Sederet Artis Tanah Air yang Mengembangkan Bakat dari Panggung Sekolah

Sederet Artis Tanah Air yang Mengembangkan Bakat dari Panggung Sekolah
Melly Goeslaw, Anang Hermansyah hingga Tika Bravani mulai karirnya dari panggung Sekolah (KapanLagi)

Kapanlagi.com - Panggung sekolah bukan sekadar tempat tampil atau menyalurkan hobi semata. Bagi sebagian artis Tanah Air, masa SMA justru menjadi fase penting untuk menemukan passion, mengasah kemampuan, dan berani tampil di depan banyak orang. Lewat kegiatan ekstrakurikuler seperti band, teater, hingga paduan suara, banyak dari mereka mulai mengenal dunia seni yang kelak menjadi bekal menuju industri hiburan.

Lingkungan sekolah menengah atas memang dikenal sebagai ruang eksplorasi bagi anak muda untuk mengenal musik, membentuk band, tampil di depan publik, dan menemukan kepercayaan diri yang kelak berguna di berbagai bidang, termasuk dunia hiburan.

Berikut sederet artis Indonesia yang menapaki awal kariernya justru dari panggung sekolah..

1. Anang Hermansyah: Vokalis Band Rock Sejak SMA

Anang Hermansyah rocker sejak SMA (KapanLagi.com)

Anang Hermansyah, yang kini dikenal luas sebagai musisi sekaligus juri ajang pencarian bakat, ternyata sudah menekuni dunia musik sejak duduk di bangku SMA di Jember, Jawa Timur. Bersama tiga rekannya, ia mendirikan La Vila Rock Band, grup musik beraliran rock yang cukup populer di kalangan anak muda Jember kala itu.

Sebagai vokalis sekaligus frontman, suara melengking khas Anang membuat grup ini cepat dikenal. Namun, keseriusannya dalam bermusik baru benar-benar terwujud setelah ia melanjutkan kuliah di Universitas Islam Bandung, di mana ia bergabung dengan sanggar musik milik Doel Sumbang, sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta dan merintis karier profesionalnya bersama grup band Kidnap Katrina pada 1990-an.

(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)

2. Tika Bravani: Menemukan Passion Lewat Ekskul Teater

Tika Bravani ikut teater sejak SMA (KapanLagi.com)

Berbeda dengan Anang yang menekuni musik, aktris Tika Bravani justru menemukan kecintaannya pada dunia seni peran lewat kegiatan ekstrakurikuler teater. Ketertarikannya ini sudah muncul sejak ia duduk di bangku SMP Labschool Kebayoran, dan terus berlanjut ketika ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 70 Jakarta.

Meski sempat vakum dari dunia teater ketika kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kecintaan Tika pada dunia akting tidak pernah pudar. Pengalaman ekskul teater semasa sekolah inilah yang menjadi fondasi awal baginya, sebelum akhirnya benar-benar terjun ke industri hiburan lewat ajang Abang None DKI Jakarta pada 2009, yang membuka jalan menuju debut aktingnya di film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) pada 2010.

3. Epy Kusnandar: Panggung Teater sebagai Titik Awal

Epy Kusnandar anak teater sejak SMA (KapanLagi.com)

Mendiang Epy Kusnandar, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Kang Mus dalam serial Preman Pensiun, juga memulai perjalanan seninya dari panggung teater sekolah sejak duduk di bangku SMA pada sekitar 1983. Ketertarikannya pada dunia peran yang tumbuh sejak masa sekolah menengah inilah yang kemudian ia dalami lebih jauh di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 1989.

Bekal dari panggung teater sekolah dan sanggar seperti Pantomim Sena Didi serta Theater Aristokrat inilah yang membentuk fondasi kuat kemampuan akting Epy, sebelum akhirnya ia melebarkan sayap ke dunia sinetron dan film, hingga namanya dikenang luas oleh publik Indonesia.

4. Melly Goeslaw: Asah Suara Bersama Elfa Secioria

Melly Goeslaw join Elfa Secioria (KapanLagi.com)

Penyanyi sekaligus penulis lagu ternama, Melly Goeslaw, juga memulai jejak bermusiknya sejak masa SMA, ketika ia bergabung dengan grup vokal binaan komposer legendaris, Elfa Secioria. Di sinilah bakat menyanyi Melly mulai terasah, sekaligus menjadi awal ia mengenal dunia industri musik secara lebih serius.

Pengalaman menjadi penyanyi latar sejak masa sekolah ini kelak mengantarkan Melly bertemu dengan Anto Hoed dan Arie Ayunir, dua sosok penting yang membawanya mendirikan grup musik Potret, sebelum akhirnya ia dikenal luas sebagai "Ratu Soundtrack" lewat berbagai lagu tema film ikonik Indonesia, termasuk Ada Apa dengan Cinta.

5. Masa Sekolah, Titik Awal yang Tak Selalu Harus Jadi Karier

Dari keempat kisah di atas, terlihat jelas bahwa masa sekolah, terutama saat SMA, bisa menjadi waktu yang tepat untuk mencoba dan bereksplorasi dalam berkarya, khususnya yang terkait dengan kesenian. Baik lewat band, teater, maupun grup vokal, kegiatan ekstrakurikuler nyatanya mampu menjadi ruang aman bagi remaja untuk mengenali potensi diri mereka.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa tidak semua passion yang tumbuh di masa sekolah harus langsung berujung menjadi karier profesional. Bagi sebagian orang, pengalaman berkesenian semasa sekolah cukup menjadi bekal berharga dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi, tanpa harus selalu berakhir di panggung industri hiburan.

(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)

Rekomendasi

Trending