CLOSE

Sedia Berbagai Ukuran, Emil Gangstarasta Rangkul Semua Konsumen

Emil Gangstarasta © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Bukan cuma bicara soal modal, membuka usaha juga membutuhkan rasa percaya diri dan terkadang sedikit sikap nekat. Seperti Emil yang menjadi vokalis Gangstarasta. Berbeda dengan clothing line lainnya, ia malah memilih tempat di daerah Cinere untuk menjalankan Heyho. "Iya. Gue memang sedikit suka tantangan. Gue sebenarnya tinggal di Ragunan dan kebetulan sering main daerah sini, ada saudara juga di sini. Pas jalan daerah sini, gue mikir, 'Wah, kok nggak ada distro di daerah sini'. Di sini yang banyak barber shop sama karpet. Barber shop ada sebelah, bisnis karpet itu ada kali sampai enam belas. Akhirnya nemu tempat yang cocok, akhirnya gua milih di sini, gue suka banget. Biasanya kan distro pake ruko, tapi gue milih yang homie. Parkiran luas, dan pinggir jalan banget. Ini tempat yang paling pas setelah gue lihat-lihat lain. Di Cinere ini gua sudah buka hampir enam bulan. Moga-moga ini bisa jadi inspirasi bagi yang lain supaya berani memulai sesuatu apapun kalau memang yakin," jelas Emil saat ditemui di distro Heyho, di daerah Cinere, Jumat (12/2). Lebih jauh, rasa penasaran kami pun mulai tertuju pada segmentasi clothing line yang dijalankan Emil. Selain menyasar kawula muda dan orang dewasa, Emil juga mengedepankan detil dan kualitas dari semua barang yang ia jual pada konsumennya.

Emil Gangstarasta tetap yakin usahanya sukses meski menjalankan di daerah yang disebut kurang strategis untuk pasar clothing line © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaEmil Gangstarasta tetap yakin usahanya sukses meski menjalankan di daerah yang disebut kurang strategis untuk pasar clothing line © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
"Kita sih berusaha kasih yang terbaik. Di sini ada yang premium, premium itu memang price-nya sedikit lebih tinggi buat yang uangnya lebih. Tapi ada juga misal yang, 'Ah uang gue cuma segini nih.', nah itu kita juga ada option untuk konsumen kita agar bisa mendapatkan produk. Jadi produk yang di bawah premium itu walau sedikit lebih rendah harganya, tapi bukan berarti kita kualitasnya asal-asalan. Itu yang selalu kita jaga, dan itu yang selalu saya bilang ke Heyho pusat yang memproduksi produk ini. Kan konsumen sekarang sudah pinter. Sudah nanya-nanya tentang bahan, 'Ini combed ya? Ini 20s atau 30s? Ini sablon plastisol?'. Jadi kita yang punya toko paham. Malah mereka sering request, 'Bang bikin yang kayak gini dong' gitu," lanjutnya. Inilah yang kemudian membuat Emil pun berpikir untuk bagaimana merangkul para konsumen yang membutuhkan ukuran super besar dan tentu saja sulit ditemukan. Malah, Emil mengakui kalau produknya yang dimasukan dalam kategori produk Heyho Bear itu justru paling laku keras. "Iya, merangkul semua, atas bawah tengah. Tua, muda, jadi ke semua yang suka, kita bisa fasilitasi. Ada juga buat yang sedikit diberikan anugerah berbadan besar. Kan biasanya susah cari size yang x-nya sampai empat. nah kita fasilitasi dengan produk Heyho Bear, itu yang paling kecil aja XXXL. Itu salah satu produk kita yang selling out. Kita rangkul semua konsumen lah," pungkasnya.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/adb/ntn)

Rekomendasi

Trending