SELEBRITI

Saphira Indah Meninggal Dunia Pasca Sesak Napas Saat Hamil, Kondisi Ini Bisa Diatasi?

Jum'at, 01 Februari 2019 13:56 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary

Saphira Indah © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya & instagram.com/saphira_indah

Kapanlagi.com - Bintang film Saphira Indah telah dipanggil Tuhan. Kepergiannya untuk selama-lamanya ini membuat banyak orang terpukul, termasuk sang suami yang akrab disapa Ai. Pasalnya bukan hanya kehilangan Saphira, tapi juga jabang bayinya yang sudah memasuki usia kandungan 6 bulan.

Diketahui Saphira meninggal dunia dalam kondisi hamil 6 bulan. Menurut penuturan sang suami awalnya Saphira mengalami sesak napas hingga meriang, tetapi kondisi kandungannya sehat dan rajin pula kontrol kehamilan ke dokter, Saphira juga tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. 5 hari kemudian usai mendapat penanganan medis Saphira menghembuskan napas terakhirnya.

Bicara soal sesak napas saat mengadung, rupanya hal ini tergolong normal. Penasaran bagaimana analisanya? Berikut KapanLagi telah merangkumnya dari hallosehat.com.

1. Sesak Napas Saat Hamil, Normal Nggak Sih?

Menurut artikel tersebut sesak napas dalam kondisi hamil adalah salah satu efek samping normal. Hal ini juga sering muncul saat seorang ibu tengah mengandung. "Sebuah penelitian di tahun 2015, sekitar 70% ibu hamil mengalami sesak napas di sepanjang trisemester kehamilannya," tulisnya.

Setiap ibu dapat merasakan sesak napas di waktu yang berbeda-beda. Ada yang mulai sesak napas di trisemester pertama, ada juga yang sesak di trisemester kedua, bahkan ketiga.

2. Berbahaya?

Meski bisa menyebabkan kematian dalam kasus sesak napas akut, menurut artikel ini sesak napas saat hamil tidaklah berbahaya namun bukan berarti bisa disepelekan. Terutama jika gejalanya berat.

Bagaimana dengan kasus Saphira Indah? Hingga saat ini sendiri belum ada pernyataan secara langsung dari pihak rumah sakit soal penyebab meninggalnya pemeran Uni pada film EIFFEL I'M IIN LOVE ini.

Sebagai tambahan artikel ini menyebutkan kemungkinan medis yang ditandai dengan sesak napas. Antara lain, asma, reaksi alergi, anemia, hipertensi, atau kardioiopati peripartum.

3. Penyebab Ibu Hamil Sesak Napas

Terjadinya sesak napas pada ibu hamil diduga berkaitan erat dengan perkembangan rahim. Semakin membesarnya rahim maka akan semakin menekan paru-paru. Sedangkan paru-paru adalah orang yang amat vital untuk proses pernapasan dan kebutuhan oksigen ibu hamil juga meningkat.

Masih soal paru-paru, hormon progesteron yang naik dalam masa kehamilan ternyata dapat mempengaruhi fungsi paru-paru. Karena itulah tidak heran jika diperhatikan napas ibu hamil lebih cepat kalau dibandingkan dengan saat sebelum hamil.

4. Akibatnya pada Janin

Tentu saja kondisi ini dapat mempengaruhi janin. Pasalnya bayi bergantung pada asupan oksigen yang masuk dalam darah. Jika sang ibu hamil mengalami sesak napas, maka asupan oksigen yang masuk ke dalam tubuhnya dan bayinya akan berkurang.

Kondisi tersebut dapat menjadi semakin parah kalau terus dibiarkan dan tidak mendapatkan penanganan medis. Ditambah lagi dengan kurangnya asupan gizi dan oksigen, bisa-bisa bayi akan lahir dengan berat badan rendah, skop Apgar rendah, dan berakibat lahir prematur.

Ada juga faktor lain yang bisa berakibat fatal dalam kondisi ini. Misalnya saja sesak napas yang berangsur-angsur semakin parah dan dilengkapi dengan hipertensi, toksemia, dan preeklampsia. Kondisi terparah dapat menyebabkan kematian.

5. Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk KLovers yang peduli pada kondisi ini atau bahkan sedang hamil, kalian nggak perlu khawatir. Karena pad artikel ini hallosehat juga memberikan tips jika sesak napas melanda.

Pertama, jangan memaksakan diri untuk bergerak terlalu aktif selama hamil. Dua, segeralah duduk bersandar tegak, lemaskan lengan, dan mulai atur napas kalian. Saat melakukan step ini lanjutkan dengan memutar bahu ke atas hingga ke arah telinga, kemudian tarik ke belakang, dan lakukan berulang kali. Tiga, berdirilah setegak mungkin jika tidak ada tempat yang nyaman untuk duduk. Pasalnya posisi ini dipercaya dapat memberikan lebih banyak ruang untuk paru-paru mengambil oksigen. Terakhir, berbaringlah dan miringkan badan ke sisi kiri, lalu atur napas secara perlahan.

KapanLagi turut mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggal dunianya Saphira Indah. Semoga keluarga dan orang-orang terdekat yang ditinggalkan diberi ketabahan.


REKOMENDASI
TRENDING