SELEBRITI

Pagelaran Sabang Merauke, Tampilkan Keberagaman Budaya Indonesia dalam Balutan Bendera Merah Putih

Sabtu, 12 November 2022 12:47

Kapanlagi/Matias Purwanto

Kapanlagi.com - Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang sering dikumandangkan dalam setiap pidato kebangsaan benar-benar tersaji dalam Pagelaran Sabang Merauke. Digelar di Ciputra Artpreneur pada 12-13 November 2022, gelaran ini nyatanya menyajikan keberagaman budaya Indonesia yang dibalut dalam satu bendera, yakni bendera merah putih, INDONESIA !!!

Mendapat kesempatan untuk menyaksikan lebih awal gelaran yang digagas oleh iForte dan bekerjasama dengan BCA ini, sajian perbedaan budaya indonesia dalam bentuk nyanyian dan tarian daerah begitu terasa. Namun, sekali lagi perbedaan itu disatukan dalam balutan bendera Merah Putih milik Indonesia. Pagelaran Sabang Merauke mengusung konsep live performance yang menyajikan 22 lagu yang berisikan 21 lagu daerah dan satu lagu nasional dan dirangkai secara harmonis.

Melibatkan enam penyanyi nasional yakni Kikan Namara sebagai music director sekaligus lead vocal, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Taufan Purbo, Alsant Nababan dan musisi generasi muda Swain Mahisa. Sektor musikalitas juga semakin menawan dengan kehadiran Batavia Madrigal Singers, dan 46 musisi tradisional dan modern. Belum lagi hadirnya 144 penari profesional yang berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Bali hingga Papua yang diracik oleh Sandhidea Cahyo Narpati, Pulung Jati, Dian Bokir, dan Rizky Dafin membuat gelaran ini makin harmonis.

1. Keberagaman

Keindahan keberagaman juga ditunjukkan dengan warna-warni busana tradisional dari tiap daerah yang ditampilkan. Hal ini makin memperlihatkan keindahan perbedaan budaya Indonesia yang terbentang dari Sabang Hingga Merauke.

Dibuka dengan penampilan Kikan dengan dua lagu nasional, Ibu Pertiwi dan Tanah Airku, semangat nasionalisme serta semangat kebersamaan dalam keragaman di bumi Indonesia makin kuat terpancar. Ibu Pertiwi menjadi sebuah core penting dari sajian Pagelaran Sabang Merauke. Paling tidak itu yang disampaikan sang Sutradara, Rusmedie Agus.

"Pagelaran Sabang Merauke merupakan paduan apik antara musikalitas dan aksi koreografi yang akan mengaduk-aduk emosi penonton baik senang, sedih, tertawa dan bangga telah menjadi bagian dari besar dan sebegitu megahnya kekayaan Ibu Pertiwi. Kami berharap, semua yang menonton pementasan ini bisa pulang dengan rasa bangga telah terlahir di Indonesia,” kata Rusmedi.

"Ibu Pertiwi simbol kekuatan Cinta yang menyatukan semua elemen cipta, rasa, dan karsa untuk kebangkitan Tanah Air," lanjutnya.

2. Dibawakan Bergantian

Setelah dua lagu nasional yang berkumandang, sajian musik dan tarian dibawakan secara bergantian. Seperti namanya Sabang Merauke , lagu, tarian, hingga busana dari Aceh berkumandang. Lagu Bungong Jeumpa dan tari Ratoh Jaroe begitu indah dibawakan dibalut dengan aransemen dan koreografi yang spektakuler. Tari Ratoh Jaroe yang ditampilkan memiliki makna besar terkait perempuan dan keberanian. Dibawakan dengan syair religius yang dimaknai sebagai wujud semangat, jiwa pemberani, dan pantang menyerah para perempuan Aceh.

Beberapa lagu, tarian, hingga busana dari Pulau Sumatera pun dibawakan setelah itu. Misalnya seperti lagu Sik Sik Sibatumanikam. Serta lagu Injit-Injit Semut yang menampilkan koreografi dari anak-anak. Lagu ini punya makna besar bagi anak-anak Indonesia sebagai penerus bangsa, mengajarkan pada anak-anak mengenai kehidupan, saat kita menanamkan hal buruk maka akan menuai hal yang buruk.

Masuk ke Pulau Jawa, Manuk Dadali dari Jawa Barat menjadi pembuka. Ondel-Ondel, Yen In Tawang, Gugur Gunung menjadi deretan repertoar yang mewakili Pulau Jawa. Lalu, Janger menjadi sajian utama dari Pulau Dewata Bali dipadu tarian indah dan menawan.

Ampar-Ampar Pisang yang merupakan budaya perdamaian masyrakat Dayak pun dihadirkan dengan sangat apik. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong ditebalkan dengan hadirnya koreografi yang menawan. Bergeser lagi ke Timur Bolelebo dan Gemufamire dari NTT juga dibawakan dengan sangat apik. Dilanjutkan Lagu Angin Mamiri, Tari Kipas, Sipatokaan, dan Tari Kabasaran dibawakan dengan sangat apik mewakili Sulawesi. Yang tak lama dilanjutkan dengan lagu Rasa Sayange dan tari Bambu Gila dari Maluku. Hingga pada akhirnya pementasan ini ditutup dengan lagu Sajojo dan Yamko Rambe Yamko yang mewakili Merauke, Papua.

Di akhir pentas, Kikan hadir membawakan lagu Bendera, lagu ciptaan Erros Sheila On 7 yang dipopulerkan band Cokelat. Sejak tahun 2001 dirilis, lagu ini selalu hadir dalam setiap perayaan atau kegiatan yang membawa nama bangsa Indonesia sekaligus menjadi sebuah pengingat bahwa bendera Merah Putih menjadi payung dari segala perjuangan serta perbedaan keberagaman Indonesia. Begitupun dengan Pagelaran Sabang Merauke, dari semua perbedaan keberagaman yang ditampilkan, Merah Putih, bendera Indonesia lah yang menjadi tumpuan.

3. Satu Jam Pertunjukan

Dari kurang lebih satu jam pertunjukkan, tujuan dan harapannya sangat jelas. CEO dan Direktur Utama iForte dan Protelindo Group Aming Santoso, berharap bahwa nantinya keberagaman ini dapat terus dilestarikan, utamanya oleh anak-anak muda yang menjadi harapan bangsa.

“Di masa-masa terdahulu, para pemuda dan pahlawan bangsa berjuang demi mempertahankan Indonesia. Sekarang, adalah tugas kita untuk merawat kemerdekaan dan juga warisan adiluhung para leluhur bangsa. Penyelenggaraan Pagelaran Sabang Merauke merupakan ajakan nyata bagi masyarakat khususnya anak-anak muda untuk kembali mencintai kemegahan karya-karya leluhur bangsa,” tutur Aming di sela sesi jumpa pers Special Performance Pagelaran Sabang Merauke yang diselenggarakan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat (11/11).

Senada dengan hal tersebut, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan bahwa Pagelaran Sabang Merauke diharapkan dapat menjadi social movement yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk lebih mencintai warisan budaya bangsa. Sehingga, kelak di masa mendatang generasi muda semakin bangga dengan kearifan lokal dan budaya bangsa Indonesia.

“Tak hanya menjadi sarana agar masyarakat semakin mencintai warisan budaya bangsa, pementasan ini diharapkan bisa menjadi penggerak agar masyarakat semakin menyelami kekayaan bangsa ini. Sehingga kami berharap budaya yang merupakan salah satu jati diri bangsa ini bisa selalu berkilau dan tak lekang oleh kemajuan zaman,” tuturnya.

Bukan sekedar menghadirkan pertunjukkan yang spektakuler, lewat Pagelaran Sabang Merauke kali ini, iForte bersama BCA mengajak serta masyarakat umum untuk menikmati pertunjukkan sekaligus menyelami budaya Tanah Air. Tidak hanya itu, tak kalah penting juga akan ada festival UMKM pilihan untuk membangkitkan semangat kebanggaan terhadap produk anak bangsa. Festival UMKM ini melibatkan 38 UMKM #banggalokal binaan BCA. Di sini, pengunjung dapat melihat produk-produk berkualitas karya anak bangsa.

(kpl/pur/frs)

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake
REKOMENDASI
TRENDING