SELEBRITI

Sutradara 'LAYANGAN PUTUS' Ternyata Tak Pernah Baca Novel Asli, Begini Penjelasannya

Rabu, 19 Januari 2022 14:00

sutradara serial 'LAYANGAN PUTUS' © Kapanlagi/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Benni Setiawan lewat series LAYANGAN PUTUS yang ia sutradarai, telah sukses menarik perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, para penonton berhasil dibuat emosi setelah menonton tayangan ini lewat akting para aktor dan aktris ketika beradegan.

Akan tetapi, ada fakta menarik di balik suksesnya LAYANGAN PUTUS ini. Ternyata sang sutradara, Benni Setiawan tak pernah membaca novel asli dari series garapannya tersebut.

"Saya jujur, saya nggak baca, maksudnya saya nggak baca dulu, karena ini berbeda, ini kan terinspirasi dari novel itu, jadi saya lebih baik nggak baca," ungkap Benni Setiawan saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, (17/1) Senin malam.

1. Alasan Tak Baca Novel Asli

Benni pun menjelaskan alasannya yang memilih untuk tidak membaca novel tersebut dulu sebelum menggarap series LAYANGAN PUTUS. Karena series ini memang cuma terinspirasi dari kisah novel LAYANGAN PUTUS itu sendiri.

"Menghindari hal-hal yang memang nanti saya terpengaruh juga, karena memang sebelumnya ini bukan kisah nyata, supaya nanti belakangan ada netizen cari-cari padahal nggak ada sangkut pautnya, beda sekali ceritanya," ujarnya.

2. Ide Penciptaan Karakter

Selain itu, Benni pun menyebut setiap karakter yang ia ciptakan juga hanya terinspirasi dari skenario film, bukan novel aslinya. Saat ini, series Layangan Putus sudah memasuki episode terakhir dan Benni Setiawa tak bisa memastikan apakah LAYANGAN PUTUS akan lanjut ke season dua atau tidak.

"Yang nulis skrip kan bukan saya, terus saya cuma revisi gitu kan. Saya hanya baca skenario jadi karakter yang saya ciptakan berdasarkan dari skrip skenario, bukan dari novelnya," paparnya.

"Ya kita belum terpikir untuk ada season dua, tapi memang nanti di ending, semua bakalan terjawab," tuturnya.

3. Sumbangsih Aktor dan Aktris Hebat

Benni Setiawan menyebut keberhasilan serial tersebut tak lepas dari akting apik para aktor dan aktris yang terlibat. Menurutnya, para pemain telah berhasil mentransfer emosi kepada penonton usai menyaksikan LAYANGAN PUTUS pada setiap episodenya.

"Mungkin karena tokoh-tokoh yang kita ciptakan itu agak berbeda. Maksudnya, kita memperlihatkan seorang wanita yang kuat, kayak Kinan yang tersakiti tetapi dia lebih memilih secara elegan," ungkap Benni Setiawan.

"Bukan yang ngelabrak, yang nangis-nangis, nggak kayak begitu. Mungkin itu yang menginspirasi wanita-wanita kok, Kinan itu jadi idola sekali," lanjutnya.

4. Suguhkan Tokoh Antagonis Berbeda

Selain Kinan yang diperankan Putri Marino, Benni Setiawan juga menyebut tokoh Aris yang diperankan oleh Reza Rahadian. Karakter tokoh Aris ternyata memang sengaja diciptakan dengan memiliki sifat yang sangat manipulatif.

"Aris juga jahatnya, tokoh antagonis tapi kita buat memang dia lebih seperti manipulatif, bukan yang antagonis yang kasar terhadap istri, yang marah-marah," ujarnya.

5. Daya Pikat Utama

Tak hanya itu, tokoh pelakor bernama Lydia Danira yang diperankan oleh selebgram cantik Anya Geraldine sukses buat para penonton emosi. Benni pun membenarkan bahwa tema pelakor memang menjadi daya pikat penonton untuk series yang diproduksi oleh MD Entertainment ini.

"Saya rasa keberhasilan ini karena pemain juga luar biasa memainkan, ke penonton sampai gitu. Maksudnya emosinya, semua," tukasnya.


REKOMENDASI
TRENDING