di The Ritz Carlton Hong Kong, beberapa waktu lalu, Bryonn mengutarakan upayanya untuk membuat perannya sebagai polisi Hong Kong terlihat otentik. Tak hanya itu, ia juga ingin menyuguhkan semua detail seputar kepolisian Hong Kong seotentik mungkin.

"Kita tahu bahwa SKYSCRAPER adalah film yang dirancang jadi film blockbuster musim panas. Penonton di seluruh dunia akan melihatnya, termasuk di China khususnya di Hong Kong. Jika mereka melihat dan mendengar sesuatu yang tidak pas seperti misalnya, dialog atau seragam polisi yang dikenakan. Mereka bakal tahu dan berkomentar akan hal tersebut. Mereka bakal seperti, 'apa yang kamu bicarakan. Itu tidak benar. Cara ngomong kita nggak seperti itu'. Kita nggak mau menghadapi masalah seperti itu," terangnya kepada KapanLagi.comĀ®. Menurut Byron penonton film saat ini lebih kritis dan memperhatikan detail yang ada dalam film.

Salah satu upaya yang dilakukan Byron adalah dengan berkonsultasi kepada praktisi kepolisian. Lebih lanjut, Bryon mengenalkan mantan detektif tersebut kepada Rawson Marshall, sang sutradara. Pada akhirnya, mantan detektif tersebut masuk dalam proyek sebagai konsultan.

"Jadi apa yang kalian lihat dalam film terkait kepolisian terlebih karakterku, juga melibatkan pendapatnya," ujarnya.

Ternyata menjadi polisi Hong Kong tidaklah mudah. Ternyata menjadi polisi Hong Kong tidaklah mudah.

Hal pertama yang menjadi perhatian Byron adalah bahasa yang akan digunakan dalam filmnya. Menurutnya, bahasa adalah hal yang sangat sensitif dalam pemakaiannya di sebuah film. "Misalnya saja saya mengucapkan bahasa Indonesia, dalam sedetik, penonton Indonesia bakal tahu apakah bahasa yang kugunakan benar atau salah. Jadi kita ingin mengucapkannya secara benar," terangnya.

Demi hal tersebut, tim produksi menerjemahkankan skenaorinya selama kurang lebih dua setengah bulan sebelum proses syuting. Skenarinya diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Kanton.

Tidak cukup satu kali menerjemahkan saja ternyata. Byron dan tim perlu menerjemahkan beberapa idiom dan istilah dalam skenarionya supaya pas dengan bahasa yang biasa dipergunakan oleh kepolisian Hong Kong.

"Kami pun mengetahuinya juga tidak disengaja. Ketika kami memperlihatkan hasil terjemahan dalam bahasa Kanton, polisi Hong Kong mengatakan bahwa dialog yang digunakan tidak seperti itu. Kamu tahu, kita akhirnya banyak menggunakan istilah bahasa Inggris, karena memang Hong Kong lama berada di bawah pemerintahan Inggris. Jika tidak menggunakannya, kita bakal dipandang salah. Itu hal menarik yang kutemukan dalam proses penerjemahan ini," ceritanya.

Kalau KLovers sudah menonton SKYSCRAPER, sebagian besar dialog Byron Mann diucapkan dalam bahasa Kanton. Byron mengaku bangga karena bahasa yang digunakan dalam filmnya 50 persen memakai bahasa Hong Kong. Ia pun tak sabar melihat reaksi penonton Hong Kong saat melihat SKYSCRAPER.

Selain dialog, Byron juga mengupayakan agar penampilannya di layar lebar benar-benar meyakinkan sebagai seorang polisi. "Tugas lainnya adalah terkait seragam dan penampilanku sebagai polisi. Ternyata polisi Hong Kong harus memakai sarung tangan hitam ketika sedang beraksi. Jika dalam adegan aku terlihat menembak tanpa memakai sarung tangan, tidak akan ada penonton Hong Kong yang percaya padaku," paparnya.

Dalam mendalami perannya sebagai seorang polisi Hong Kong, Byron Mann melihat bahwa tokohnya ini mampu memberikan prespektif berbeda kepada cerita dalam filmnya. Disebut Byron, kehadiran tokohnya membantu penonton untuk memahami "separah" apa peristiwa yang sedang terjadi dalam filmnya.

"Karakter ini juga memberi gambaran utuh seperti apa jadinya jika seseorang beraksi di negara asing. Setiap negara pasti punya hukum tersendiri. Dia (Dwayne) berusaha menyelamatkan keluarganya, itu satu cerita, tapi ada cerita lain di mana polisi Hong Kong juga mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi. Apakah benar Dwayne orang baik atau justru ia teroris dan pembunuh," pungkasnya.

SKYSCRAPER masih tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Film yang dibintangi oleh Dwayne Johnson, Neve Campbell, Chin Han, dan Hannah Quinlivan ini meraih hasil menawan saat dirilis di China. SKYSCRAPER meraup Rp. 694 miliar dari penjualan tiketnya di China.



(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING