Mamat Alkatiri Nggak Terima Papua Disebut Provinsi Miskin, Ini Alasannya

Selasa, 30 Juli 2019 12:55 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati
Mamat Alkatiri Nggak Terima Papua Disebut Provinsi Miskin, Ini Alasannya Mamat Alkatiri (Credit: Youtube/Indosiar)

Kapanlagi.com - Nama Mamat Alkatiri pasti sudah nggak asing lagi di telinga para pecinta Stand Up Comedy. Ya, sosoknya yang jenaka, disertai penampilan sederhana, Mamat mudah sekali dikenali. Berawal dari stand up di komunitas Jogjakarta, ia kini sudah meniti karier dan jadi langganan opener stand up spesial komika besar.

Salah satu materi stand up Mamat yang barangkali sulit dilupa adalah soal Papeda. Berasal dari Fak Fak Papua, nggak heran kalau Mamat akrab dengan makanan ini. Setidaknya itulah yang ia singgung dalam video di channel Resmi Indosiar pada Mei tahun lalu.

Besar dan tumbuh di Papua, Mamat nggak terima dong melihat data yang menunjukkan kalau Papua dan Papua Barat adalah 2 provinsi termiskin di Indonesia.

"Papua dan Papua Barat itu adalah dua provinsi yang paling miskin di Indonesia. Saya bingung padahal alam kita itu kaya. Di sana ada tambang emas terbesar di dunia," tuturnya disambut tepuk tangan penonton.

Mamat Alkatiri (Credit: Youtube/Indosiar).Mamat Alkatiri (Credit: Youtube/Indosiar).

Ia bahkan mengandaikan jumlah keuntungan tambang emas itu jika dijadikan papeda seperti apa. "Bahkan jumlah keuntungan tambang emas ini adalah satu tahun 70 triliun. Ada yang bisa bayangkan uang sebanyak itu? 70 triliun kalau kita pakai bikin papeda satu Indonesia ini lengket, lengket," lanjutnya bikin penonton terbahak seketika.

Mamat memang bisa dibilang punya kreativitas merangkai kritik dalam komedi. Lawakan soal miskinnya masyarakat Papua tadi tentu menjadi ironi ketika menilik di sana memang betul-betul ada tambang emas.

Bagi KLovers yang senang dengan lawakan khas Mamat Alkatiri, bisa banget lho nonton penampilannya di JICOMFEST 2019. Mamat akan menjadi salah satu line up dari sekian banyak komika. So, jangan lupa datang ke acara ini pada 3-4 Agustus 2019 mendatang ya!

 

 

 

(kpl/tdr)


REKOMENDASI
TRENDING