SELEBRITI

10 Fakta Sujiwo Tejo, Seniman Gaek Berdarah Madura yang Baru Nikahkan Putrinya

Senin, 22 Juli 2019 14:29 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Sujiwo Tejo © twitter.com/sudjiwotedjo dan © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Meski sudah berkiprah di dunia hiburan sejak lama, nama Sujiwo Tejo baru-baru ini jadi sorotan. Pasalnya, seniman berdarah Madura ini baru saja menikahkan putrinya. Pernikahan itu dihadiri oleh Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana.

Selain punya putri yang merupakan jurnalis yang sehari-hari meliput di Istana, Sujiwo Tejo juga punya seabreg fakta lainnya. Apa saja sih fakta-fakta soal Presiden Jancukers ini? Simak selengkapnya di bawah!

1. Sujiwo Tejo Kecil Adalah Pemberontak

Lahir dan tumbuh di keluarga seniman, bikin Sujiwo jadi familiar dengan seni musik. Ia dikenal bandel. Sang ayah menyuruhnya untuk mendengarkan gamelan, musik khas Jawa. Namun alih-alih menurut, Sujiwo malah lebih tertarik dengan genre musik Rock, Jazz, Blues dan musik-musik lainnya.

2. Sujiwo Tejo Sempat Kuliah di ITB

Pria kelahiran Jember, 31 Agustus 1962 ini ternyata sempat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) lho! Dilansir dari Sujiwo.net, ia awalnya menempuh kuliah di jurusan Matematika pada tahun 1980.

Nggak bertahan lama, ia lantas pindah ke jurusan teknik sipil di kampus yang sama. Namun Sujiwo akhirnya memutuskan nggak melanjutkan kuliah dan memilih fokus ke bidang seni.

3. Sujiwo Tejo Mantan Wartawan

Meski geluti dunia seni, Sujiwo sempat juga geluti dunia jurnalistik. Ya, ia sempat jadi wartawan di koran Kompas. Sebab itu, nggak heran kalau Sujiwo lantas mahir menuangkan pemikirannya lewat tulisan. 

4. Sujiwo Tejo Tulis Buku

Setelah nggak lagi menjadi wartawan Kompas, Sujiwo masih terus aktif menulis. Ia menulis di berbagai surat kabar. Mulai dari cerita pendek, puisi, hingga pemikiran-pemikirannya tersebar di sana.

Nggak cuma itu, ia juga merilis sejumlah buku. Di antaranya Kelakar Madura Buat Gus Dur pada 2001, Republik Jancukers pada 2012 silam, hingga Rahvayana 'Aku Lala Padamu' pada 2014. Setidaknya sudah belasan buku ia tulis.

5. Sujiwo Tejo Adalah Seorang Dalang

Sejak anak-anak, Sujiwo sudah aktif mendalang. Ia menciptakan sendiri lakon-lakon wayang kulit. Sebagai debut di dunia wayang, ia menciptakan serangkaian kisah wayang berjudul Semar Mesem pada 1994.

Kiprahnya terus melaju hingga tampil di televisi. Ya, tahun 1996 Sujiwo menampilkan 13 episode wayang kulit Ramayana di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Nggak lama kemudian ia berkesempatan menggelar wayang acapella berjudul Shinta Obong dan lakon Bisma Gugur.

6. Sujiwo Tejo Jadi Penyanyi

Selain jadi dalang, dunia tarik suara nggak luput ia jajal. Pada tahun 1998 Sujiwo merilis debut musiknya yakni album Pada Suatu Ketika. Nggak berhenti sampai di situ saja, album lain pun menyusul, yakni Sebuah Ranjang (1999), Syair Dunia Maya (2005), dan Yaiyo (2007).

7. Sujiwo Tejo Aktif di Teater

Sudah geluti musik dan dalang, Sujiwo masih terus geluti kesenian di bidang lain, yakni teater. ia pernah membuat pertunjukan Laki-Laki berkolaborasi dengan Rusdy Rukmarata di Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Utan Kayu pada tahun 1999 silam. Setelah itu ia terlibat pada banyak project teater serta sempat jadi sutradara film.

8. Sujiwo Tejo Jadi Aktor Juga

Bagi pecinta film Indonesia barangkali nggak asing dengan wajah Sujiwo di layar lebar. Nggak salah, Sujiwo memang bintangi berbagai judul film. Sejumlah film tersebut antara lain JANJI JONI, KALA, SOEKARNO, KAFIR: BERSEKUTU DENGAN SETAN, sampai yang terakhir, KUCUMBU TUBUH INDAHKU. Setidaknya, sejak 2001 hingga kini Sujiwo masih terus terlibat dalam produksi film.

9. Aktif di Twitter

Kendati sudah nggak muda lagi, Sujiwo terbilang aktif banget di Twitter. Ia kerap kali cuitkan opininya akan isu-isu terkini. Sangat menggelitik dan penuh kritik, nggak heran kalau cuitannya sampai diretweet dan difavoritkan ratusan orang.

10. Minta Mahar Unik

Akhirnya mantu, Sujiwo meminta mahar yang sempat bikin calon menantunya geleng-geleng kepala. Menurut penuturan Mahfud MD, mahar yang diberikan Haris pada sang calon istri kala itu cukup unik. Lucunya, ia bahkan mengaku kalau Haris sempat akan menyebut mahar tersebut dibayar hutang akibat sulitnya mencari barang yang diminta ayah mertuanya.

"Uniknya, mahar yang harus diberikan oleh Haris kepada Randu, atas instruksi Mbah @sudjiwotedjo antara lain adalah Baju Semar. Kabarnya, Haris sempat mau menyebut "mahar Semar" tersebut bukan dibayar tunai tapi "dihutang" sebab tak mudah mencarinya. Untung ada penjahit yang bisa membuat dengan cepat," ungkap Mahfud.


REKOMENDASI
TRENDING