

"Saya dan Mas Jerry ini kalau menurut orang Indonesia, mestinya sudah melewati umur yang pantas untuk menikah. Jadi pada saat saya bilang mau menikah ke sahabat-sahabat saya, pertanyaan mereka cuma satu, lu yakin sudah siap?" ungkap Denada, Minggu (19/02/2012).
Sejak saat itu, Denada berpikir dan merasa bahwa pernikahan itu bukan suatu yang perlu dipertanyakan siap atau tidak, meski kesiapan dipastikan perlu dari lahir dan batin. Namun yang paling penting dipertanyakan, justru sudahkah menemukan pria yang bisa menjadi patner paling tepat untuk membagi hidup, menghabiskan sisa hidup bersama dan membangun keluarga serta pantas menjadi kepala keluarga dan imam.
"Saya jawab, iya. Saya sudah menemukan sosok pria itu pada mas Jerry dan seperti yang saya bilang tadi, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi bagi saya dia adalah kesempurnaan saya. Seluruh kekurangan dan kelebihannya adalah kekurangan dan kelebihan yang menyempurnakan saya. Buat saya itu sudah alasan yang cukup, alhamdulillah," ungkap Denada.
Sementara Jerry mengaku tidak merasa perlu beralasan yang menyebabkan dirinya tertarik dengan Denada. Namun intinya, seolah terkejut menemukan perempuan yang sudah sekian lama dicari tiba-tiba berada di depan mata.
"Kenapa saya kepincut sama Denada, saya nggak perlu alasan bahwa dia harus begini dan begitu segala macam untuk membuat saya merasa, oh memang ini ya orang yang saya cari. Jadi alasannya sudah nggak perlu lagi. Pada saat kita tahu, berarti kita tahu," terang jerry.
Jerry dan Denada menggelar ijab kabul di Pinggir Pantai, Hotel Khayangan di Kawasan Seminyak, Bali, Rabu (15/2/2012) lalu. Mereka kemudian menggelar pesta pernikahan sederhana di rumahnya di Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (19/02/2012). (kpl/hen/dar)