Kapanlagi.com - Dalam dunia bisnis dan organisasi, apa arti audit menjadi pertanyaan penting yang perlu dipahami oleh setiap pelaku usaha. Audit merupakan proses pemeriksaan sistematis dan independen yang dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
Pemahaman tentang apa arti audit sangat krusial karena proses ini berperan dalam menjaga kredibilitas laporan keuangan dan meningkatkan kepercayaan stakeholder. Audit tidak hanya terbatas pada aspek keuangan, tetapi juga mencakup berbagai bidang operasional perusahaan.
Menurut Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach oleh Arens, audit adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi terukur tentang suatu entitas ekonomi oleh orang yang kompeten dan independen untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Untuk memahami apa arti audit secara komprehensif, perlu diketahui bahwa audit merupakan suatu pemeriksaan sistematis dan independen terhadap kegiatan dan dokumen terkait untuk menentukan apakah kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan protokol, prosedur kerja baku, dan persyaratan regulatori yang berlaku. Proses ini melibatkan pengumpulan bukti yang memadai untuk memberikan dasar yang reasonable dalam memberikan opini atau kesimpulan.
Istilah audit berasal dari bahasa Latin "audire" yang berarti mendengar atau memeriksa. Dalam konteks modern, audit telah berkembang menjadi proses yang lebih kompleks dan terstruktur. Audit mencakup kegiatan identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar audit untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektivitas, efisiensi, dan keandalan informasi.
Menurut STRATEGI JITU PENGEMBANGAN OBAT DI INDONESIA oleh Dr. Ria Christine Siagian, audit merupakan suatu pemeriksaan sistematis dan independen terhadap kegiatan dan dokumen terkait uji klinik untuk menentukan apakah kegiatan tersebut dilaksanakan, dan apakah data dicatat, dianalisis dan dilaporkan dengan akurat sesuai dengan protokol, prosedur kerja baku dari sponsor, dan persyaratan regulatori yang berlaku.
Proses audit harus dilakukan oleh individu yang memiliki kualifikasi melalui pelatihan dan pengalaman untuk melaksanakan audit secara benar. Kualifikasi seorang auditor harus didokumentasikan dengan baik untuk memastikan kredibilitas hasil audit yang dihasilkan.
Pemahaman tentang apa arti audit tidak lengkap tanpa mengetahui berbagai jenisnya. Audit dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, mulai dari tujuan, lingkup pemeriksaan, hingga pihak yang melaksanakannya.
Menurut Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Abdurrozzaq Hasibuan, audit harus mampu memberikan suatu bukti yang dapat secara nyata menunjukkan bahwa apa yang sedang diaudit telah sesuai atau tidak dengan kriteria audit yang ditetapkan.
Memahami apa arti audit juga berarti mengetahui tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui proses ini. Tujuan utama audit adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa informasi yang disajikan telah akurat dan dapat diandalkan.
Berdasarkan Administrasi dan Manajemen Pendidikan Sekolah oleh Mohamad Mustari, audit keuangan bertujuan untuk mengukur, membandingkan dan mengevaluasi pengeluaran dan pemanfaatannya. Audit keuangan seharusnya menetapkan seberapa efektif dan efisien sumber pendanaan yang ada digunakan.
Untuk benar-benar memahami apa arti audit, penting untuk mengetahui bagaimana proses audit dilaksanakan. Audit merupakan proses yang terstruktur dan mengikuti tahapan-tahapan yang sistematis.
Menurut Manajemen Bank oleh Andrianto, monitoring dan pengawasan kredit merupakan suatu sistem dalam pengelolaan yang dapat berfungsi sebagai penutup kekurangan/kelemahan dalam proses kegiatan. Dengan demikian, monitoring dan pengawasan harus mampu memberikan feedback agar tindak lanjut perbaikan segera dapat dilaksanakan.
Pemahaman tentang apa arti audit tidak dapat dipisahkan dari standar dan kualifikasi yang harus dimiliki oleh auditor. Auditor harus memiliki kompetensi teknis, independensi, dan integritas yang tinggi untuk dapat melaksanakan audit secara efektif.
Kualifikasi auditor mencakup pendidikan formal di bidang akuntansi atau audit, pengalaman praktis yang memadai, serta sertifikasi profesional yang relevan. Auditor juga harus memahami standar audit yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam praktik.
Independensi auditor merupakan aspek krusial dalam audit. Menurut Buku Ekonomi Publik oleh Dr. Ridwan dan Ihsan Suciawan Nawir, independensi meliputi dua aspek yaitu independence in fact dan independence in appearance. Independence in fact terletak pada independen yang sesungguhnya yang meliputi bagaimana kinerja para praktisi individu dalam menjalankan tugasnya.
Auditor harus menghindari praktik-praktik yang dapat mengurangi independensi dan berpengaruh pada opini yang dibuat. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas dan objektivitas hasil audit.
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, dan pelaporan transaksi keuangan, sedangkan audit adalah proses pemeriksaan dan verifikasi terhadap hasil dari proses akuntansi tersebut untuk memastikan keakuratan dan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.
Audit harus dilakukan oleh auditor yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang memadai, seperti Akuntan Publik (CPA) untuk audit eksternal atau auditor internal yang telah terlatih untuk audit internal perusahaan.
Durasi audit bervariasi tergantung pada ukuran perusahaan, kompleksitas operasi, dan jenis audit yang dilakukan. Audit laporan keuangan tahunan biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Jika audit menemukan ketidaksesuaian atau kesalahan, auditor akan melaporkan temuan tersebut kepada manajemen dan memberikan rekomendasi perbaikan. Manajemen kemudian harus mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
Tidak semua perusahaan wajib diaudit. Kewajiban audit biasanya berlaku untuk perusahaan publik, perusahaan dengan aset atau omzet di atas batas tertentu, atau perusahaan yang bergerak di sektor tertentu sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pemilihan auditor harus mempertimbangkan kualifikasi, pengalaman, reputasi, independensi, dan pemahaman terhadap industri perusahaan. Penting juga untuk memastikan auditor memiliki lisensi dan sertifikasi yang valid.
Audit memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, mengidentifikasi kelemahan sistem pengendalian internal, mencegah fraud, membantu pengambilan keputusan, dan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan.