Samuel Wattimena Ajak Media Kampanyekan Fashion Nasional
Kapanlagi.com - Perancang mode tersohor Samuel Wattimena mengeluh minimnya publikasi fashion dan mode dalam negeri oleh media massa nasional, mereka dinilai lebih berpihak pada mode luar negeri.
"Media memberi halaman khusus untuk mode dan baju produk luar negeri, satu halaman penuh. Beda kalau ada perancang mode Indonesia yang mengeluarkan rancangan busana etnik, pasti keluarnya cuma seperempat halaman," katanya disambut tawa para jurnalis yang hadir dalam jumpa pers di Jakarta belum lama ini.
Ungkapannya ini merupakan keprihatinanya terkait semakin ditinggalkannya busana nasional dari bahan kain-kain tradisional Indonesia. Padahal, menurut Samuel, banyak kain-kain dan pakaian dalam negeri yang lebih bagus dan mencerminkan identitas bangsa ini.
Menurutnya, media nasional seharusnya mengkampanyekan pentingnya mencintai produk dalam negeri.
Advertisement
"Media massa harus menyebarluaskan pentingnya mengenakan busana buatan negeri sendiri terutama dari kain-kain seperti batik, songket, dan tenun," kata pria yang sering membawa kipas hitam di tangannya.
Bagi Samuel, mengenakan busana dari bahan batik, songket, kain tenun, ulos, seharusnya menjadi hal yang dibanggakan karena tidak semua negara memiliki keragaman busana seperti Indonesia.
"Lihat saja Jepang, mereka sangat membanggakan kimono meski pakaian nasionalnya hanya satu jenis itu. Kita yang punya beragam pakaian tradisonal dan nasional malah jarang memakainya," katanya.
Karena itu, ia mengajak media massa untuk lebih memberi perhatian pada fashion dan mode negeri sendiri, setidaknya memberi porsi yang sama dengan pemberitaan fashion luar negeri.
"Ayo kita kampanyekan bersama ya," demikian Samuel.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/boo)
Advertisement












































