SELEBRITI

Akun Penyebar Video Syur Mirip Gisella Anastasia Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 08 November 2020 22:24 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Gisella Anastasia © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Seorang pengacara bernama Prita Romadoni Nasution melaporkan akun penyebar video syur mirip Gisella Anastasia ke polisi. Dalam laporan bernomor LP/6614/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tersebut, Prita melaporkan 5 akun media sosial.

Jadi kami membuat laporan terkait peredaran video syur diduga mirip salah satu artis Indonesia (Gisella Anastasi), terkait kasus pornografi dan porno aksi.

"Kami melaporkan Lima akun, itu campuran dari instagram, facebook, youtube, dan lain-lainnya. Terlapornya masih dirahasiakan karena masih didalami lagi sama penyidik," ujarnya ketika ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Minggu, (8/11).



1. Alasan Laporan ke Polisi

Prita mengungkap alasannya melaporkan lima akun media sosial tersebut adalah karena video yang disebarkan dirasa meresahkan. Terutama untuk anak-anak yang masih di bawah umur.

"Alasannya adalah karena penyebaran video syur tersebut meresahkan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak karena sudah menjadi konsumsi publik. Yang dikhawatirkan di sini adalah masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan pelajar. Karena mereka saat ini sedang menjalani pendidikan secara daring, yang ditakutkan bisa mengakses video syur itu di media sosial," terangnya.


2. Minta Penyidik Memanggil Gisel

Lebih lanjut, Prita juga meminta kepada penyidik agar memanggil Gisel. Ia ingin memberantas secara tuntas penyebaran video panas yang bikin heboh itu.

"Apabila dugaan itu benar, mohon diberikan proses hukum yang setimpal sesuai dengan UU ITE dan UU Pornografi. Akan tetapi saya fokus kepada penyebarannya dulu. Nanti kalau bisa dalam pengembangannya, dipanggillah orang yang diduga itu supaya dugaan masyarakat terbukti. Jika memang benar dugaan dugaan itu salah satu artis Indonesia, maka dipanggillah. Karena ada proses hukumnya orang yang merekam dan menyimpan, baik pribadinya atau konten porno tidak boleh disimpan atau dijadikan koleksi pribadi kita. Karena apa? Apabila kita lalai nantinya akan jadi konsumsi publik dan yang dirugikan adalah jutaan rakyat Indonesia, khususnya anak-anak," tukasnya.

(kpl/far/phi)

Reporter: Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING