SELEBRITI

Dilaporkan ke Polisi Diduga Gelapkan Dana Rp 1M, David NOAH Akui Jadi Korban Teman Tak Bertanggung Jawab

Sabtu, 14 Agustus 2021 08:46

David NOAH dilaporkan ke polisi © KapanLagi.com/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Kamis pekan lalu (5/8/2021) seorang perempuan bernama Lina Yunita melaporkan David NOAH ke Polda Metro Jaya. Didampingi kuasa hukumnya, Lina menjerat kibordis tersebut dengan pasal penipuan dan penggelapan uang senilai satu miliar.

Laporan ini bermula dari Lina yang meminjamkan dana talangan untuk proyek perusahaan David dan teman-temannya. Namun sampai jatuh tempo pembayaran, mereka belum juga melunasi. Bahkan cek yang diberikan sebagai jaminan tidak bisa diuangkan karena rekeningnya sudah ditutup.

Lina telah mencoba menghubungi David lewat telepon dan pesan pribadi, bahkan mengirimkan somasi ke rumah mantan suami Gracia Indri itu. Lantaran tak ada respons baik, akhirnya dipilih jalur hukum.

Setelah satu minggu tak bisa dihubungi awak media, David pun akhirnya menggelar jumpa pers didampingi kuasa hukum serta pihak label Musica Studios. Di situ dijelaskan bila laporan Lina salah alamat karena pria berusia 40 tahun ini juga korban.

"Saya menyebutnya David adalah korban dari perlakuan beberapa orang yang kurang baik. Harusnya bukan David yang menerima laporan di Polda Metro. Karena uangnya ditransfer langsung ke rekening perusahaan A, jadi David tidak menikmati apa-apa dari situ, uangnya digunakan murni untuk pengembangan perusahaan. Jadi laporan ini salah alamat, bukan David secara pribadi, tapi perusahaan A yang harusnya bertanggung jawab," kata Hendra selaku kuasa hukum David, Jumat malam (13/8/2021).

1. Berusaha Lunasi Pakai Dana Pribadi

David NOAH menjelaskan bila di perusahaan A yang didirikan oleh teman-temannya itu, dirinya menjabat sebagai direktur komunikasi. Saat meminjam dana talangan kepada Lina Yunita untuk membantu perusahaan, David memosisikan kapasitas sebagai direktur

Proyek perusahaan pun berjalan sebagaimana mestinya. Namun di tengah jalan, terlebih datangnya pandemi, satu persatu personel bubar jalan dan susah dihubungi. Sehingga David kemudian berusaha mencari cara untuk mengembalikan pinjaman.

"Secara moral saya mengambil tanggung jawab karena Lina teman saya. Meski secara internal ngaco pada balik badan, saya coba berbagai kemungkinan. Saya juga kesel sama teman-teman yang saya bantu. Kenapa lo pada kabur, ditelepon nggak ada, dicari susah. Karena posisinya sulit, pemaparan internal, pas mereka hilang saya shock," jelas David.

Dalam usahanya melunasi memakai dana pribadi, David tentu kerepotan lantaran pekerjaan yang datang sangat terbatas. Ketika pada akhirnya Lina bersuara ia pun paham.

"Saya nggak nyalahin Lina karena saya tahu keadaan teman-teman saya begini. Kondisi mungkin sulit buat dia karena di tengah jalan kurang sehat. Saya berharap punya dana cukup biar Lina nggak rugi. Tapi di masa pandemi ini untuk cari pemasukan susah, jujur aja," tutur David.


REKOMENDASI
TRENDING