CLOSE

Sophan Sophiaan: Pengembalian Piala Citra, Kekanak-Kanakan!

Kapanlagi.com - Apa yang dilakukan oleh sebagian sineas muda dengan aksi mengembalikan Piala Citra, dinilai oleh tokoh perfilman Sophan Sophiaan sebagai tindakan yang kekanak-kanakan. Mereka dianggap sebagai generasi yang tidak siap untuk berkompetisi. Malah lebih menonjolkan sikap kearogansian.

"Mereka seperti monyet yang baru keluar dari kandang, sebagai imbas dari demokrasi ini. Kita selalu menghormati setiap perbedaan pendapat," kata Sophan, di Gedung Film, Jakarta, Kamis (4/1).

"Tapi ini mereka melakukan kearogansian tanpa melihat masa lalu. Mereka menganggap FFI tidak mempunyai kompetensi. Tapi yang dilakukan mereka hanya tekanan-tekanan. Tidak lebih dari itu," tambahnya sengit.

Salah satu tuntutan para sineas muda untuk membubarkan LSF (Lembaga Sensor Film), juga ditanggapi secara sinis oleh putra tokoh nasional, Sophian Manaan, ini. Menurut mereka, LSF hanya lembaga yang membantu pandangan norma dalam masyarakat.

"Kalau mereka tidak mau masuk dalam komunitas ini, go to hell," ujar mantan aktivis PDIP ini. "Sikap mereka kekanak-kanankan dan kerdil. Kalau begitu mereka tidak usah ikut kompetisi. Kalau kalah kenapa marah," imbuhnya.

Sikap yang ditunjukkan oleh para sineas muda ini, bagi Sophan, juga tak lebih dari simbol sebuah kecurigaan akan kerusakan moral bangsa ini.

Sophan yang telah bergelut di bidang film selama 32 tahun dan berlaku sebagai pemain maupun sutradara, merasa tidak pernah mempunyai sikap sekerdil itu.

"Saya buat film, mungkin baik buat saya, tapi belum tentu baik buat orang lain, tentu sikap ini yang harus dikembangkan," pungkasnya.


(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kl/wwn)

Rekomendasi

Trending