Karenina Sunny Jalani Misi Sosial Pertama ke Vietnam
Kapanlagi.com - Jumat malam tanggal 5 Juni 2009 menjadi malam paling istimewa bagi Karenina Sunny Halim. Gadis yang akrab disapa Nina, finalis Miss Indonesia 2009 asal DKI Jakarta, itu menjadi pengganti Sandra Angelia sebagai Miss Indonesia 2009. Gelar ini tentu tidak didapatkan Nina dengan mudah. Gadis berdarah campuran Indonesia - Amerika ini telah melalui proses audisi yang sangat ketat, serta melalui masa karantina selama lebih kurang 2 minggu, dari tanggal 24 Mei hingga 7 Juni 2009, dan melewati berbagai proses penjurian untuk akhirnya dinobatkan sebagai pemenang mengalahkan 32 finalis lainnya. Kunjungan ke Vietnam merupakan kegiatan sosial pertama yang dilakukan oleh Nina setelah resmi menjabat sebagai Miss Indonesia 2009. Nina khusus diajak oleh Miss World Foundation untuk bersama-sama Ksenia Sukhinova, Miss World 2008, yang telah lebih dulu berada di Vietnam untuk mengumpulkan dana pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Acara charity tour yang diberi tema ‘Dau Chan Tu Thien’ (Footprints of Charity) ini digagas oleh Mr. Hoang Kieu, CEO of the-US Based Rare Antibody Antigen Supply. Selain menghadiri acara amal ini, Nina juga bersama-sama dengan Ksenia Sukhinova, Maria Julia Mantilla (Miss World 2004), Tatana Kuchrova (Miss World 2006), Mai Phuong Tuy (Miss Vietnam 2006) akan menjadi tamu kehormatan dalam Festival Nha Trang, suatu festival laut tahunan yang diselenggarakan di Provinsi Khanh Hoa Vietnam dan tahun ini diselenggarakan dari tanggal 6 - 14 Juni 2009. Mereka semuanya akan hadir pada malam kesenian yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2009. Malam kesenian ini juga akan dihadiri oleh musisi dari berbagai negara, seperti Perancis, Rusia, Italia, Inggris, Amerika, Australia dan tentunya oleh musisi lokal Vietnam. Sekembalinya dari Vietnam nanti, berbagai kegiatan sosial di tanah air telah memenuhi agenda Nina. Program Miss Indonesia tahun ini lebih banyak memfokuskan diri pada penyediaan pendidikan gratis, misi kesehatan (bekerja sama dengan Jalinan Kasih RCTI) dan juga kepedulian terhadap lokasi bencana alam. Bekerja di bidang sosial tentu sudah bukan hal baru bagi Nina. Di usia remajanya, 19 tahun, Nina telah berani mengambil keputusan terjun langsung ke lokasi bencana Tsunami yang terjadi pada Desember 2004 lalu. Di sana Nina menjadi pengajar bagi para anak-anak korban Tsunami, sekaligus mengatasi trauma mereka akibat bencana besar itu. Dunia pendidikan memang erat dengan keseharian Nina. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Nina memilih guru sebagai profesinya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(kpl/prl/bun)
Advertisement
D Academy 8
- Mantan Pacar SelebritiLesti Kejora & Rizky Billar Undang Rizki-Ridho DA ke Podcast, Momen Akrab Bareng










































