Ada Nicholas Saputra, Tri Mumpuni, dan Cinta Laura: Panelis Genera-Z Berbakti 2026 Makin Berkelas

Ada Nicholas Saputra, Tri Mumpuni, dan Cinta Laura: Panelis Genera-Z Berbakti 2026 Makin Berkelas
Tri Mumpuni, Nicholas Saputra dan Cinta Laura Kiehl. (c) KapanLagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Kompetisi BCA Genera-Z Berbakti 2026 yang telah memasuki episode ketiga semakin menambah rasa penasaran. Presentasi dari setiap kampus menawarkan beberapa inovasi yang beragam dalam rangka membangun desa binaan Bakti BCA yang telah dipilih. Untungnya, ada panelis yang mengadu setiap gagasan dan inovasi yang ditawarkan.

Sosok panelis yang dihadirkan seperti Nicholas Saputra, Cinta Laura Kiehl, dan Tri Mumpuni memiliki pengalaman nyata di bidang sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekadar menjadi juri, tetapi juga memberikan perspektif baru sekaligus motivasi bagi para finalis yang tengah berjuang membawa perubahan lewat program-program yang mereka rancang.

Lalu, siapa saja sosok di balik panelis Genera-Z Berbakti 2026?

1. Nicholas Saputra Ingin Melihat Ide yang Benar-Benar Berdampak

Nicholas Saputra. (c) KapanLagi/Budy Santoso

Dikenal sebagai aktor dan produser, Nicholas Saputra juga aktif mengangkat isu lingkungan, sosial, dan budaya sebagai Duta Bakti BCA. Ini menjadi tahun kedua bagi Nicholas sebagai panelis Genera-Z Berbakti 2026.

Menurut Nicholas, pengalaman pada penyelenggaraan sebelumnya membuatnya semakin yakin bahwa anak muda Indonesia memiliki banyak ide yang layak diwujudkan. Apalagi, ia melihat finalis tahun ini lebih siap secara proposal karena telah melihat program Genera-Z Berbakti tahun sebelumnya.

Mereka juga rata-rata lebih kompak dan bisa � mungkin karena nonton dari acara sebelumnya, jadi mereka seperti sudah tahu kira-kira apa tujuan acara ini. Lalu mereka mencoba merumuskan proposal yang lebih komprehensif dibandingkan yang lalu.

"Pengalaman menjadi panelis tahun lalu cukup membekas buat saya karena saya melihat sendiri bagaimana ide-ide yang ditawarkan sangat bagus dan benar-benar memiliki manfaat nyata di masyarakat. Finalis yang sekarang telah merumuskan proposal yang lebih komprehensif dibandingkan yang lalu," ujar Nicholas.

Baginya, kekuatan Genera-Z Berbakti bukan hanya terletak pada kreativitas peserta, tetapi juga bagaimana ide tersebut bisa berkembang menjadi solusi yang benar-benar diterapkan di desa.

Ia pun berharap setiap program yang dipresentasikan tidak hanya menarik di atas kertas, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

2. Cinta Laura Kiehl: Perubahan Harus Dimulai dari Aksi Nyata

Cinta Laura Kiehl. (c) KapanLagi/Budy Santoso

Selain dikenal di dunia hiburan, Cinta Laura Kiehl juga aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga pelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif sosial.

Tak heran jika Cinta mengaku antusias menjadi bagian dari Genera-Z Berbakti 2026. Menurut dia, kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat bisa diwujudkan lewat program yang realistis dan dapat dijalankan bersama warga.

"Aku hadir untuk melihat langsung keberanian teman-teman mahasiswa merumuskan ide yang feasible dan actionable untuk membangun desa," katanya.

Bagi Cinta, kemajuan tidak cukup lahir dari ide yang bagus. Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk mengeksekusinya secara konsisten.

"Kadang-kadang kita berpikir mungkin mereka malas, mereka dipaksa, tapi terasa banget bahwa mereka ingin berada di situ bersama kita," ujar Cinta.

3. Tri Mumpuni Percaya Anak Muda Bisa Jadi Penggerak Perubahan

Tri Mumpuni. (c) KapanLagi/Budy Santoso

Panelis lainnya adalah Tri Mumpuni, ilmuwan sekaligus wirausaha sosial yang dikenal sebagai "Wanita Listrik". Selama lebih dari 30 tahun, ia konsisten menghadirkan akses listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) di puluhan desa terpencil di Indonesia.

Baginya, listrik bukan sekadar sumber energi, tetapi juga jalan untuk membuka akses pendidikan, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berbekal pengalaman tersebut, Tri Mumpuni ingin melihat bagaimana para finalis mampu mengubah ide menjadi solusi yang benar-benar aplikatif bagi desa.

Sebelum sesi presentasi dimulai, ia mengingatkan para peserta untuk menikmati proses kompetisi sekaligus terus percaya pada kemampuan diri sendiri.

"Indonesia perlu anak-anak muda seperti kalian. Apapun kondisi sekarang, saya masih punya semangat bahwa kita akan menjadi bangsa yang besar."

4. Lebih dari Kompetisi, Jadi Tempat Belajar dari Sosok Inspiratif

Tri Mumpuni, Nicholas Saputra dan Cinta Laura Kiehl. (c) KapanLagi/Budy Santoso

Kehadiran Nicholas Saputra, Cinta Laura Kiehl, dan Tri Mumpuni membuat Genera-Z Berbakti 2026 terasa lebih dari sekadar ajang adu proposal. Para finalis mendapat kesempatan langka untuk menerima masukan langsung dari tokoh-tokoh yang telah membuktikan kiprahnya dalam menghadirkan perubahan nyata di masyarakat.

Setiap pertanyaan, kritik, hingga apresiasi dari para panelis menjadi bekal penting bagi para finalis untuk menyempurnakan ide sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan dampak positif.

Penasaran seperti apa keseruan tiap kampus saat mempresentasikan ide mereka di hadapan tiga panelis inspiratif ini? Saksikan Genera-Z Berbakti 2026 di YouTube Solusi BCA atau ketik bca.id/genzberbakti. Juga tersedia di Vidio.

(kpl/wri)

Rekomendasi

Trending