SELEBRITI

Ari Wibowo Share Kisah Sedih Almarhum Dr Hadio, Sempat Simpang Siur Terkait Foto Lihat Keluarga dari Pagar

Senin, 23 Maret 2020 19:25

Ari Wibowo dan Almarhum Dokter Hadio / Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia semakin hari diketahui semakin menghkawatirkan. Penyebarannya begitu cepat dari satu pasien ke yang lainnya. Bahkan, puluhan orang juga kehilangan nyawanya karena virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini.

Di antara para korban jiwa, 6 di antaranya berprofesi sebagai dokter yang notabene menangani para pasien Covid-19. Dan satu di antara dokter yang meninggal tersebut diceritakan punya kisah yang sangat mengharukan, yakni Dokter Hadio Ali.

Kisah sedih dari sang almarhum dibagikan oleh Ari Wibowo lewat sebuah postingan di akun Instagram-nya. Bintang sinetron Tersanjung iutu sengaja ngeshare kisah Dokter Hadio karena Ia sendiri juga begitu tersentuh.

"THE LAST MOMENT DOKTER HADIO. Saya bergidik mendapat kiriman foto pertemuan terakhir dokter Hadio dengan dua anaknya yang masih kecil dan istrinya yang masih mengandung," buka Ari pada caption foto postingannya.

1. Terpapar Virus Corona

Dokter Hadio diketahui bertugas di RS Priemier Bintaro sebagai seorang neurolog (ahli saraf). Mengingat di RS tersebut banyak sekali pasien yang terpapar virus corona, Dokter Hadio pun akhirnya ikutan tertular hingga akhirnya harus menjalani karantina.

"Dua minggu lalu, banyak pasien terpapar Virus Corona masuk rumah sakit. Dokter Hadio turun tangan ikut menyelamatkan para penderita Covid 19. Sayangnya beberapa hari setelah menangani pasien, Dokter Hadio positif terpapar Covid 19. Ia dikarantina. Ia diisolasi di RS Persahabatan," sambung Ari.

2. Kerinduan yang Tak Tertahankan

Di masa isolasi, Dokter Hadio tak kuasa menahan rasa rindunya pada istri yang tengah mengandung dan para buah hatinya. Akhirnya beliau minta izin untuk pulang, dengan catatan menjaga jarak dengan keluarganya agar mereka tak ikutan terpapar virus corona yang dibawanya.

"Sesampai di depan pagar kayu berwarna coklat rumahnya, Dokter Hadio menelepon istrinya. Ia mengabarkan sudah tiba di depan rumah. Ia meminta anak istrinya keluar rumah. Tapi ia meminta mereka tetap di teras depan pintu. Tidak boleh keluar. Kedua anaknya berteriak kegirangan. Sudah lama buah hatinya ini ditinggal ayahnya. Kedua bocah kecil itu patuh pada perintah ayahnya. Mereka tetap berdiri di depan teras. Istrinya juga demikian," tulis Ari lebih jauh.

3. Bertemu, Tapi Berjarak

Meski rindu akan pelukan hangat dari sang istri dan anak-anaknya, namun Dokter Hardio harus menahan diri. Karenanya, memandangi mereka dari kejauhan pun sudah cukup untuk melepas rasa rindu yang selama ini bergejolak dalam dirinya.

"Di depan pagar pintu, dokter Hadio berdiri dengan kedua tangan di belakang. Mulutnya terbungkus masker. Dari jarak 5 meter, ayah, ibu dan dua anak ini saling tatap. Tanpa suara. Hanya mata saling berbicara. Dua anaknya hanya bisa memandang dari jauh. Mereka belum mengerti apa yang terjadi. Mereka belum mengerti mengapa ayahnya tidak berlari menyambut dan menggendong mereka," sambung Ari.

4. Pertemuan Terakhir Dokter Hadio dan Keluarga

Pada kisah yang dibagikan Ari tersebut, sang istri diceritakan sempat mengabadikan foto sang almarhum dari kejauhan. Itu adalah pertemuan terakhir mereka, sebelum sang dokter menghembuskan napas terakhir.

"Istri dokter Hadio punya firasat. Ia dengan cepat mengabadikan momen tak terlupakan ini. Ia mengambil HP. Memotret seketika. Dan ini menjadi momen terakhir pertemuan mereka. 'Selamat tinggal sayang, jaga anak-anak kita ya sayang. I love you', ujar dokter Hadio lirih sambil melambaikan tangannya. Dokter Hadio masuk mobil berwarna biru tua. Di dalam mobil batinnya bergolak. Mengharu biru. Mata saya berkaca-kaca saat melihat foto ini. Really sad. Dokter Hadio selamat jalan ya," tutup Ari.

5. Simpang Siur Terkait Foto Dokter Hadio

Kisah Dokter Hadio itu memang sangat mengharukan dan sukses membuat netizen mengharu biru. Namun perlu dicatat jika muncul pula perdebatan terkait foto dokter Hadio yang sedang berdiri di depan pagar rumahnya tersebut.

Usut punya usut, foto tersebut bukanlah foto dari almarhum Dokter Hadio, melainkan seorang dokter lain asal Malaysia. Fakta itu terungkap dari salah satu artikel di laman majalahpama.my. Ceritanya memang sama, dokter asal Malaysia itu diceritakan terpapar virus corona dan cuma bisa menemui keluarganya dari kejauhan.

Well, terlepas dari salah paham yang terjadi di atas, ada satu poin penting yang harus kita petik dari kisah ini. Di kala para dokter berada dalam barisan paling depan untuk menanggulangi virus corona, ada baiknya kita membantu mereka dengan cara stay di rumah masing-masing jika tak ada keperluan yang mendesak di luar.

Semoga badai Virus Corona ini segera berakhir. Kita bisa melewati ini bersama-sama!


REKOMENDASI
TRENDING