SELEBRITI

Alasan Film KKN DI DESA PENARI Habiskan Biaya Mahal Hingga Rp 15 Miliar

Jum'at, 03 Januari 2020 20:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Lokasi Syuting 'KKN DI DESA PENARI' © KapanLagi/Akbar Prabowo

Kapanlagi.com - Setelah ceritanya viral, 'KKN di Desa Penari' akhirnya diangkat menjadi film layar lebar oleh MD Pictures. Rumah produksi milik Manoj Punjabi ini sukses mengalahkan beberapa pesaing lain yang juga mencoba mendapatkan persetujuan untuk mengangkat kisah horor tersebut jadi layar lebar.

Manoj sendiri tak main-main dalam menggarap film dari cerita yang dibuat oleh akun SimpleMan dalam utas Twitter-nya ini. Ia ingin menghadirkan kengerian yang tersaji lewat utas Twitter itu dalam bentuk audio visual yang tak kalah mencekam.

"Kenapa saya berani dan yakin dengan KKN ini? Karena sejak awal kita dapat rate sale, jadi kejar itu. Banyak perusahaan yang ikut juga, tapi MD yang pertama dan ketemu SimpleMan," ucap Manoj di lokasi syuting KKN DI DESA PENARI beberapa waktu lalu.

"Jadi MD belum pernah dapat perhatian dari project film yang belum ada cast, belum ada sutradara, belum ada penulis, belum apa-apa, perhatiannya dari buku itu, dari konsepnya sangat tinggi. Antusias dari media membuat saya lebih yakin lagi," tambahnya.

1. Alasan Angkat 'KKN DI DESA PENARI'

Manoj pun menambahkan, proyek idealisnya ini bermula dari antusiasme masyarakat yang tinggi. Hal ini tentu membuat produser yang punya darah India ini tidak mau mengecewakan para penikmat cerita horor asal Jawa Timur tersebut.

"Yang pasti masyarakat, biasanya masyarakat kalau ada sesuatu yang mereka suka animonya tinggi, respons-nya tinggi. Jadi respons dari masyarakat tinggi," ucapnya.

"Saya pernah lihat di Youtube mereka bikin trailler KKN, seolah-olah saya bilang, 'Wah ini hebat banget', sampai sebegitu detail mereka punya harapan dari KKN ini. Saya nggak mau mengecewakan penonton setelah nonton," ucap Manoj.

2. Habiskan Budget Rp 15 Miliar

Menariknya, film ini memakan biaya yang tidak sedikit, yakni kurang lebih Rp 15 Miliar. Produser 47 tahun tersebut pun mengungkapkan alasan mahalnya biaya produksi. Nyatanya, lensa yang digunakan untuk mengambil gambar film ini adalah Anarmorphic Lens yang akan memberikan pengalaman berbeda dari biasanya.

"Apa yang bikin mahal? Itu dari productionnya. Dari DOP-nya, budgetnya tinggi. Karena bagi saya ini saya mau production value yang sangat beda. Dari DOP Ipung yang biasa bikin film-film besar, dan kali ini memegang KKN ini dengan anamorphic lens. Jadi gambarnya wide. MD belum pernah pake kamera itu. Jadi dari biaya art-nya saja saya bisa buat film horor. Jadi udah pernah buat film horor dengan budget art film KKN," jelas Manoj.

"Bayangkan, ini sangat all out dan saya bener-bener berharap penonton film Indonesia atau penonton di Indonesia punya ekspetasi dari KKN ini. Saya tidak mau mengecewakan mereka, itu jadi misi saya," tuntasnya.


REKOMENDASI
TRENDING