Ferry Salim Bicara Dampak Psikologis Anak-Anak Korban Gempa
Kapanlagi.com - Duta Unicef untuk Indonesia, Ferry Salim mengatakan, kultur gotong royong dalam masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) akan mampu mengurangi dampak psikologis terhadap anak-anak korban gempa bumi.
"Masyarakat Yogyakarta dan Jateng yang tabah, sabar dan memiliki semangat gotong royong tinggi, merupakan kunci untuk pemulihan fisik maupun mental," katanya ketika mengunjungi Dusun Kerten, Desa Imogiri, Bantul, Jumat.
Ferry bersama pimpinan Unicef untuk Indonesia, Gianfranco Rotigiano mengunjungi lokasi dan korban gempa terutama anak-anak yang dikhawatirkan trauma setelah mengalami sendiri bencana tersebut. Mereka bermain dengan anak-anak untuk memberikan dukungan moril.
Kedatangan Ferry dan rombongan ke dusun yang sebanyak 85 rumah warganya hancur akibat gempa mendapat perhatian dan antusiasme para korban. Bahkan di tengah puing reruntuhan rumah dan tenda darurat mereka berfoto bersama dengan Ferry yang juga bintang sinetron ini.
Advertisement
Untuk memberikan pelayanan kejiwaan pada anak-anak, sejak hari Minggu (28/5) Unicef membangun `children center` di tiga tempat di Bantul dan dua tempat di Klaten yang berfungsi untuk memberikan perlindungan anak.
Salah satu lokasinya adalah dekat lapangan Tri Renggo yang menyediakan berbagai macam `recreation kids` seperti peralatan berbagai macam olahraga serta permainan bola raket.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/dar)
Advertisement












































