Guruh Soekarnoputra Sakit 2 Minggu Sebelum Meninggal Dunia

Guruh Soekarnoputra Sakit 2 Minggu Sebelum Meninggal Dunia
Guruh Soekarno Putra di panggung © KapanLagi.com/Adrian Utama Putra

Guruh Soekarnoputra dikabarkan sakit selama kurang lebih dua minggu sebelum meninggal dunia pada Sabtu, (26/9). Pencipta lagu Kala Cinta Menggoda itu sempat mendapatkan perawatan medis di RS Siloam Semanggi, Jakarta. p>

Informasi mengenai kondisi Guruh lebih dulu disampaikan oleh politikus sekaligus juru bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli. Guruh sendiri tercatat sebagai anggota PDIP.

Kabar tersebut membuat keluarga besar partai, rekan, hingga para penggemar menyampaikan doa bagi kesembuhannya. Dukungan terus mengalir setelah kondisi kesehatannya menjadi perhatian publik.

1. Terapi Stem Cell di Awal 2026

Beberapa bulan sebelum kesehatannya kembali disorot, Guruh menjalani terapi stem cell pada awal 2026. Prosedur dilakukan bersama Prof. dr. Deby Vinski dan dokter spesialis ortopedi dr. Sunaryo Kusumo di Celltech Stem Cell Centre, RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta.

Saat itu, ia mengikuti program knee rejuvenation serta vitality and wellness. Langkah ini dipilih karena Guruh mulai merasakan gangguan pada fungsi lutut yang menghambat aktivitas hariannya.

Ia pernah menceritakan kesulitan ketika hendak berdiri setelah jongkok. Pada awalnya, tangan masih bisa menjadi tumpuan, namun pelan-pelan bantuan orang lain dibutuhkan. "Buat saya ini mengganggu," ujar Guruh kala itu.

Bagi Guruh yang lekat dengan dunia seni pertunjukan, olahraga dan menari adalah bagian dari rutinitas. Keluhan pada lutut tersebut pun memengaruhi aktivitasnya.

2. Komitmen Guruh Soekarnoputra Tetap Sehat

Terapi yang dijalani Guruh bukan semata untuk memperpanjang usia. Ia ingin tetap sehat agar mampu berkarya dan melanjutkan aktivitas pengabdian yang selama ini dijalankannya.

"Karena saya ingin umur panjang dalam keadaan selalu muda sehat terus. Saya sudah berkomitmen bahwa sepanjang hidup ini untuk pengabdian terhadap negara dan bangsa Indonesia tercinta," ungkapnya.

Guruh juga menyampaikan harapan melihat Indonesia berjaya. Ia ingin Indonesia menjadi mercusuar sekaligus teladan bagi negara-negara lain, sehingga menjaga kesehatan menjadi penting agar tetap dapat berkarya dan menyaksikan perkembangan tersebut.

3. Ada Perbaikan Usai Terapi

Dalam prosesnya, terapi menggunakan teknologi C-Arm fluoroscopy. Dengan teknologi ini, dokter dapat memantau tindakan secara real-time melalui layar monitor sehingga prosedur berjalan terarah.

Usai menjalani rangkaian tindakan, Guruh menyebut ada perubahan pada kondisi tubuhnya. "Saya betul-betul merasa ada perbaikan," kata Guruh.

Dokter Sunaryo Kusumo juga mencatat semangat Guruh selama terapi. Ia melihat motivasi kuat dari sang seniman untuk menjaga kebugaran dan tetap beraktivitas. Meski demikian, beberapa bulan kemudian kondisi kesehatan Guruh kembali menurun.

4. Dirawat di RS Siloam Semanggi

Memasuki pekan terakhir September 2026, Guruh dirawat di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Perkembangan kondisinya menjadi perhatian keluarga, rekan-rekan di PDIP, hingga para penggemar.

Sepanjang hidupnya, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai salah satu seniman penting Indonesia. Putra Presiden Soekarno ini meninggalkan karya-karya yang menjadi bagian dari perjalanan musik dan kebudayaan Tanah Air.

Setelah berjuang melawan sakit selama kurang lebih dua minggu, Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini, Sabtu, (26/9) di usia 73 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal dan menikmati karyanya.

(kpl/phi)

Rekomendasi

Trending