Curhat Aida Saskia, Malu ke Teman dan Orangtua Setelah Pernikahan Batal
KapanLagi.com®/Budy Santoso
Hidup penyanyi dangdut Aida Saskia memang penuh lika-liku. Setelah berjuang melawan kanker, ia sempat menemukan tambatan hati yang membuatnya yakin untuk melangkah ke pelaminan. Sayangnya, rencana indah itu berakhir pilu.
Aida blak-blakan mengaku pernah batal menikah dengan seorang pria yang ia sebut sebagai Joker. Awalnya, hubungan mereka berjalan baik, namun seiring waktu, sifat asli sang pria mulai terlihat.
"Ketemu sama Joker, dia nge-treat aku dengan baik awalnya. Tidak ada kejadian-kejadian seperti ini awalnya. Tapi semakin berjalannya waktu kok semakin ngaco, dan semakin kelihatan bahwa oh inilah Joker yang sebenarnya, ungkap Aida.
(Jangan lupa simak berita dangdut lainnya di Liputan6.com, kalau bukan sekarang kapan lagi?)
Yang membuat Aida semakin terpukul adalah hinaan yang ia terima. Sang pria bahkan menyebut dirinya cacat karena Aida sudah tidak memiliki payudara akibat operasi kanker.
"Apapun yang dikatakan Joker memang nyata kok, aku cacat. Jadi aku lebih ke legowo aja. Sakit hati ada, tapi aku ini bukan tipe orang penendam. Orang yang sudah KDRT sama aku, orang yang nyakitin aku, itu aja bisa aku maafkan. Apalagi cuma hinaan. Nabi aja dihina, apalagi aku manusia biasa," kata Aida.
Meski sudah memaafkan, Aida menegaskan bahwa ia tidak akan bisa kembali berhubungan intens seperti dulu.
"Aku pasti maafin dia, tapi untuk komunikasi lagi seperti dulu itu pasti berbeda, aku memilih jaga jarak," tegasnya.
Lebih menyedihkan lagi, soal pernikahannya yang batal, Aida sudah terlanjur memberi kabar bahagia kepada teman-temannya bahwa ia akan menikah pada 10 September. Bahkan, persiapan pernikahan sudah dilakukan, mulai dari cincin, fitting baju, hingga urusan katering.
"Temen-temen dekat sudah aku kasih tahu. Mereka sampai telepon, 'Eh besok jadi nggak, dresscode apa?'. Itu sedih sih, sampai nangis. Aku juga sampai jarang pulang ke rumah karena malu sama orang tua, harus ngomong apa ke papa mama. Semua sudah mulai diatur, dari pembelian cincin, fitting baju, sampai katering," ceritanya.
Meski kecewa, Aida berusaha melihat sisi positif dari ujian berat ini. Baginya, kegagalan menikah bukan akhir segalanya, melainkan proses pendewasaan.
"Aku terlalu banyak diuji dengan cobaan hidup. Tapi aku rasa cobaan seperti ini tidak perlu aku sesali, karena ini proses pendewasaan lagi, pembelajaran lagi. Pasti akan ada maksud Allah," tutup Aida dengan tegar.