Kasus Alumni LPDP Dwi Sasetyaningsih: Kronologi, Permintaan Maaf, & Tanggapan Pemberi Beasiswa

Kasus Alumni LPDP Dwi Sasetyaningsih: Kronologi, Permintaan Maaf, & Tanggapan Pemberi Beasiswa
Dwi Sasetyaningsih penerima beasiswa LPDP - instagram.com/sasetyaningtyas

Kapanlagi.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia maya, menyeret nama Dwi Sasetyaningsih, seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Unggahan kontroversialnya di media sosial pada 20 Februari 2026 sontak memicu kegaduhan publik yang luas. Polemik ini bermula dari pernyataan sensitifnya terkait status kewarganegaraan sang anak yang kini menjadi warga negara Inggris.

Dwi Sasetyaningsih, yang akrab disapa Tyas, membagikan video di akun Instagram pribadinya, @sasetyaningtyas, yang memperlihatkan dokumen paspor Inggris anaknya. Pernyataan "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan" sontak menuai kecaman. Publik menilai ucapan tersebut merendahkan paspor Indonesia dan tidak mencerminkan semangat nasionalisme, apalagi ia adalah penerima beasiswa dari dana publik.

Video tersebut memang telah dihapus, namun potongan-potongannya sudah terlanjur viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform. LPDP pun turut menyayangkan kejadian ini, mengingat Dwi Sasetyaningsih adalah salah satu alumninya yang diharapkan menjunjung tinggi nilai integritas dan etika.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1. Awal Mula Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningsih

Polemik ini bermula saat Dwi Sasetyaningsih mengunggah video di akun Instagram pribadinya, @sasetyaningtyas, pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam video tersebut, ia dengan bangga menunjukkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anak keduanya yang baru saja resmi memegang paspor negara tersebut.

Pernyataan kontroversial "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan" dan "Kita usahakan paspor kuat WNA" yang terlontar dari mulutnya langsung memicu badai kritik. Ucapan ini dinilai merendahkan paspor Indonesia dan dianggap tidak sejalan dengan semangat kebangsaan.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Reaksi Publik dan Sorotan Nasionalisme

Banyak warganet merasa geram dan menilai konten yang dibagikan Dwi Sasetyaningsih kurang bijak, terutama mengingat statusnya sebagai alumni LPDP. Pernyataan tersebut dianggap tidak mencerminkan nasionalisme, terlebih ia merupakan penerima beasiswa yang didanai oleh uang rakyat.

Video yang kemudian dihapus itu tetap menyebar luas, memicu perdebatan sengit tentang pentingnya menjaga citra bangsa. Kasus ini menjadi pengingat bagi para penerima beasiswa untuk selalu berhati-hati dalam berekspresi di ruang publik.

3. Keterlibatan Suami Dwi Sasetyaningsih, AP

Suami Dwi Sasetyaningsih, yang berinisial AP, ternyata juga merupakan alumnus LPDP dan ikut terseret dalam kasus ini. LPDP menduga AP belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi.

Saat ini, LPDP tengah melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Keterlibatan suami Dwi Sasetyaningsih menambah kompleksitas dalam Kronologi Lengkap Kasus Alumni LPDP Dwi Sasetyaningsih ini.

4. Permintaan Maaf Dwi Sasetyaningsih yang Viral

Menanggapi gelombang kritik dan polemik yang terjadi, Dwi Sasetyaningsih akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah video. Permintaan maaf ini disampaikan setelah unggahannya menjadi viral dan menimbulkan kegaduhan.

Ia mengakui bahwa pernyataannya telah menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat. Video permintaan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang muncul akibat ucapannya.

Dalam permohonan maafnya, Dwi Sasetyaningsih menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun niat untuk merendahkan bangsa sendiri, bahkan ia mengaku bangga menjadi Warga Negara Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pernyataan kontroversial tersebut lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadinya terhadap berbagai kondisi sebagai WNI.

Meskipun demikian, Dwi Sasetyaningsih menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang. Ia bertanggung jawab penuh atas kesalahan pemilihan kata yang telah menciptakan polemik ini.

5. Tanggapan Resmi LPDP Mengenai Kasus Ini

LPDP secara resmi memberikan tanggapan terkait polemik yang melibatkan alumninya, Dwi Sasetyaningsih, pada 21 Februari 2026. Lembaga ini sangat menyayangkan insiden tersebut karena tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mereka junjung tinggi.

Pihak LPDP menegaskan kembali pentingnya integritas dan etika bagi setiap penerima beasiswa. Mereka berkomitmen untuk terus membina para alumni agar selalu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

6. Status Kewajiban Pengabdian Dwi Sasetyaningsih

Sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Dwi Sasetyaningsih, yang menempuh studi S2 selama dua tahun, memiliki kewajiban kontribusi selama lima tahun.

LPDP mengonfirmasi bahwa Dwi Sasetyaningsih telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum secara langsung dengannya.

7. Imbauan dan Komitmen LPDP ke Depan

Meskipun tidak lagi terikat secara hukum, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Dwi Sasetyaningsih untuk mengimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka juga ingin memahamkan kembali kewajiban kebangsaan penerima beasiswa LPDP untuk mengabdi pada negeri.

LPDP menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni. Lembaga ini bertekad menjaga integritas institusi demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

8. Penyelidikan LPDP Terhadap Suami Dwi Sasetyaningsih

Fokus LPDP kini juga beralih pada suami Dwi Sasetyaningsih, AP, yang juga merupakan alumnus LPDP. LPDP tengah melakukan pendalaman internal terkait dugaan bahwa AP belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya.

Jika terbukti ada pelanggaran, LPDP tidak akan segan untuk menyelidiki lebih lanjut dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh alumni LPDP untuk selalu mematuhi komitmen yang telah disepakati.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/ums)

Rekomendasi
Trending