Berharap KPAI Obyektif, Tata Layangkan Surat Pada Presiden
Kapanlagi.com - Ardhia Parmesti Regita Cahyani, yang akrab dipanggil Tata mengirim surat kepada Presiden untuk mengadukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dinilai kurang objektif.
"Kami telah kirimkan surat keberatan Mbak Tata kepada Presiden melalui Sekneg hari ini," kata Kuasa Hukum Tata, Junimart Girsang, Rabu (25/4).
Dia mengatakan selama ini kliennya merasa KPAI sebagai salah satu lembaga yang dibentuk pemerintah untuk melindungi anak-anak dianggap telah bertidak tidak objektif dalam menanggapi polemiknya dengan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.
Pernyataan KPAI yang mengatakan anak-anak Tata dan Tommy terlantar itu tidaklah benar, ujar dia. Hal itulah yang coba dijelaskan dan diperlihatkan Tata secara transparan. "Mbak Tata berharap setelah Presiden membaca suratnya tersebut dapat mengambil sikap terhadap kinerja KPAI," ujar dia.
Advertisement
Tata sebenarnya berharap Tommy dapat mengomunikasikan masalah ini secara baik sehingga tidak timbul masalah baru. Junimart mengatakan pertemuan KPAI dengan anak-anak Tata dan Tommy telah berlangsung Selasa malam (24/4), di Singapura. Selain dari tim KPAI, turut hadir dalam 'home visit' tersebut orang tua Tata. "Semua pembicaraan dilakukan secara transparan tidak ada yang ditutupi," ujar dia.
Junimart juga mengatakan rencana KPAI akan melakukan hubungan per telepon dengan Tommy Soeharto yang kemudian disambungkan kepada anak-anaknya tidak diterjadi. Dia sendiri tidak mengetahui alasannya.
Sementara itu, menanggapi rencana pengiriman surat Tata kepada Presiden tersebut Ketua KPAI Giwo Rubianto Wiyogo mempersilahkan Tata mengirimkan surat kepada Presiden.
Menurut Giwo, KPAI hanya menjalankan tugas sesuai dengan undang-undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. "KPAI tidak berpihak, KPAI melindungi anak bukan orang dewasa. Kita tidak melihat siapa itu Tommy atau Tata," katanya.
Dia menegaskan KPAI prinsipnya ingin bertemu kedua anak mereka dulu, kondisi rumah tinggal mereka, agar sesegera mungkin anak-anak dapat dipertemukan kepada orang tuanya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/erl)
Advertisement










































