Deddy Mizwar Ajak Menjadi Pemilih Cerdas

Kapanlagi.com - Pemeran Jenderal Naga Bonar, Deddy Mizwar menyerukan kepada masyarakat Semarang, Jawa Tengah agar menjadi pemilih yang cerdas pada Pemilu 2009 mendatang."Selama ini, masyarakat tidak sadar dipaksa oleh sistem untuk meninggalkan akal sehatnya, mengingat hak pilih mereka dipasung oleh UU Nomor 42/2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres)," kata Deddy usai deklarasi Balai Desa Merak di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (13/3). Pasalnya, Undang-undang tersebut mensyaratkan setiap partai politik (parpol) atau gabungan parpol untuk mengajukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), minimal memiliki 20% kursi di DPR dan atau 25% suara dalam Pemilu. Akibatnya, hanya parpol besar yang berhak mengajukan capres dan cawapres. "Hasilnya sudah pasti bisa ditebak," ujarnya didampingi Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi. Selain itu, pasangan capres dan cawapres yang muncul diprediksi juga bukan lagi muka baru. Ia memprediksi, presiden dan wakil presiden yang akan terpilih nantinya tetap akan melanjutkan sistem yang lama, sehingga tidak ada perubahan sama sekali. "Untuk mengubah hal itu, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi pernah mengajukan judical review terhadap undang-undang tersebut, namun ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK)," ujarnya. Pasangan duo jendral, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi dan Deddy Mizwar tercatat sebanyak 248 kali menghadiri deklarasi Balai Desa Merak di berbagai daerah. Keduanya hadir sebagai tamu undangan dari para penyelenggara yang memang menginginkan sosok keduanya untuk dijadikan alternatif capres dan cawapres pemilu 2009. Meskipun sejumlah media menunjukkan bahwa Deddy akan diusung menjadi capres, namun keduanya justru saling menunjuk satu sama lain. Keduanya menyerahkan kepada masyarakat untuk menentukan, mengingat jabatan merupakan amanat dan bukan untuk diperebutkan. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dar)

Rekomendasi
Trending