Dave Hendrik & Iwet Ramadhan Ciptakan Ruang Diskusi Untuk Pengembangan Diri

Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Dalam kondisi kehidupan saat ini dan derasnya arus informasi yang membuat banyak orang merasa lelah secara mental, 1.000 anak muda memilih menghabiskan akhir pekan mereka bukan untuk healing ke luar kota, melainkan duduk untuk mendengarkan percakapan jujur tentang cara "mengurus diri" yang relevan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Itulah yang terjadi di Stage of Mind 2.0, acara persembahan DVET, sebuah Intellectual Property (IP) yang didirikan oleh Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan, yang digelar di The Hall, Senayan City pada Sabtu lalu (12/09) dan dipadati 1.000 penonton. Jumlah penonton ini menjadi bukti nyata banyak masyarakat Indonesia membutuhkan ruang diskusi untuk pengembangan diri yang relevan dengan realita saat ini.

Acara yang diinisiasi oleh Rumah Intellectual Property Indonesia (RIPIN), bagian dari LINK Group International, grup media dan pemasaran independen, ini mengangkat tema 'Mengurus Diri in This Economy', judul yang secara sengaja membahas realita yang dihadapi banyak generasi muda Indonesia.

"Tema ini kami hadirkan untuk para pendengar setia DVET (Geng DVET) yang hadir dalam acara Stage of Mind agar mereka dapat berkembang menjadi individu yang lebih kuat dan berdaya, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai inilah yang kami harapkan didapatkan oleh para penonton Stage of Mind kedua tahun ini, dan ini pun yang tercermin dari kebutuhan kami secara individu," ujar Dave Hendrik, Co-Founder DVET pada acara Stage of Mind 2.0 pada Sabtu lalu.

"Acara ini bukan hanya menjadi ruang publik, melainkan platform diskusi yang jujur dan tidak menggurui, mengangkat percakapan isu-isu yang membumi dan relate bagi kehidupan sehari-hari generasi muda Indonesia tanpa jargon yang terasa jauh dari realita," Iwet Ramadhan, Co-Founder DVET.

Sesi-sesi Stage of Mind 2.0 menghadirkan sejumlah tokoh terkemuka. Marco Randy dan Marlo Ernesto menyoroti bahwa memiliki pasangan hidup berperan besar bagi generasi muda agar tetap waras dalam menghadapi dinamika kehidupan. Ika Natassa menyoroti bahwa menjadi pribadi yang mindful tetap bisa berjalan beriringan dengan menjadi individu yang kreatif dan produktif.

Sesi dilanjutkan oleh Raditya Dika, yang menyoroti bahwa sebagai pelaku kreatif, seseorang harus dapat terus berkarya dengan fokus pada skill atau hal yang diminati.

Rangkaian diskusi ini ditutup dengan penampilan musik dari RAN, yang membawa suasana lebih ringan dan menghibur bagi para penonton setelah sesi-sesi diskusi yang penuh wawasan namun tetap menghibur.

(kpl/bus/ums)

Rekomendasi

Trending